[MEGA SEMINAR PETERNAKAN DI AKHIR TAHUN 2017]

 

 

 

PERTAMA DAN TERAKHIR DI TAHUN 2017 !!!

Satu-satunya seminar ditahun ini yang membahas mengenai Keuangan,Akutansi dan Perpajakan di bidang peternakan ! Seminar yang akan membuat anda memahami jenis-jenis biaya yang diperlukan dalam pengembangan usaha peternakan Anda ! Anda juga akan mengetahui pencatatan keuangan yang baik dalam usaha anda serta aturan perpajakan yang berlaku di bidang peternakan ! Dipandu oleh praktisi yang berkompeten dan telah berpengalaman lebih dari 10 tahun ! Jadi Tunggu apa lagi , Mari Investasikan diri anda pada MEGA SEMINAR KUPAS TUNTAS SAMPAI PUAS!! KEUANGAN, AKUNTANSI DAN PERPAJAKAN DALAM PETERNAKAN
Kapan dan Dimana ? Catat ya tanggal dan tempatnya
Waktu : Sabtu, 25 November 2017
Pukul : 08.00-17.00
Tempat : Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Depok
PESERTA TERBUKA UNTUK UMUM DAN SELURUH KOMODITAS PETERNAKAN!
Investasi
Per Orangan
Rp 1.500.000
Paket Hemat
Paket DUO IRIT (untuk 2 peserta)
Dari Rp 3.000.000 HANYA Rp 2.650.000
Paket AMAN (Asik Limaan)
Dari Rp 7.500.000 HANYA Rp 6.375.000
Paket NGARIUNG (untuk 10 peserta) Dari Rp 15.000.000 HANYA Rp 12.450.000
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!
Daftar Ketik : DaftarEduagro_Nama Lengkap_Alamat Lengkap_No.HP kirim ke 0857-7372-8381 CP : 0857-7372-8381 (Office) / 0822-9853-3300 (Fauzi) / @his3343z (Official Line)

Ini Dia Ciri Bibit Sapi Unggul, Peternak Wajib Tahu

Ini Dia Ciri Bibit Sapi Unggul, Peternak Wajib Tahu

Memilih bibit sapi yang berkualitas memang tidak mudah. Bahkan, untuk memahaminya seorang peternak harus mempelajarinya jika ingin mengetahui ciri-ciri bibit sapi unggul yang siap untuk digemukkan.
 
Pemilihan bibit sapi yang benar akan menentukan keberhasilan ketika masuk ke proses penggemukan. Hal ini merupakan faktor penting berjalannya usaha penggemukan sapi Anda ke depannya.
 
Untuk itu, agar usaha ternak sapi yang dijalankan sesuai rencana, Anda juga harus memilih bibit sapi yang bagus. Berikut cara memilih bibit sapi yang berkualitas:
 
1. Bibit sapi yang bagus memiliki ciri-ciri fisik seperti:
 
  • Memiliki bentuk tubuh yang proporsional, yaitu mempunyai rangka tubuh yang kokoh serta lebar.
  • Memiliki tinggi tubuh yang sama antara depan dan belakang serta tubuhnya memanjang.
  • Memiliki dada yang lebar, dengan mempunyai dada yang lebar akan membuat pertumbuhan daging di daerah dada bisa maksimal.
  • Memiliki bulu yang kering dan pendek dengan mata yang bersinar dan responsif terhadap lingkungan sekitar.
  • Bibit sapi yang bagus biasanya mempunyai pantat yang lebar serta perut kecil. Sebab, bibit sapi yang mempunyai perut besar menandakan bahwa bibit sapi terkena penyakit cacingan. Perut bibit sapi yang terlalu besar akan menghalangi pertumbuhan pada bagian yang lain, karena daging biasanya hanya akan tumbuh di bagian perut.
  • Memiliki kaki yang kokoh dan tulang kaki yang besar. Kaki yang kokoh pada bibit sapi yang bagus akan menopang berat badan sapi yang semakin besar.
  • Bibit sapi mempunyai bentuk kaki yang normal serta lurus.
  • Bibit sapi yang bagus memiliki bentuk tubuh yang tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.
Pilihlah bibit sapi yang berukuran sedang karena bibit yang terlalu kurus dan gemuk pertanda bahwa keadaan sapi tidak terlalu baik untuk dikembangbiakkan.
 
