peternak-sukses-kearifan-lokal

YUK BETERNAK KAMBING DI JAKARTA!

Fenomena meledaknya jumlah penduduk di Jakarta memiliki beberapa dampak krusial. Salah satunya adalah persaingan dalam mendapatkan pekerjaan bukan? Menjadi wirausaha di negara agraris, sektor peternakan masih menjanjikan. Sektor peternakan itu sendiri identik dengan pedesaan.  Padahal kebanyakan warga Jakarta yang memiliki karakter hedonisme yang ditandai dengan berjamurnya restauran mewah. Situasi seperti ini menggambarkan bahwa Jakarta merupakan daerah yang memiliki tingkat konsumsi daging lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Beternak di Jakarta masih sangat memungkinkan. Menurut data BPS (22/2) tahun 2014 Jakarta memiliki populasi kambing sebanyak 5.506 ekor,  tahun 2015 sebanyak 5.688 ekor, dan pada tahun 2016 memiliki populasi sebanyak 6.257 ekor. Peningkatan populasi ternak kambing inilah yang menjelaskan letak prospek usaha peternakan di kota. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memulai beternak adalah lahan dan pakan. Lahan yang tersedia harus diatur secara efisien agar ternak yang dipelihara memiliki rumah yang nyaman. Lingkungan warga sekitar peternakan juga harus diatur supaya tenang, diusahakan agar tidak berbau. Bagaimana dengan pakan? Lahan hijauan di Jakarta adalah terbatas. Solusinya adalah melihat peluang pakan daerah sekitar. Selanjutnya kita bisa menggunakan prinsip kearifan lokal agar usaha peternakan dapat dikatakan sebagai usaha yang low cost but high profit. Beternak di Jakarta pasti bisa! Penasaran kan bagaimana serunya memiliki usaha terak kambing di Jakarta? Ikuti saja “Ngariung di Saung” bersama praktisi domba dan kambing pada Sabtu, 4 Maret 2017 di Saung Domba Edupark, Sasak Panjang. Info lebih lanjut : 081395999935 (Alfa).

16142702_1004369726374428_2137577120986095193_n

Jangan Bingung Lagi Soal Aqiqah dengan mengetahui FAQ Aqiqah

1. Bagaimana hitungan hari untuk menentukan tanggal aqiqah?
Hari kelahiran termasuk hari ke-0 dan belum bisa dihitung sehingga perhitungan hari ke 7 untuk pelaksanaan aqiqah bisa dimulai keesokan harinya sebagai hari ke-1.

2. Seandainya pelaku aqiqah termasuk muallaf, apa boleh diaqiqahkan?
Apabila sudah menjadi seorang muslim maka manusia tersebut dianggap terlahir kembali sehingga dikenakan hukum mengenai aqiqah dan bisa melakukan aqiqah setelah dia menjai muallaf.

3. Mana yang prioritas qurban atau aqiqah dulu?
Apabila qurban hukumnya sunnah sedangkan aqiqah hukumnya sunnah muakad. Dalam Fiqh, urutan yang didahulukan yaitu sunnah muakad terlebih dahulu sebelum sunnah, meskipun dalam perintah qurban terdapat di dalam al-qur’an sedangnkan perintah aqiqah disampaikan oleh Rasulullah (Hadits).

4. Apa boleh aqiqah dicicil waktui pelaksanaannya terkait dana yang ada?
Aqiqah hanya dilakukan sekali waktu (tidak bisa dicicil) dan diusahakan semampunya.

5. Bagaimana kondisi fisik hewan aqiqah / kurban?
Kriteria hewan qurban:
Cukup umur, tidak cacat, tidak berpenyakit.
Kriteria hewan aqiqah:
Tidak ada batas umur atau ukuran yang sama dengan kurban.

6. Apakah hewan yang menggunakan eartag termasuk hewan yang cacat?
Tidak, apabila eartag tidak menyakiti ternak (tidak mengenai syaraf telinga pada ternak)

7. Siapa yang bertanggungjawab atas aqiqah seorang muallaf dimana orang tua, suami / isttri, maupun saudara bukan muslim?
Bisa mengaqiqahkan diri sendiri

8. Bagaimana pembagian daging aqiqah?
Apabila daging aqiqah sebaiknya dibagikan secara matang

9. Apakah pelaksana aqiqah boleh makan daging aqiqah?
Boleh saja tapi dengan batasan

10. Bagaimana dengan warna kambing yang sesuai anjuran rasul?
Hal ini tidak terlalu mengikat. Warna lain diperbolehkan

11. Mengapa bobot badan yang sama antara domba dan kambing tapi jumlah daging olahan berbeda?
Tergantung bobot karkas yang dimiliki oleh setiap hewan ternak. Karkas adalah keseluruhan tubuh ternak setelah dikurangi kepala, kaki, kulit, jeroan, dan darah.

