Teknik utama persilangan. Berkerabat. Persilangan antar individu yang berkerabat (Inbreeding) Persilangan antar individu yang tidak berkerabat (Out Crossing) Biak Silang (Cross Breeding) Biak Silang luar (Out Breeding) Biak Tingkat (Grading Up) Tidak berkerabat. Inbreeding (Silang Dalam) Biak dalam (Inbreeding) adalah perkawinan antara individu yang mempunyai hubungan kekerabatan. Dan seterusnya. Pejantan A. Betina B. Betina F1. Betina F2. Betina F3. Keuntungan Inbreeding. Berapa % kemiripan antara F3-A?? Membuat populasi seragam. Melestarikan sifat-sifat yang diinginkan. Mendeteksi gena-gena yang tidak diinginkan. Mempertahankan keunggulan individu ternak dengan line breeding.

MENGETAHUI LEBIH DALAM MANFAAT PEMULIAAN TERNAK

Manfaat Pemuliaan Ternak – Pemuliaan ternak (animal breeding) adalah salah satu bidang ilmu yang mempelajari aplikasi tentang cara-cara meningkatkan mutu genetik ternak. Pada suatu usaha peternakan, sebaik apapun manajemen dan pakan (feeding) yang diberikan kepada ternak, apabila mutu genetik ternak rendah, maka produktivitas yang diperolehnya pun tidak akan optimal. 2 prinsip dasar untuk meningkatkan mutu genetik ternak adalah dengan melakukan program pemuliaan melalui yaitu sistem seleksi dan perkawinan (selection and mating systems).

 

Seleksi ternak dapat menyebabkan perubahan keragaman genetik, tergantung dari cara seleksi yang digunakan. Seleksi pada ternak bertujuan untuk mengubah frekuensi gen dari suatu populasi ternak. Seleksi secara langsung mengakibatkan ragam genetik berkurang sampai tercapainya keadaan konstan pada generasi tertentu. Dengan seleksi terarah suatu sifat yang dikehendaki maka mutu genetik dapat ditingkatkan.

Perkawinan silang/ persilangan merupakan jalan pintas untuk memperoleh individu-individu yang memiliki sejumlah sifat unggul yang dipunyai oleh kedua bangsa ternak tetuanya. Seperti diketahui, apa yang diharapkan dari persilangan adalah adanya efek heterosis dalam beberapa sifat produksi sehingga melebihi rataan kedua bangsa tetuanya. Metode kawin silang digunakan untuk memperoleh individu yang memiliki sifat produksi unggul dalam waktu yang singkat.

 

Perkawinan silang dapat meningkatkan produktivitas dan mutu genetik, namun membutuhkan biaya yang besar dan harus dilakukan secara bijak maupun terarah, karena dapat mengancam kemurniaan dari ternak asli. Oleh karena itu, upaya seleksi dapat dianggap sebagai pilihan yang baik dan rasional. Perbaikan mutu genetik biasanya bersifat permanen dan dapat diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

 

Jadi dengan adanya pemuliaan ternak ini akan menghasilkan bibit yang unggul, dapat meningkatkan produksi ternak, memperbaiki kualitas produk (telur, daging, bulu maupun lainnya), memperbaiki reproduksinya, menambah nilai ekonomis ternak, memperbaiki efisiensi dan konversi pakan yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan peternak.

Sumber : ilmuternak.com

www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat

#ternak  #ternakkambing #ternakdomba #ternaklele #solusiternak #pemuliaanternak #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #kambingetawa #vitamin #nutrisi  #saungdomba #saungdombainternasional #saungdomba #eduagroindonesia #agribisnis #ternak #peternakan #farm

bioflok-lele-akuarium

MENGENAL LEBIH DALAM TERNAK LELE BIOFLOK

Sobat Eduagro, beberapa tahun terakhir ini mungkin telah dikenal cara lain beternak lele dengan cara bioflok. Sebagian peternak ada yang merasa pembudidayaan ikan lele dengan cara sebelumnya lebih merugikannya dan mempunyai pemikiiran untuk mengganti cara beternak lain. Namun, sebaliknya ada yang sudah mencoba beternak bioflok dan ingin menyerah karena metode yang dipakai gagal.

