Jenis Pelatihan Eduagro Indonesia

Jenis Pelatihan Eduagro Indonesia

 

Eduagro Indonesia merupakan bagian dari saung domba internasional. Bedanya, eduagro Indonesia mengkhususkan diri pada pengetahuan mengenai dunia peternakan. Berasal dari kata edu dan agro.
Edu bisa diartikan sebagai pembelajaran; pendidikan. Agro dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan lahan. Umumnya agro diterjemahkan sebagai dunia pertanian.
Nah, dari defenisi ini bisa ditarik kesimpulan bahwa eduagro Indonesia adalah pembelajaran tentang pemanfaatan lahan di Indonesia. Kita akan membahas Eduagro Indonesia sebagai pembelajaran mengenai pemanfaatan lahan di Indonesia sejenis beternak domba dan kambing (doka).
Sebagai bagian penting dari Saung Domba Internasional, eduagro Indonesia memiliki visi misi mulia yaitu mengajarkan masyarakat Indonesia cara berternak doka. Setelah menguasai seluk beluk dunia berternak domba, ini bisa dijadikan ladang bisnis. Inilah yang sedang Eduagro Indonesia upayakan untuk membuka lebih luas lapangan pekerjaan.
Ada tiga jenis pelatihan eduagro Indonesia yang kami tawarkan:
1. Basic Class (kelas dasar)
Pada tahap ini, akan diberikan pengetahuan dasar mengenai anatomi doka. Langkah awal berternak domba, dan peserta bisa melihat perawatan rutin doka serta manajemen kandang. Semua hal dasar mengenai perawatan domba dan kambing.

2. Intermediet Class (kelas menengah)
Tahap ini lebih banyak hal yang diajarkan pada peserta. Pada kelas menengah ini, diharapkan peserta bisa memahami proses produksi dan kesehatan domba. Peserta pelatihan juga bisa memandikan langsung, memotong kuku, dan mencukur domba. Setelah bedah domba, peserta juga diberi pengetahuan mengenai pakan ternak yang bagus untuk pertumbuhan doka yang sehat dan gemuk.

3. Advance Class
Kalau sudah pada tahap ini, dijamin deh peserta pelatihan eduagro Indonesia bakal menguasai dunia ternak domba. Karena, pada tahap ini peserta akan dibekali ilmu pemasaran ternak doka. Tentunya mau dong berternak yang dapat menghasilkan uang? Peserta akan paham mengenai bisnis doka. Oh iya, peserta bisa praktek langsung menyuntik domba lho. Kalau dokanya sakit, gak usah khawatir lagi dong bingung nyari dokter hewan jauh-jauh kemana.

Selain itu, di eduagro Indonesia juga ada dokter hewannya langsung yang akan mentransfer ilmu mengenai penyakit apa saja yang bisa menyerang doka. dan, peserta nanti akan diberikan tips mengobati berbagai penyakit tersebut.
Tertarik untuk mencoba?
Yuk ikutan pelatihan kami, info lebih lanjut www.eduagroindonesia.com
Untuk kelas yang mau diikuti, silahkan piih sendiri sesuai selera Anda .  

17264502_10154570454142815_916625877126614321_n

Pelatihan “Goat and Sheep Fattening Package Training” Bersama Eduagro Indonesia

 

Eduagro Indonesia mengadakan acara pelatihan bagi pemula yang ingin mengetahui cara beternak kambing dan domba. Acara ini diselenggarakan di Saung Domba Edupark Sasak Panjang, Bogor pada 11-12 Maret 2017.

Saat hari pertama dilaksanakan pelatihan, peserta yang ikut belajar tidak hanya dari dalam kota Jabodetabek saja, melainkan juga dari luar kota. Acara ini dibimbing oleh pembicara yang memang ahli di bidangnya masing-masing.

Pengisi acara best in agribusiness education and training terdiri dari 4 orang pembicara, yaitu Fahmi Thalib sekaligus pemilik juragan aqiqah. Juga ada Akhmad Lukman, pemilik lukman farmer.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan dokter hewan yang ahli mengenai dunia hewan. Drh.Bobby.
Drh.Bobby menyampaikan ulasan panjang dan detail mengenai anatomi fisiologi ternak domba kambing dan kesehatannya.