2. Untuk memulai usaha ternak Anda, pilihlah bibit sapi yang sudah berusia 2—3 tahun. Karena pada usia tersebut merupakan umur yang paling ideal untuk dikembangbiakkan. Selain itu, pada usia sapi tersebut sapi akan lebih mudah untuk tumbuh dan kembang yang maksimal.
 
3. Bibit sapi yang Anda pilih harus memiliki napas yang teratur. Ini tanda bahwa bibit sapi dalam keadaan bagus.
4. Memiliki sistem pencernaan yang lancar.
5. Bibit sapi memiliki gerak yang aktif karena bibit sapi yang lemas dan tiduran menandakan bahwa ia tidak sehat atau bahkan terserang penyakit.
 
Sumber : pertanianku.com

PENYEBAB KEGUGURAN PADA TERNAK KAMBING

Keguguran menimbulkan kerugian terhadap dua aspek, yakni peternak gagal memperoleh tambaham anak kambing (cempe) dan gagalnya produksi susu karena kabing tidak jadi beranak.

Peneyebab Keguguran pada ternak kambing bisa bermacam-macam seperti;

-Diseruduk kambing pejantan

-Kambing terjatuh

-Terkena penyakit seperti (Salmonella sp, Brucella sp, Chlamydia, Toxoplasma atau Bue Tongue).

Keguguran yang disebabka oleh mikroroorganisme penyebab penyakit hanya dapat ditentukan dengan analis di laboratorium. Pengobatan yang efektif harus didasarkan pada penyebb penyakit tersebut.

Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat diobati dengan tuntas, sehingga kambing yang mengidap virus ini sebaiknya segara disingkirkan dari populasi, misalnya dipotong. Upaya ini juga merupakan upaya pencegahan agar penyakit tidak mewabah. Keguguran yang disebabkan oleh bakteri masih bisa diatasi denngan memberikan preparat sulfa atau antibiotika. Berbagai bentu benda cairan yang dikeluarkan oleh kambing yang keguguran harus segara dibakar.

Penyebab keguguran pada ternak kambing

Bagian kandang yang terkena cairan, misalnya dara kambing yang keguguran, harus dibersihkan dengan disinfektan. Keguguran yng disebabkan oleh mikroorganisme penyebab penyakit bisanya bersifa zoonois, yaitu dap menular pada manusia, sehingga harus hati-hati dalam menolong kambing yang keguguran.

Penyebab keguguran secara fisik bisa dihindari dengan memisahkan kambing yang bunting dari kambing lainnya,terutama kambing jantan. Kandang harus bersi dan tidak licin untuk menghindari terjatuh atau tergelincirnya kambing di dalam kandang.

Penyebab Keuguraguran Pada Ternak Kambing Tanda Klinis:

-Produksi susu menurun

-Keluar cairan dari alat kelaminnya yang infectious

-Cairan janin keruh

Pencengahan:

-Sanitasi atau kebersihan kandang harus selalu terjaga

-Tata laksana kandang harus baik

Pengobatan

-Injeksi antibiotic dengan dosis 5 ml

-Ternak lain yang masih sehat perlu divaksinasi.

Sumber : peternakankita.com

Semoga Bermanfaat

krisis

PETERNAK JAGA CASHFLOW DAN KEUANGANMU, BILA INGIN TETAP BERADA DIBISNIS INI

Cash is King , itu lah yang akan menjadi topik penting bagi semua pelaku usaha di tahun 2018 dan 2019, cash is king sebuah perumpamaan yang ingin menyampaikan bahwa siapa pengusaha yang dapat menjaga keuangannya dan mengelola keuangannnya dengan tepatlah yang akan bergerak di tahun tahun yang akan datang
Apa yang akan terjadi di tahun 2018 dan 2019 adalah sebuah tahun yang berat bagi kita khususnya dan pelaku usaha pada umumnya , tantangan besar apa yang akan kita hadapi 2 tahun mendatang memang berat mari kita lihat indikator indikator usaha di tahun mendatang.
  • 2018 – 2019 tahun politik, yang akan terjadi adalah perduelan politik yang akan menyeret ekonomi ke arah stagnansi
  •  2016 – 2017 ini menunjukkan daya beli yang menurun, di tandai dengan hasil statistik yang menyatakan demikian, bahkan dari hasil analitis yang menarik lagi hampir komposisi pembelanjaan yang akan terjadi di dominasi di hal hal kreatif dan leisure
  • Menurunnya perputaran keuangan, dari beberapa diskusi pelaku usaha yang ada di sekitarn saung domba international, disimpulkan usaha yang di jalankan omzet menurun 30 sampai 40 Persen dari kondisi umum
  • Market yang tetap dan cenderung menurun ini di tambah dengan semakin padatnya pemain karena mulai di galakkan wiraswasta dan banyak nya pemain baru membuat indahnya dunia persaingan
  • – Dunia investasi akan stagnansi karena dunia usaha yang memasuki resiko tinggi karena stagnya ekonomi dan resiko usaha yang tinggi, para pemain lama akan hold position dan wait and see untuk mulai bersaing di dunia usaha