Untuk itu eduagro akan memaparkannya lebih jelas. agar anda bisa lebih bijak dalam mementukan langkah lebih bijak dalam bisnis ternak lele anda.

Awalnya teknologi bioflok adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam pengolahan limbah. Dalam proses pengolahan limbah, bahan organik berupa limbah lumpur harus terus diaduk dan diaerasi. Tujuannya agar limbah selalu dalam kondisi tersuspensi sehingga dapat diuraikan oleh bakteri heterotrof secara aerobik menjadi senyawa anorganik.

Keharusan pengadukan dan aerasi dalam pengolahan limbah ini dikarenakan bahan organik yang mengendap akan menimbulkan kondisi anaerob yang dapat merangsang bakteri anaerob untuk mengurai bakteri anorganik menjadi senyawa yang lebih sederhana dan beracun berupa ammonia, Nitrit, H2S, dan Metana.

Teknologi bioflok yang sejatinya digunakan dalam pengolahan limbah ini kemudian coba diterapkan di Thailand dalam budidaya ikan nila, yang pada perkembangannya kemudian diterapkan pula dalam budidaya udang. Teknologi ini kemudian banyak diterapkan oleh negara-negara maju seperti Jepang, Brasil, Australia dll. Sementara penerapan teknologi bioflok dalam budidaya ikan di Indonesia belum lama dikembangkan.

Sedangkan budidaya lele sistem bioflok adalah sistem budidaya lele dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah budidaya lele itu sendiri. Dengan menumbuhkan mikroorganisme, limbah budidaya ikan lele akan menjadi gumpalan-gumpalan kecil (flok). Gumpalan-gumpalan yang terdiri dari berbagai mikroorganisme air seperti bakteri, algae, fungi, protozoa, metazoa, rotifera, nematoda, gastrotricha dan organisme lain yang tersuspensi dengan detritus, kemudian akan menjadi makanan-makanan alami ikan. Proses penumbuhan mikroorganisme tersebut dilakukan dengan memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) dan memasang aeratoer yang akan menyuplai oksigen serta mengaduk kolam.

 

Kekurangan Sistim Bioflok

  • Tidak bisa diterapkan pada tambak yang bocor/rembes karena tidak ada/sedikit pergantian air.
  • Memerlukan peralatan/aerator cukup banyak sebagai suply oksigen.
  • Aerasi harus hidup terus (24 jam/hari).
  • Pengamatan harus lebih jeli dan sering muncul kasus Nitrit dan Amonia.
  • Bila aerasi kurang, maka akan terjadi pengendapan bahan organik. Resiko munculnya H2S lebih tinggi karena pH airnya lebih rendah.
  • Kurang cocok untuk tanah yang mudah teraduk (erosi). Jadi dasar harus benar-benar padat (dasar berbatu / sirtu, semen atau plastik HDPE).
  • Bila terlalu pekat, maka dapat menyebabkan kematian bertahap karena krisis oksigen (BOD tinggi).
  • Untuk itu volume Suspended Solid dari floc harus selalu diukur. Bila telah mencapai batas tertentu, floc harus dikurangi dengan cara konsumsi pakan diturunkan.

Kelebihan Sistim Bioflok

  • PH relatif stabil pH 7 – pH 7,8
  • PH nya cenderung rendah, sehingga kandungan amoniak (NH3) relatif kecil.
  • Tidak tergantung pada sinar matahari dan aktivitasnya akan menurun bila suhu rendah.
  • Tidak perlu ganti air (sedikit ganti air) sehingga biosecurity (keamanan) terjaga.
  • Limbah tambak (kotoran, algae, sisa pakan, amonia) didaur ulang dan dijadikan makanan alami berprotein tinggi
  • Lebih ramah lingkungan.

Pada hakikatnya setiap bisnis memiliki keuntungan dan kelemahannya masing-masing. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita sebagai penggiat usahaternak lele harus lebih bijak dalam mencari solusi dan mengetahui potensi melalui kelemahan dan kelebihan itu sendiri. Semoga bermanfaat!