Meski peserta pelatihan masih terbilang baru dalam dunia peternakan, tapi mereka cukup aktif dalam bertanya. “Tadi peserta ada juga yang nanya-nanya,” ucapnya.
“Diharapkan dari adanya pelatihan ini menumbuhkan jiwa ternak para peserta agar lebih mengetahui secara jauh mengenai dunia ternak. Tak hanya itu, juga supaya peserta tertarik untuk terjun langsung terlibat dalam mengembangkan dunia peternakan di Indonesia,” ujar Drh. Bobby.

Dari segi lain, Akhmad Lukman, S.Pt membahas mengenai flushing management. Apa itu flushing management? Flushing management adalah pemberian biji-bijian yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang tujuan utamanya ialah perbaikan nutrisi induk dan pertumbuhannya.

Karna kami juga menyediakan pakan ternak dengan teknik flushing tersebut. So, Anda bisa efektif dan efisien kan? Dan tidak perlu ragu lagi, apalagi harus nunggu lama.

Memang acara pelatihan seperti ini merupakan rutinitas yang selalu diadakan oleh Eduagro Indonesia setiap bulannya. Acara ini berlangsung dua kali dalam sebulan.
Untuk kegiatan 11-12 maret ini dilaksanakan pada Sabtu-Minggu. Sabtu acara pembukaan, dan minggu dilanjutkan hingga acara penutupan. Tema yang diangkat adalah pre elementary class. Jadi peserta diajarkan mengenai tahap dasar untuk membuka usaha ternak. Dengan cara diberitahukan terlebih dahulu ilmu yang sangat komplit mengenai apa saja awalan yang harus diketahui oleh seorang calon peternak.

Sehingga calon peternak yang baik adalah orang yang sudah menguasai bidang ilmu ternak, kemudian mempraktekkannya dengan terjun langsung ke lapangan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peternakan kami, silahkan klik
www.eduagroindonesia.com

Lahirnya Anakan Domba Jokowi Cerminkan Sukses awal dalam berbisnis

Lahirnya Anakan Domba Jokowi Cerminkan Sukses Awal dalam Berbisnis

Kabar bahagia datang dari istana kepresidenan Indonesia. 5 ekor anakan berhasil menambah koleksi ruminansia kecil di istana. Tidak khayal, total kambing yang dipelihara kini menjadi 10 ekor. Dengan wajah sumringah, presiden memamerkan anakan kambing yang disebutnya lucu-lucu ini. 

Koleksi ruminansia kecil presiden yang ditunjukkan pada vlognya adalah jenis Domba Garut. Sesuai dengan asalnya domba ini berasal dari kota Garut. Selain sebagai penghasil daging, domba garut digunakan oleh masyarakat sebagai ternak aduan. Hingga sekarang pun domba garut memiliki nilai seni yang menjadikan ketertarikan bagi masyarakat untuk memeliharanya. Ciri-ciri domba garut yaitu:
 Bentuk tubuh relatif besar dan persegi panjang
 Bulunya panjang dan kasar
 Pangkal ekor terlihat dan tampak agak lebar
 Kepala pendek dan profil sedikit cembung, mata kecil
Di akhir vlog yang diunggah presiden menyatakan bahwa dimana ada optimisme disitu ada kecintaan. Nah, disinilah langkah awal dalam membangun usaha di bidang peternakan. Rasa optimis yang tidak pernah habis akan menghasilkan kesuksesan dalam berbisnis. Optimisme ada setelah mengetahui prospek dalam usaha peternakan. Perpaduan antara berbagai perhitungan biaya dengan peluang yang ada membuahkan kata “efisiensi” dalam berbisnis. Pada minggu ini, Eduagro Indonesia membuka kelas bisnis Domba dan Kambing yang akan mengupas tuntas segala kiat, tips, dan trik sukses beternak domba dan kambing. Ikuti acaranya pada tanggal 18 Maret 2017 di Saung Domba Edupark. Info lebih lanjut hubungi 087787241090 (Echa)

domba deawa kelamin birahi

Domba Dewasa Kelamin Birahi

– Dewasa adalah keadaan dimana ternak siap melaksanakan proses reproduksi (menghasilkan anak) domba mencapai dewasa kelamin pada umur 6 – 8 bulan

– Umur pertama kali dikawinkan 10-12 bulan (betina) sedangkan pada jantan sebaiknya mulai dijadikan pemacek diatas 1 tahun

– Perkawinan dapat berhasil apabila domba betina yang dikawinkan dalam keadaan atau masa birahi

– Tanda-tanda birahi indukan betina :