Sebuah artikel ekonomi yang membahas mengenai cara menghadapi kondisi keuangan di tahun 2008 dan 2009 di saat terjadi resesi ekonomi global memberikan beberapa strategic dalam menghadapi resesi ekonomi , seperti jaga pengeluaran buat pemasaran, menyesuaikan portfolio product dan support distributor. Ini adalah ketiga strategic dari beberapa strategic lainnya yang sama penting dalam menghadapi stagnansi ekonomi dan resesi ekonomi

Fokus terhadap beberapa hal dan beberapa point penting dari bisnis anda, ikat pinggang pengeluaran terhadap beberapa bisnis lain yang tidak penting keberadaannnya, wait and see dan mencoba bertahan dari berbagai terpaan yang terjadi karena lagi hancurnya market yang di sebabkan oleh resesi ekonomi.
Dalam sebuah tulisan in strategic overview dalam resesi bisnis, mengatakan bahwa wall mart dan south west airlines yang memiliki posisi yang kuat di market dan cost yang efisien dapat menjadikan resesi menjadi momentum dalam meraih share market yang lebih besar, sementara perusahaan lain yang memiliki balance sheet yang kuat dan sehat akan memakan market dari beberapa pengusaha yang memiliki keuangan yang tidak sehat dan efisien
Mungkin kita sekarang berada tidak dalam posisi wall mart namun kita berada pada posisi usaha yang memiliki keuangan yang sehat dengan balance sheet yang sehat dan ini akan menjadi modal yang kuat untuk kita surviving dan memakan market share dari bisnis bisnis lain serupa yang memiliki keuangan yang tidak sehat.
Untuk itu teman peternak jaga kesehatan keuangan anda dan cashflow anda dalam menghadapi badai besar yang akan menimpa usaha peternakan kita di tahun 2018 dan 2019, mudah mudahan kegiatan wait and see dan memperbaiki bisnis yang kita lakukan sekarang menjadi senjata di tahun berikutnya di saat ekonomi bounce back atau berbalik arah ke ekonomi yang lebih baik.
Semangat terus peternak domba kambing indonesia. Mari perkuat bisnis untuk tetap menjadi salah satu pemain didalam bisnis domba dan kambing
By Doddy Domba Lubis
10 - Domba Kisar Betina

PEMELIHAARAN TERNAK BUNTING

Pemeliharaan betina bunting merupakan salah satu upaya penting
yang harus dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas ternak.
Pemeliharaan ternak bunting perlu lebih diintensifkan utamanya dalam
hal pemberian pakan dan perawatan (hindari dari terjatuh dan benturan
atau kondisi kandang yang kurang baik). Proses pemeliharaan
kebuntingan ini sangat penting karena embrio ternak cukup labil
utamanya pada umur kebuntingan muda.

Hasil penelitian Ayalon (1978) dalam Hunter (1995) menunjukkan kematian embrional pada umur 35 –42 hari pada domba mencapai 31%. Penelitian lain dari Toelihere (1981) menunjukkan bahwa kematian embrional dalam minggu pertama kebuntingan mencapai 25%. Kematian embrional ini disebabkan oleh
beberapa hal antara lain kondisi pakan, ketidakseimbangan hormonal dan beberapa penyakit seperti Vibriosis dan Bruchelosis (Toelihere,
1981). Alasan utama perlunya pemeliharaan betina bunting yang lebih insentif karena betina bunting tersebut merupakan penentu kualitas anakan yang akan dihasilkan.