Sumber : beritaorganik.com

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381

gambar eduagro (1)

TEPUNG BULU AYAM UNTUK PAKAN DOMBA

Salah satu faktor yang mendukung kesehatan hewan ternak adalah pemberian protein yang cukup dan sesuai. Pakan dengan kandungan nutrien yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan ternak akan menghasilkan produktivitas yang baik. Kebutuhan protein dalam pakan ternak khususnya domba biasanya dipenuhi dari hijauan, kacang-kacangan, ataupun bungkil tanaman.

Ternak ruminansia tidak mendapatkan semua kebutuhan protein dari rumen. Oleh karena itu, untuk mencapai produktivitas yang optimal, ternak ruminansia harus diberi bahan pakan yang merupakan sumber protein yang tidak terdegradasi dalam rumen (by-pass protein).

Saat ini telah ditemukan sumber protein baru bagi ternak domba, yaitu tepung bulu ayam. Bulu ayam yang biasanya dibuang sebagai limbah, sekarang dapat dibuat menjadi tepung dan dimanfaatkan sebagai sumber protein pada pakan domba.

Bulu ayam yang tidak diproses memiliki kecernaan yang rendah, yakni sebesar 5,8%. Oleh karena itu, sebagai sumber protein, bulu ayam perlu diproses menggunakan tekanan uap tinggi atau rendah, atau dengan penggunaan bahan kimia seperti hydrochloric acid atau sodium hidroxide. Produk ini memiliki kandungan by-pass protein yang sangat tinggi. Pemrosesan terhadap bulu ayam broiler dengan hydrochloric acid konsentrasi 12% bisa menghasilkan tepung bulu ayam dengan 47% by-pass protein.

Protein tepung bulu ayam dapat mensubstitusi sumber protein konvensional (misalnya tepung bungkil kedelai, tepung kelapa, tepung ikan) sebanyak 10%. Rataan kecernaan bahan kering, bahan organic, dan NDF secara berurutan adalah 68,7%, 69,6%, dan 60,9%.

Sumber : pertanianku.com

 

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381

gambar eduagro

MERAMU DEDAK BEKATUL MENJADI PAKAN ALTERNATIF LELE

 Meramu dedak bekatul menjadi pakan alternatif lele – Usaha budidaya ikan lele memang menjadi salah satu usaha yang menarik untuk ditekuni terbukti banyak masyarakat yang meminati usaha ini karena keuntungan yang dapat diperoleh dari budidaya ini lumayan menggiurkan, di daerah saya sendiri sudah sejak lama banyak yang menekuni usaha ini sebagian dari mereka menekuni budidaya ini untuk usaha sampingan, menurut mereka budidaya lele ini tidak rumit seperti yang dibayangkan karena untuk mengurusinya sendiri tidak harus setiap waktu karena cuma memberikan pakan secara rutin di pagi dan sore hari jadi disisa waktu yang longgar itu bisa sambil melakukan pekerjaan yang lain, namun ada beberapa kendala yang sering dihadapi oleh para pembudidaya salah satunya masalah pakan, pakan lele yang kadang harganya melonjak membuat mereka sedikit kebingungan mengingat harga lele yang juga kadang tidak stabil sehingga membuat mereka kadang merugi, namun untuk masalah pakan ini bisa sedikit teratasi karena sekarang banyak pakan alternatif lele yang bisa mereka buat untuk menekan ongkos pakan yang mahal.

 

Sebenarnya banyak pakan alternatif lele yang bisa dibuat salah satu pakan alternatif yang mulai banyak digunakan oleh pembudidaya adalah dedak, ternyata dedak ini tidak hanya bisa digunakan untuk pakan unggas namun juga bisa diramu menjadi pakan alternatif yang hemat untuk lele, pakan alternatif ini bisa kalian terapkan pada budidaya ikan lele kalian karena pakan ini dinilai memiliki kandungan protein yang tinggi bahkan bisa melebihi kandungan protein yang dari buatan pabrik. Bila kalian tertarik membuat pakan alternatif ini bisa menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, diantaranya.