* Alat kelamin luar membengkak, basah, merah dan hangat

* Menggerak-gerakkan ekornya

* Diam saja bila dikawini pejantan atau di naiki ternak lain

* Ternak gelisah (ribut) dan nafu makan menurun

– Birahi akan terulang lagi +19 hari kemudian (apabila tidak dikawinkan / gagal bunting)

Sumber : sukses beternak kambing domba ” agro inovasi “

domba kambing eduagro

Domba dan Kambing Tetap Prospektif

Sebagai salah satu komoditas unggulan di bidang peternakan, domba dan kambing memiliki prospek untuk terus dikembangkan. Hal itu sejalan dengan kebutuhan masyarakat pada ternak jenis ini. Berbagai upaya pun dilakukan oleh para peternak untuk meningkatkan daya saing mereka. Sementara pemerintah terus melakukan pembinaan agar komoditas ini bisa menjadi salah satu jalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan domba dan kambing sebagai salah satu ternak unggulan, juga ditunjang dengan komoditas ternak ini yang terdistribusi di berbagai pulau atau provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Luasya penyebaran populasi komoditas tersebut membuktikan bahwa di berbagai wilayah di tanah air memiliki tingkat kecocokan yang baik untuk pengembangan, baik kecocokan dari segi vegetasi, topografi, klimat, atau bahkan dari sisi sosial-budaya setempat.

Bila mengacu pada Visi dan Misi Departemen Pertanian RI, komoditas domba dan kambing merupakan salah satu komoditas yang memenuhi kriteria untuk terus dikembangkan. Karena ternak ini dinilai memiliki daya saing, berkerakyatan dan berkelanjutan. Dan dalam rangka mendorong untuk mewujudkan perekonomian nasional yang sehat, deptan juga memandang domba dan kambing mampu menciptakan peluang ekonomi untuk meningkatkan pendapatan, membantu menciptakan lapangan kerja, dan melestarikan serta memanfaatkan sumberdaya alam pendukung peternakan.

Selain potensial karena sudah banyak diternakkan oleh masyarakat Indonesia di berbagai daerah, peluang pengembangan domba dan kambing juga mengacu pada pangsa pasar yang sangat terbuka dan terus berkembang. Kebutuhan masyarakat dalam negeri terhadap domba dan kambing sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari besarnya permintaan doka untuk kebutuhan konsumsi, kebutuhan Iedul Qurban, maupun untuk Aqiqah.
Potensi pasar ini akan terus berkembang sejalan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang berasal dari protein hewani.

Potensi Domba Kambing di Banten
Menyadari akan peningkatan kebutuhan akan domba dan kambing yang semakin meningkat, para peternak di berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Banten juga tak mau ketinggalan memanfaatkannya. Para peternak yang tergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternaknya.

Saat meresmikan Kelompok Ternak Saga Makmur yang berlokasi di Desa Saga Kecamatan Balaraja – Kabupaten Tangerang belum lama ini, Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno menyatakan bahwa peluang pengembangan domba dan kambing di Banten sangat besar. Dua jenis usaha yang biasanya digeluti oleh peternak domba, yaitu pembibitan atan bakalan dan penggemukan, sama-sama meiliki peluang ekonomis yang menggiurkan.
”Saya ingin para peternak terus mengembangkan kualitas dan produktifitasnya. Sehingga kita tidak perlu lagi mendatangkan domba maupun kambing dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan aqiqah, kurban, maupun konsumsi sehari-hari. Para peternak di Tangerang khususnya dan Banten pada umumnya, harus dapat memasok kebutuhan domba dan kambing di provinsi lain,” kata Rano.

Rano juga mengungkapkan peluang peternak kambing untuk dapat menembus pasar mancanegara. Menurutnya, bangsa-bangsa di Timur-tengah memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi pemasok domba dan kambing di negeri mereka. Sebelumnya, pemasok utama domba dan kambing di jazirah itu adalah Malaysia.
”Kesempatan ini harus kita manfaatkan, kita harus siap menjadi pemasoknya, karena kita sedang berada di kancah perkambingan,” cetus Rano.

Di tempat terpisah, Buaiti Subki, Bidang Usaha dan Kerjasama HPDKI Kabupaten Serang berharap agar pemerintah atau instasi terkait di wilayah Kabupaten Serang juga dapat memberikan dukungan dan pembinaan secara maksimal kepada peternak doki di wilayahnya . Karena, wilayah Kabupaten Serang juga memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan peternakan domba maupun kambing.

”Tidak menutup kemungkinan daerah Serang dapat menjadi pemasok daging domba dan kambing keluar daerah,” kata Buaiti.