Beberapa cara untuk memelihara ternak bunting adalah dengan
perbaikan pakan dan pemisahan induk bunting. Pakan menjadi salah satu faktor penting dalam pemeliharaan betina bunting karena dengan memberikan pakan yang baik akan memenuhi kebutuhan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan anakan kambing domba ataupun kesehatan indukan.
Indukan juga membutuhkan pakan yang baik terutama untuk
mempertahankan kesehatan utamanya kesehatan tulang sekaligus digunakan untuk memproduksi air susu. Beberapa bahan pakan utama yang dibutuhkan oleh betina bunting antara lain adalah kandungan kalsium, asam amino essensial tertentu seperti lysin dan karbohidrat sebagai sumber energi.

Contoh formulasi ransum yang dapat diberikan pada betina bunting antara lain :

Hijauan 3 kg

  • Konsentrat :
  • Dedak Padi 0,5 kg
  • Jagung 0,5 kg
  • Garam dapur 1 sdt

Contoh formulasi ransum ini dapat digunakan hingga ternak betina tersebut melahirkan. Selain itu dapat juga diberikan beberapa bahan pakan berenergi tinggi seperti ketela pohon.
Induk harus dipisahkan untuk menghindari benturan ataupun
gangguan betina lain. Gangguan akan banyak terjadi apabila terdapat ternak yang dominan. Selain pemisahan, kondisi kandang juga harus diperhatikan, antara lain jarak bilah pada lantai sehingga dapat menurunkan resiko terperosok.

Sumber : amansurifarm

22687675_1211136029031129_7962407821135348619_n

PERTUMBUHAN PASCA-KELAHIRAN DOMBA

Seperti kebanyakan hewan pada umumnya, domba mengalami proses pertumbuhan yang sama, yakni berlangsung lambat di awal kemudian meningkat lebih cepat sampai domba berumur 3—4 bulan. Namun, pertumbuhan tersebut akhirnya kembali lebih lambat pada saat domba mendekati kedewasaan tubuh.
Pertumbuhan tercepat dialami hanya pada beberapa bulan pertama saja. Proses pertumbuhan ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik (keturunan), iklim lingkungan, serta penanganan kepada domba itusendiri. Faktor keturunan lebih membatasi pertumbuhan dan besarnya tubuh yang dapat dicapai. Cara pemberian pakan dan pencegahan penyakit juga akan menentukan tingkat pertumbuhan dalam mencapai kedewasaan. Berikut adalah masa-masa pertumbuhan yang biasa terjadi pada domba.
1. Pertumbuhan awal
Pada saat domba lahir kepalanya relatif besar, kaki panjang, tubuh kecil. Namun, setelah domba itu mencapai kedewasaan maka proporsi tubuh menjadi serasi antara kepala dan kakinya. Proses pertumbuhan domba semenjak di dalam kandungan juga tidak serentak, melainkan masing-masing bagian tubuh mengalami laju pertumbuhan yang tidak bersamaan. Misalnya, kepala dan kaki tumbuh lebih awal dan bagian tubuh lain, seperti punggung dan paha akan tumbuh kemudian.
2. Pembentukan karkas
Pertumbuhan tubuh yang kemudian menjadi karkas terdiri atas tiga jaringan utama, yakni tulang pembentuk kerangka, urat pembentuk daging, dan lemak (fat). Ketiga jaringan ini tumbuh teratur dan serasi. Di antara ketiga jaringan tersebut, jaringan tulang tumbuh paling awal. Setelah itu, disusul oleh pertumbuhan urat yang menyelubungi kerangka. Walaupun jaringan lemak tumbuh paling akhir, tetapi pertumbuhannya paling cepat saat mendekati kematangaan tubuh.
Oleh karena itu, domba yang masih muda persentase tulangnya lebih tinggi, sedangkan persentase daging dan lemaknya rendah. Hal itu tidak sesuai dengan kondisi saat ini bahwa konsumen lebih menghendaki daging domba muda. Untuk itu, peternak harus memproduksi daging-daging domba muda, terutama umur 3—4 bulan. Caranya adalah dengan memberikan ransum yang tepat sehingga karkas mencapai proporsi maksimal.
Domba potong yang belum matang memiliki kandungan lemak yang sangat rendah. Sebaliknya, domba potong usia lanjut tubuhnya akan kelebihan lemak yang akan ditimbun di sekeliling alat pencernaan dan bagian pinggang. Sebagian akan memenuhi permukaan daging di bawah kulit yang membuat domba tampak gemuk dengan bentuk tubuh membulat. Kondisi semacam ini memberi kesan bahwa domba itu siap dipotong. Pertumbuhan tubuh domba secara keseluruhan dapat diukur dengan kombinasi antara pertambahan bobot dan besar badan. Besarnya badan domba dapat diukur melalui kriteria seperti lebar kemudi, lebar dada, dan kedalaman paha. Sehubungan dengan gelombang pertumbuhan ini, dikenal istilah “domba matang awal” dan “domba lambat matang “.
– Domba matang awal
Kelompok domba ini laju pertumbuhannnya sangat cepat dan memerlukan waktu pemeliharaan yang relatif singkat. Oleh karena itu, kelompok domba ini cocok untuk produksi daging sebagai ternak potong serta bisa digemukkan dan dijual lebih awal. Beberapa contoh domba ini antara lain southdown dan ryeland.
– Domba lambat matang
Kelompok domba ini memiliki laju pertumbuhan yang rendah sehingga memerlukan waktu yang lebih lama. Domba jenis ini kurang cocok untuk penggemukan dan memerlukan waktu lebih lama dan pakan dengan jumlah lebih banyak sehingga memerlukan biaya tinggi. Beberapa contoh domba ini antara lain lincoln, leicester, dan domba asli Indonesia.
Sumber: Buku Beternak Domba