 

Meramu dedak bekatul menjadi pakan alternatif lele

  • Dedak bekatul sebanyak 5kg.
  • Pelet ikan sebanyak 2.5kg.
  • Garam dapur sebanyak 5 sdm.
  • Minyak sayur setengah gelas atau bisa juga jelantah sisa penggorengan.
  • Air sebanyak 5 liter.

Setelah semua bahan yang diperlukan sudah siap sekarang waktunya pembuatan pakan alternatif lele ini, berikut langkahnya.

  • Campurkan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan tadi seperti dedak, pelet, garam kedalam panci perebusan lalu tambahkan air 5 liter.
  • Aduklah hinnga merata lalu rebuslah hingga berwarna kecoklatan tua.
  • Tunggu sekiranya 1 jam lalu masukkan minyak sayur yang tadi disiapkan lalu aduk sampai rata kemudian tiriskan.
  • Tunggu semalam untuk bisa diberikan pada lele.
  • Setelah itu kepal-kepal bahan yang sudah dibuat tadi lalu berikan pada lele yang bisa diletakkan diberbagai lokasi di kolam, pemberian pakanini bisa 2 kali sehari.
  • Untuk lebih efisiennya berikan pakan ini dimalam hari karena efeknya akan lebih bagus.

Demikianlah sedikit informasi meramu pakan lele engan dedak bekatul yang bisa menekan biaya pakan, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian yang sedang ingin membuat pakan alternatif untuk lele, sekian dari saya dan terima kasih.

Sumber : infopeternakan.com

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381

Rumput-Ruzi-Untuk-Pakan-Ternak

PEMANFAATAN RUMPUT RUZI SEBAGAI PAKAN TERNAK

Rumput Brachiaria merupakan salah satu rumput padang penggembalaan yang mempunyai produksi lebih baik jika kita dibandingkan dengan rumput lapangan, mempunyai nutrisi yang tinggi, lebih tahan pada saat musim kemarau, dan sangat cocok untuk daerah tropis. Salah satu jenis atau spesies dari rumput Brachiaria adalah Brachiaria brizantha. Rumput Brachiaria brizantha tumbuh dengan cepat, dan bisa dipanen atau digunakan untuk pengembalaan ringan (light grazing) pada umur 3 sampai 5 bulan sesudah biji disebar. Rumput ini juga bisa terus menerus tumbuh atau dirotasi dengan tinggi pemotongan 20 sampai 30 cm (Fanindi dan Prawirodiputra, 2000).

Rumput Brachiaria brizantha mempunyai produksi biomassa yang tinggi dalam tiap panen dan kandungan nutrien yang tinggi. Jumlah produksi rumput yang tinggi bisa memenuhi kebutuhan pakan hijauan untuk ternak. Ketersediaan pakan baik secara kuantitas, kualitas maupun kontinyuitas adalah salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan suatu peternakan.

Produksi rumput pada musim hujan sangat melimpah di daerah tropik seperti Indonesia, sebaliknya pada musim kemarau ketersediaan hijauan terbatas sehingga para peternak sering dihadapkan pada masalah kekurangan rumput (Santoso dan Hariadi, 2008). Rumput Brachiaria brizantha cv. Pada musim hujan yang melebihi kebutuhan untuk ternak, bisa dikelola dan dimanfaatkan pada musim kemarau dengan suatu teknologi pengolahan pakan yaitu teknologi silase.

 

Salah satu jenis hijauan pakan dari kelompok graminae yang cocok untuk produksi ternak kambing adalah Brachiaria ruziziensis. Tekstur tanaman yang relatif lembut dengan ukuran batang dan daun yang tidak terlalu besar secara fisik sesuai dengan ukuran dan kapasitas organ cerna ternak kambing yang realtif kecil.

Umumnya petani peternak di pedesaan masih bertumpu pada cara-cara tradisional dengan mengandalkan rumput lapang sebagai sumber utama pakan ternak dengan jumlah yang terbatas. Keterbatasan pakan dapat menjadi penyebab utama populasi ternak disuatu daerah menurun,karena kemampuan peternak dalam penyediaan pakan akan menentukan jumlah ternak yang dipelihara. Untuk mengantisipasi kekurangan hijauan pakan, maka lahan kosong/lahan tidur dapat ditanami tanaman hijauan pakan yang berfungsi untuk padang pengembalaan maupun potongan.