12. Bagaimana TIPS MANAJEMEN AQIQAH dan SUKSES menjadi PELAKU USAHA AQIQAH?
Ikuti pelatihan “Manajemen Usaha Aqiqah” dengan Eduagro Indonesia.

13. Bagaimana cara mengikuti pelatihan di Eduagro Indonesia?
Silahkan berkunjung ke kantor Edupark Indonesia di Jl. Margonda Raya, Gg. Pepaya, Depok, Jawa Barat atau hubungi kami di 0813-9599-9935

DSC_0188

Cara Ternak Kambing dengan Untung Besar

Cara ternak kambing dengan untung besar – Kambing merupakan salah satu hewan yang pasti tidak asing lagi di kehidupan kita karena hewan tersebut dapat dengan mudah dijumpai diberbagai tempat terutama didaerah-daerah pedesaan, hal tersebut menurut saya wajar karena kebanyakan masyarakat dipedesaan menjadikan kambing sebagai hewan ternak yang menguntungkan untuk dibudidayakan. Kebanyakan masyarakat yang memilih kambing sebagai hewan ternak karena mudah dibudidayakan, selain itu pakan atau makanan yang dibutuhkan kambing tidak perlu membeli alias gratis karena pakan tersebut dapat dicari yang berupa rumput, dedaunan atau yang sejenisnya jadi keuntungan yang akan diperoleh semakin menggiurkan.
Keuntungan budidaya kambing akan semakin menggiurkan apabila kambing yang dibudidaya dijual pada periode tertentu, priode ini terjadi pada saat hari-hari tertentu seperti Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, pada saat itu harga hewan ternak salah satunya kambing akan mengalami peningkatan, hal itu dikarenakan kebutuhan akan kambing yang meningkat pesat untuk dijadikan hewan qurban, kesempatan itulah yang sering dimanfaatkan para peternak kambing untuk menjual kambing mereka karena pasti harga jualnya jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Nah hal itu lantas bisa saja kita coba untuk ikut beternak kambing, namun yang sering menjadi permasahan adalah cara ternak kambing yang benar, apalagi bagi orang awam yang belum pernah beternak kambing pasti akan mengalami kesulitan dalam hal seperti memilih bibit, persiapan kandang, perawatan dan lain sebagainya, untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan memberikan tips ternak kambing yang mudah dan dapat menghasilkan keuntungan tentunya, nah bila kalian tertarik mencobanya maka bisa melihat caranya dibawah ini.
1. Persiapan memilih bibit kambing
Bila kalian ingin memilih bibit kambing yang akan dijadikan indukan sebaiknya dengan cermat memilih kambing yang sehat dan tidak cacat tentunya, kriteria indukan betina yang baik yaitu umurnya lebih dari 12 bulan, beratnya lebih dari 20 kg, memiliki 2 puting susu, sedangkan yang jantang sebaiknya pilih yang besar dan umurnya lebih dari satu setengah tahun namun untuk mengetahui umur kambing secara pasti hanya orang-orang yang sudah paham terhadap kambing yang bisa tahu, untuk itu kalian bisa mengajak orang yang lebih berpengalaman terhadap kambing untuk antisipasi saja apabila ada penjual yang tidak jujur. Indukan itu sendiri dapat dibeli dipasar ataupun secara langsung dari peternak kambing yang ada didaerah kalian masing-masing.
2. Persiapan kandang kambing
Sebelum membeli bibit sebenarnya hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu adalah kandangnya karena apabila sudah membeli kambing namun kandangnya belum siap lalu mau ditaruh dimana kambing tersebut? maka dari itu sebaiknya mempersiapkan kandang terlebih dahulu sebelum mencari bibit indukan. Kandang yang biasanya digunakan peternak kambing terbuat dari kayu atau bambu yang dibuat seperti panggung, tujuannya adalah agar kotorannya dapat langsung turun kebawah dan menjadikan kandang tidak mudah kotor dan mencegah penyakit. Pakan kambing bisa ditaruh pada tempat yang dibuat pada depan kandang. Untuk ukuran kandangnya dapat disesuaikan dengan jumlah kambing, semakin banyak kambing maka semakin luas kandang yang harus dibuat. Bila kalian ingin memisahkan kambing tersebut maka bisa dibuat sekat didalam kandang, tujuan dari penyekatan ini untuk memisahkan anak kambing nantinya.
3 Perawatan dan pemberian pakan
Perawatan bisa dilakukan dengan rutin membersihkan kandang dari kotorannya, hal ini bertujuan selain untuk menjaga kebersihan kandang juga dapat menghindarkan kambing dari berbagai penyakit dari bakteri yang berkembang dalam kotoran. Untuk pakan kambing sendiri tidaklah sulit dicari, biasanya kambing dapat diberikan pakan berupa rerumputan, rendeng atau daun kacang tanah, daun nangka dan sebagainya. Apabila pakan tersebut sulit didapatkan bisa diberikan pakan khusus seperti ampas tahu namun yang menjadi kendala biasanya tidak semua daerah terdapat ampas tahu dan untuk mendapatkannya biasanya harus membeli pada tukang pembuat tahu dan itu memerlukan biaya, jadi kalau bisa pakan yang diberikan didapatkan dari hasil mencarinya sendiri suapaya tidak ada biaya tambahan dan tentunya untung penjualan nantinya akan semakin besar.
4. Proses reproduksi
Kambing bisa bereproduksi atau siap dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan atau saat bobotnya sudah mencapai 55 – 60 kg, diusia tersebut kambing akan mulai birahi dan lama birahinya sendiri antara 24-45 jam. Kambing yang sedang birahi akan merasa gelisah, nafsu makan menurun, ekornya sering dikibaskan, sering kencing serta kemaluannya terlihat bengkak. Bila kambing kalian terdapat tanda seperti itu maka kemungkinan kambing tersebut dalam masa birahi dan siap untuk dikawinkan, proses perkawinannya sendiri bisa dengan menyatukan kambing jantan dan betina dalam satu kandang, setelah itu kalian tinggal menunggu proses perkawinan terjadi. Bila perkawinan sukses maka dalam kurun waktu kurang lebih 5 bulan maka kambing sudah siap melahirkan.
5. Memanen kambing
Kambing bisa dipanen atau siap dijual pada usia 1 tahun atau lebih, kambing siap potong untuk aqiqoh, qurban atau yang lainnya biasanya ditandai dengan giginya yang copot atau bila didaerah saya sering disebut poel. Bila kalian menginginkan harga jual kambing tinggi maka kalian bisa menjualnya pada saat hari tertentu seperti Hari Raya Qurban karena pada saat itu banyak orang yang membutuhkan kambing untuk qurban.
Nah demikianlah informasi tentang cara ternak kambing, mungkin informasi ini kurang lengkap namun kami berharap informasi ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dan terima kasih.
sumber : infopeternak