MENGENAL JENIS DOMBA TEXEL WONOSOBO BESERTA CIRINYA.

Di Indonesia terdapat berbagai jenis domba dengan ciri dan kualitas masing-masing, salah satunya yaitu jenis domba texel Wonosoba atau sering juga disebut Dombos, mungkin ada dari kalian yang bertanya-tanya kenapa bisa dinamakan texel Wonosobo? sebenarnya domba tersebut bukan asli dari Wonosobo melainkan diperkembangbiakkan disana, awalnya Pemerintah mendatangkan 500 ekor domba texel dari Belanda pada tahun 1954/1955 dan domba-domba tersebut dialokasikan dibeberapa wilayah diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur namun daerah-daerah yang menampung domba tersebut tidak bisa menjadi tempat adaptasi yang baik kemudian pada tahun 1957 domba tersebut coba dipindahkan ke Wonosobo dan ternyata disana domba tersebut dapat berkembang biak secara baik sehingga pada tahun 2006 jumlah domba texel tersebut mencapai 8.753 ekor.

Jenis domba texel Wonosobo tersebut termasuk dala kategori domba potensial karena merupakan penghasil daging terbaik, bobot domba jantan dewasa bisa mencapai 100 kg sedangkan yang betina bisa mencapai 80 kg dengan karkas sekitar 55 %, karena itulah banyak masyarakat Wonosobo yang merintis usaha beternak domba persilangan texel dengan domba lokal dan menghasilkan keuntungan yang lumayan, Selain sebagai domba potong ternyata domba tersebut juga bisa menghasilkan bulu wool yang berkualitas sebanyak 1000 gram per ekor untuk setiap tahunnya. Di pedesaan Wonosobo juga telah dirintis usaha industri rumah tangga yang mengolah bulu wool hasil ternak mereka.

Domba texel itu sendiri memiliki ciri khas tersendiri sehingga mudah untuk membedakannya dengan jenis domba lain, diantaranya memiliki bulu wool yang keriting halus dengan bentuk spiral berwarna putih yang menyelimuti seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian bawah perut, kakinya serta kepalanya, domba ini juga memiliki postur tubuh yang tinggi besar, panjang dengan leher panjang dan ekor yang kecil. Domba ini juga termasuk cepat dalam berkembang biak, usia pertama kali saat mulai bisa beranak yaitu 15 bulan dan selanjutnya dapat melahirkan setiap 8 bulan sekali, untuk kelahiran anak pertamanya biasanya tunggal dan untuk kelahiran selanjutnya biasanya kadang-kadang kembar.

Permintaan akan domba texel dari luar daerah ini menjadi suatu kendala yang harus dihadapi, sebenarnya ini bisa menjadi pamor nilai harga domba itu sendiri sehingga bisa melestarikan para peternak domba texel namun bila permintaan semakin banyak bisa menjadikan pengurasan ternak yang perkembang biakkannya pun masih menjadi kendala sebab masih bergantung pada sistem kawin alamiah karena belum adanya produsen frozen semen domba tersebut.

Demikianlah informasi tentang jenis domba texel Wonosobo, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan terima kasih.