 

Brachia ruziziensis merupakan salah satu spesies rumput yang memiliki fungsi ganda yang dapat dipakai sebagai rumput potongan maupun pengembalaan, dan sangat disukai oleh ternak (palatabilitas tinggi) serta pertumbuhannya cepat, sehingga mampu bersaing dengan tanaman lain seperti gulma/ tanaman liar disekelilingnya. Disamping itu, tanaman ini tahan terhadap kemarau yang sedang, sehingga menjadi salah satu pilihan potensial untuk mendukung produksi kambing.

Dalam tulisan ini dipaparkan secara rinci berbagai aspek karakteristik, budidaya serta pemanfaatan B. ruziziensis sebagai hijauan pakan, khususnya bagi ternak kambing baik untuk pemeliharaan kambing secara tradisional-sambilan maupun untuk usaha produksi secara komersial.

Sumber : peternakankita.com

INGIN MENGIKUTI PELATIHAN DALAM DUNIA PETERNAKAN?

YUK KUNJUNGI KAMI : www.training.eduagroindonesia.com

www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381
Lokasi : Jl.Pemuda Raya Gg.At-taqwa RT 02/06 Desa Sasak Panjang, Tajur Halang Kab.Bogor

kaliandra

Zinc Organik sebagai Pakan Suplemen untuk Ternak Ruminansia

 

Ternak membutuhkan nutrisi untuk kebutuhan dasar hidup, pertumbuhan, perkembangan janin,  produksi (susu) dan  reproduksi (semen, sel telur). Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air.

Ada 2 macam mineral yang terdapat dalam pakan yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah Kalsium (Ca), Fosfor (P), Magnesium (Mg), Kalium (K), Sulfur (S), Natrium (Na) dan Khlorin (Cl). Sedangkan mineral mikro adalah Seng (Zn), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Selenium (se), Kobalt (Co) dan Yodium (I).

Zinc  merupakan komponen penting dalam reaksi >70 enzim yang ada dalam tubuh ternak. Zinc dibutuhkan untuk berfungsinya sistim imun (kekebalan), stabilitas membran sel dan ekspresi gen-gen tertentu dalam tubuh ternak

Telah dilakukan uji in vivo penambahan Zinc organik terhadap performans 16 ekor sapi laktasi. Ternak ini diberi pakan rumput (40 kg) dan konsentrat komersial (8 kg), ampas tahu (5 kg).

Pada saat mencapai bunting tua, ternak sapi dibagi menjadi  tanpa pemberian suplemen, dan pemberian suplemen 4 g Zinc organik (400 g Zn). Selain itu pemberian suplemen Zinc organik kepada sapi pejantan 6 ekor pejantan digunakan terbagi dalam 2 perlakuan Kontrol (rumput + konsentrat + legume + toge + ampas tahu = K) Treatment (K +  Zinc metionin-Kalem):1.5% Kalem, Zinc metionin = 0.025%. Kecernaan pakan, kualitas ****** yang diambil setiap minggu

Dari penelitian yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak disimpulkan bahwa teknologi pembuatan mineral organik (Zn-metionin) dapat diperoleh. Zn-organik (Zn-metionin) meningkatkan fermentasi rumen ditunjukkan dengan total gas yang lebih tinggi (17.7%).

Kemudian Zn organik meningkatkan produksi susu karena menahan laju penurunan produksi susu dan Zn organik+Kalem meningkatkan volume ******. Sementara itu Zn organik pada sapi anak tidak berbeda bila formulasi sudah optimum serta Zn organic pada kambing muda meningkatkan konsumsi dan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH). (REP)

 

Sumber : peternakankita.com

———————————————————————————

INGIN MENGIKUTI PELATIHAN DALAM DUNIA PETERNAKAN?