15995120_1004537899690944_4623372549403232351_o

Press Release Pre Elementary Training 14 Januari 2017

Pre Elementary Eduagro Indonesia

“Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Peternakan Domba dan Kambing”

14 Januari 2017. Sasak Panjang, Depok

Eduagro Indonesia telah mengadakan event pelatihan beternak dengan tema “Meraup Pundi-Pundi dari Peternakan Domba dan Kambing” pada 14 Januari 2017, di Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Depok.

Acara ini bermaksud untuk membuka wawasan mengenai agribisnis, khususnya domba dan kambing, sehingga peserta yang mengikuti pelatihan akan memahami langkah awal usaha peternakan domba dan kambing. Selain itu peserta dapat mengetahui kiat-kiat sukses beternak domba dan kambing.

Pelatihan ini dihadiri oleh pembicara yang expert di bidang peternakan domba dan kambing. Diantaranya, Fahmi Thalib sebagai owner Juragan Aqiqah, Ilham Mustofa yang merupakan CEO Rumen Mnagement Farm, dan Doddy Domba Owner Saung Domba International.

Dengan mengadakan pelatihan Pre Elementary ini memiliki harapan yang tinggi untuk membangun peternakan Indonesia yang lebih maju.

 

15894772_994845397326861_169967667033663215_n

Kapan Indonesia Ekspor Domba?

 

Jumlah peternak domba di Indonesia diketahui semakin meningkat. Hal ini terlihat jelas dari populasi domba yang juga terus meningkat pada setiap tahunnya. Daging domba banyak dilirik untuk usaha ternak kurban dan juga ternak aqiqah. Pada dasarnya banyak pengusaha yang sukses melalui usaha dari hulu sampai hilirnya.

Tren memakai kulit domba sebagai bahan dasar sepatu dan juga susu serta bulu domba yang digunakan sebagai bahan dasar kosmetik merupakan salah satu penyebab mengapa pengusaha lebih baik berbisnis dari hulu sampai hilir. Namun, pengusaha-pengusaha sukses tersebut hanya berkecimpung pada skala nasional. Padahal, Indonesia berpotensi menjadi eksporter domba skala ASEAN. Indonesia memiliki bibit unggul yang dapat berpotensi memiliki produksi yang baik, juga Indonesia memiliki wilayah yang luas. Dibandingkan luas wilayah Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan minoritas Singapura yang juga menjalankan kurban serta aqiqah, Indonesia sangat luas. Sampai saat ini yang menjadi produsen, konsumer, dan importer terbesar di dunia adalah Cina. Diikuti dengan Australia, New Zealand yang menjadi produsen terbesar kedua dan ketiga di dunia.

Di Asia sendiri pertutumbuhan domba meningkat secara konsisten. Ini adalah tantangan bagi pengusaha-pengusaha ternak domba untuk melebarkan pasarnya ke skala ASEAN.