YUK KUNJUNGI KAMI

www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381
Lokasi : Jl.Pemuda Raya Gg.At-taqwa RT 02/06 Desa Sasak Panjang, Tajur Halang Kab.Bogor

#eduagroindonesia

#agribisnis

#bisnis

#domba

#kambing

#peternakan

#ternak

#farm

#pelatihanrternak

#pelatihanpeternakan

#edukasipeternakan

#ternak

#bisnismenguntungkan

#pelatihanbeternak

#carabeternakdombayangmenguntungkan

ANCAMAN 3 PENYAKIT TERNAK DI AWAL MUSIM HUJAN

WALAU se-sapuan kecil rata ke hampir se-antero Jakarta, tetapi hujan yang ditunggu-tunggu itu turun juga. Lumayan. Menurut ramalan BMG (Badadan Meteorologi & Geofisika), musim hujan yang sesungguhnya bakal turun sekitar akhir Desember dan awal Januari 2018. Buat para petani tentu saja, ini berita menggembirakan. Tetapi buat sebagian peternak unggas, pergantian musim ini tak urung menyembunyikan ancaman penyakit hewan.

 

Data-data empiris para pakar kesehatan hewan, juga pengalaman lapangan para peternak menunjukkan, di pergantian musim kemarau ke musim hujan sedikitnya ada tiga jenis penyakit yang hamper selalu menyebar maut. Pertama, adalah IB (Infectious Bronchitis) yang saat ini masih menjadi momok peternak layer. Pada broiler biasanya disertai infeksi mycoplasma gallisepticum yang menimbulkan angka kematian yang tinggi. Kedua, gumboro. Ini termasuk penyakit yang paling ditakuti oleh peternakan broiler maupun layer. Terutama karena gumboro sangat sigap menular hampir se-sigap dan se-siluman fluburung (AI). Ketiga, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Serangannya frontal dan menjijikkan terhadap broiler, layer, maupun buras. Kawanan virus ini memaksa ayam mangsanya menjulur-julurkan leher sambil menganga-ngangakan mulutnya.

 

IB (Infectious Bronchitis)

Merupakan penyakit infeksius yang saat ini cukup ditakuti peternak layer. Penyakit IB dulu sering dikaitkan pada saat kejadian kematian DOC cukup tinggi. Sementara pada broiler, biasanya kasus IB disertai infeksi Mycoplasma gallisepticum, sehingga menyebabkan timbulnya kematian yang tinggi. Kasus IB saat ini menjadikan kebingungan kalangan praktisi karena gejala yang timbul tidak spesifik. Dilaporkan pernah terjadi menyerang ginjal, ditemukan di AS oleh Holte dan Gray sedang tipe I ditemukan di Australia.

Pada fase layer kejadian IB ditandai penurunan produksi 10-50 % bahkan bisa lebih, disertai penurunan kualitas telur. Penurunan kualitas dan kuantitas telur sangat memukul usaha peternakan ayam petelur. Kasus IB pada broiler di Indonesia kejadian relatif lebih rendah tetapi kasus afkir cukup tinggi. Pendukung utama IB adalah variasi umur yang banyak di Indonesia dan kondisi kandang yang kurang memadai dengan ventilasi sangat kurang.

 

Etiologi

Kasus IB termasuk gol virus Coronaviridae, virus ini mudah mati pada suhu 56? C selama 15 menit, 45? C selama 90 menit. Peka terhadap desinfektan. Inkubasi virus 48 jam, penularan dapat secara langsung atau tidak langsung

 

Gejala Klinis

Pada anak ayam sering terlihat gangguan respirasi, ngorok basah, mata berair, berat badan dan nafsu  makan menurun. Pada grower gejala respirasi jarang terlihat, sementara pada broiler sering terjadi kasus nefrofati. Dan pada layer dapat terjadi di awal produksi/kenaikan produksi telur maupun saat produksi.

Penurunan kualitas dan kuantitas dapat mencapai lebih 50%, apabila terjadi kesembuhan produksi sulit mencapai puncak kembali (5-6 mg). Kuning telur sering ditemukan adanya perdarahan, akibat saluran reproduksi mengalami degenerasi. Dan pada putih telur sering ditemukan adanya meatspot yang merupakan ciri khas dari IB. Saat ini umumnya, gejala yang tampak hanya feses putih, ginjal bengkak, ureter berisi asam urat, dan produksi telur turun dengan tajam tanpa kehilangan nafsu makan.

 

Pemeriksaan Patologis

Makroskopis, pada anak ayam ditemui radang mata, discharge nasal (leleran) pada trachea, bronchi dan air sac (kantung udara). Untuk tipe nephrogenic, terjadi kerusakan ginjal, dan sering ditemui asam urat. Pada ayam petelur, terjadi gangguan perkembangan oviduc (saluran telur).

Mikroskopik, adanya oedematus di trachea dan bronchi, nephritis intertitialis pada IB tipe ginjal, asam urat, dan kadang ditemui gout. Dan diagnosa diperoleh melalui uji serologi, gejala klinis dan pemeriksaan anatomi. Diagnosa banding antara lain ILT, ND, AI, Fowl Pox, Coryza.

 

Pencegahan

Sanitasi dan biosekuriti sebagai salah satu cara efektif mencegah munculnya kasus IB. Selain itu, harus dilakukan cek titer darah rutin, program vaksinasi sesuai lokasi kandang (bila memungkinkan vaksinasi untuk tipe yang menyerang ginjal). Dan pada saat terjadi outbreak dilakukan revaksinasi serta pemberian vitamin. Tak ketinggalan perbaikan manajemen kandang

Gumboro

Penyakit ini salah satu penyakit utama pada layer dan broiler, yang kejadiannya sering pada saat pergantian musim. Mortalitas dan morbiditas sangat tinggi. Ayam petelur yang terserang sulit untuk mengejar standar BW (body weight) sehingga ada kemungkinan akan terjadi keterlambatan saat bertelur. Penyakit ini sangat menular terutama pada anak ayam yang ditandai dengan diare, depresi, atrophy bursa, dengan masa inkubasi 3-4 hari.Dan penyakit ini sering dikacaukan dengan gejala AI.

Virus ini merusak sel kekebalan terutama B cell yang dihasilkan oleh bursa fabricius, sehingga akan timbul infeksi sekunder seperti ND atau IB. Virus gumboro mempunyai kemampuan sangat tinggi dalam modifikasi genetik.

Penularannya melalui kontak hewan sakit, lendir mukosa yang dikeluarkan, serta lewat pakan/minum. Kasus sering timbul berulang mesti sudah ada program vaksinasi. Dan kejadian gumboro erat hubungannya dengan faktor lingkungan, manajemen, manajemen brooder dan biosekuriti kandang

 

Gejala klinis

Penyerangan dapat terjadi pada usia 1-21 hr atau 21 hari ke atas. Pada usia di bawah 21 hari serangan imunosupresif sangat kuat, bentuk klinis sering terlihat pada 14-18 hari, nafsu makan turun demikian pula nafsu minum. Gejala yang nampak diare encer, kotoran putih lengket pada bulu-bulu di sekitar anus. Ayam berdiri seolah-olah kedinginan dan kematian dapat 40% dengan morbiditas 100%. Bila serangan lebih dari 5 hari maka kematiannya biasanya karena infeksi sekunder seperti ND.

 

Pemeriksaan Anatomi

Makroskopis, adanya ptechiae pada otot paha, dada, ginjal bengkak, ureter penuh asam urat, adanya hemorraghie pada batas antara proventriculus dan gizzard. Ayam mengalami dehidrasi berat yang berakibat musculus/otot pectoralis gelap, hati bengkak dan adanya infark perifer

Mikroskopis, terutama pada organ limfoid seperti bursa fabricius, limfa, thymus dan tonsil caecalis, ginjal tampak perubahan yang spesifik.

Sementara diagnosa dapat diteguhkan melalui sejarah kandang, gejala klinis yang ditunjukkan, serta diperkuat dengan pemeriksaan serologis.

 

Pencegahan

Perlu upaya diarahkan agar ayam tidak mengalami dehidrasi berat dan adanya tambahan nutrisi lewat air gula. Selain itu, perbaiki manajemen kandang, biosekuiti ketat dan peningkatan nutrisi pakan. Menekan variasi umur dalam satu lokasi, artinya meningkatkan keseragaman umur. Dan tentu diikuti program vaksinasi. Apabila terjadi wabah perlu dilakukan revaksinasi.

 

ILT (Infectious Laryngo Tracheitis)

Merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh golongan DNA virus, family herpesviridae. Menyerang ayam dengan gejala-gejala pada respirasi dibarengi eksudat (lendir) darah pada trachea. Ciri khas ekspresi ayam terserang ILT, leher dijulurkan ke atas sambil mulut terbuka, dan biasanya di sekitar bateray ditemukan exudat berdarah. Penyakit ini terutama menyerang ayam dara (14 mg). Umumnya hanya ditemukan pada ayam petelur, meski pernah juga dilaporkan pada broiler. Penyakit ini diperberat oleh infeksi sekunder virus seperti ND, IB dan Pox.

 

Penularan dan Gejala

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan unggas sakit atau melalui peralatan kandang yang tercemar virus. Tetapi ILT tidak ditularkan secara transversal. Gejala klinis sering ditunjukkan dengan dispnoe (kesulitan bernafas) atau bernafas dengan paruh terbuka, kadang batuk disertai dahak merah (berdarah). Kasus ILT biasanya morbiditas rendah dengan mortalitas sekitar 30%.

 

Semoga Bermanfaat

PELATIHAN PEMASARAN PRODUK SUSU KAMBING

[PUNYA PRODUK, TAPI NGGAK LAKU?]

Eduagro Indonesia juga akan membantu Anda untuk menggali ilmu bagaimana produk Anda bisa habis terjual dengan berbagai strategi melalui training class pemasaran khusus produk susu kambing perah dengan judul tema “PRODUK BERKUALITAS, JUALAN KUDU CERDAS!”.
Pelatihan akan diselenggarakan pada:

🗓Minggu, 25 Februari 2018
08.00-17.00 WIB
📍Lazuardi Al-Falah School, Beji, Depok

Bersama para praktisi usaha ternak kambing perah yang sudah melalui banyak halang rintang dalam pemasaran produk-produknya. Tunggu apa lagi?

Daftarkan diri Anda, KURSI TERBATAS!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381 / http://bit.ly/PemasaranPeternakan
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

PELATIHAN PEMASARAN DOMBA & KAMBING

[PUNYA PRODUK, TAPI NGGAK LAKU?]

7 dari 10 pelaku usaha peternakan, khususnya peternakan domba dan kambing penggemukan memiliki kendala dalam pemasaran.
Pola pikir pemasaran, strategi dan tantangan, serta cara meraih pasar tentu ada ilmu yang bisa dipelajari bersamaan

Eduagro Indonesia akan membantu Anda untuk menggali ilmu bagaimana produk Anda bisa habis terjual dengan berbagai strategi melalui training class pemasaran khusus produk penggemukkan domba dan kambing dengan judul tema “PRODUK BERKUALITAS, JUALAN KUDU CERDAS!”.
Pelatihan akan diselenggarakan pada:

🗓Sabtu, 24 Februari 2018
08.00-17.00 WIB
📍Lazuardi Al-Falah School, Beji, Depok

Bersama para praktisi usaha penggemukkan domba kambing, Anda akan pulang dengan berbagai strategi penjualan dan raih untung jutaan! Karena penjualan adalah nadinya peternakan, bukan?

Daftarkan diri Anda, KURSI TERBATAS!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381http://bit.ly/PemasaranPeternakan
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

NGARIUNG DI SAUNG?

 

Ngariung di Saung?

Iya, ngobrol-ngobrol santai tapi banyak sekali ilmunya!

Bersama Doddy Domba, sang Owner Saung Domba Internasional sekaligus Ketua Bidang Pemasaran HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia), membahas tentang data dan fakta usaha domba-kambing serta proyeksi peluang usaha di tahun 2018.

Tak ketinggalan ngariung bersama Rosis Arief, CEO RSTWD (Roemah Sehat Ternak Waroeng Domba), berbagi mengenai penyakit beserta obat-obat domba-kambing dan dosis penggunaannya.

Kapan lagi?
Yuk daftarkan diri Anda segera!

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381