Merawat Kuda Bunting, Menyiapkan Kelahiran dan Perawatan Anak Kuda

“Merawat Kuda Bunting, Menyiapkan Kelahiran dan Perawatan Anak Kuda”
PERAWATAN KUDA BUNTING
Bagi banyak penggemar kuda, tidak banyak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman bagaimana merawat kuda bunting, menangani kelahiran kuda maupun merawat bayi kuda. Sehingga saat dihadapkan pada persoalan sekitar perawatan kuda bunting, kelahiran, dan anak kuda, maka banyak hal yang tidak dimengerti sehingga mengakibatkan hal-hal yang tidak diharapkan misalnya: keguguran, anak kuda sakit bahkan mati, dll.
 
Tulisan berikut berdasarkan pengalaman praktis didukung oleh informasi-informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan juga dari cara-cara tradisional dalam melakukan perawatan kuda bunting.
 
MENDETEKSI KUDA BUNTING ATAU TIDAK.
Bagi pemula kadang tidak tahu sama sekali kalau si kuda dalam kondisi sedang bunting muda. Bahkan karena ketidak tahuannya tersebut sering kita lihat kuda bunting dilarikan dalam pacuan. Untuk itu cara-cara sederhana untuk mendeteksi kuda bunting harus dipahami oleh setiap pemilik kuda maupun pelatih dan perawat kuda. Cara sederhana yaitu dengan mendeteksi apakah kuda betina itu mengalami “beger” pada siklus waktu yang sudah diprediksi sebelumnya (Lihat posting FSI tentang “Mendeteksi Masa “subur” Atau “beger = Jawa” atau “heat = English”Kuda Betina”.) Pengamatan kuda betina bunting juga dilakukan lewat pengamatan fisik si kuda betina tersebut. Seekor kuda betina yang bunting muda (sebelum 5 bulan) akan sulit dibedakan apakah kuda itu memang sedang bunting atau “gemuk”. Kuda betina bunting muda sebenarnya bisa dilihat dari perubahan bentuk tubuh dibagian perut, juga warna bulunya yang cenderung lebih “mengkilat”. Juga napsu makan yang lebih besar ketimbang saat sebelum bunting. Dia juga sangat tidak senang didekati oleh kuda jantan. Biasanya akan “menjerit” dan “menggigit” kuda jantan yang mendekati.
Perbedaan kuda bunting dan gemuk terdapat pada sisi bawah perut. Kuda bunting bagian bawah perutnya akan membesar. Sedangkan kuda gemuk cenderung pembesaran perut kearah samping. Juga kadang terjadi pembesaran pada punting susu bila kuda sedang hamil, sedangkan pada kuda gemuk tidak terjadi. Kalau anda ragu lebih baik minta bantuan seorang dokter ahli kuda yang anda kenal untuk memastikannya.
 
Bila kuda anda memang betul-betul bunting, maka perawatan kuda bunting yang baik akan mengurangi resiko kelahiran si anak nanti. Perawatan itu meliputi: rangsum makanan, vitamin, latihan dan kebersihan kandang.
 
Rangsum Makanan
Semula saya berpikir begitu kuda hamil maka otomatis kuda akan makan dengan jumlah yang lebih dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu kita berikan makanan ektra. Ternyata dengan memberikan jumlah makanan ektra justru akan menaikkan resiko kuda mengalami kegemukan dan keguguran. Pemberian makanan lebih baik “pas” tidak “lebih” tidak “kurang.” (baca link “Kesehatan Kuda”.) Memperbesar anak kuda lebih baik setelah anak kuda lahir bukan saat berada di dalam kandungan. Kandungan yang berukuran besar juga beresiko bagi induk, apalagi induk muda yang belum pernah melahirkan anak.
 
Pemberian kalsium secara rutine dengan takaran yang benar juga sangat penting untuk membantu pertumbuhan anak dan memberikan ketahan tubuh yang lebih baik buat induk. Makanan pokok kuda seperti rumput yang alami ditambah biji-bijian seperti jagung dan kacang hijau akan lebih baik. Pemberian vitamin sesuai dengan rekomendasi dokter hewan anda akan juga bisa dilakukan.
 
PERAWATAN
Kuda bunting perlu gerak dan jalan yang cukup untuk memelihara otot dan stamina tubuhnya. Oleh karena itu perlu dibebaskan bergerak di “lahan pelepasan” yang cukup. Bila pad dock pelepasan tidak ada, maka kuda dibawa berjalan-jalan atau “stap” dengan jarak yang cukup setiap pagi dan sore. Perawatan kebersihan kuda juga perlu dilakukan, terutama sekitar puting susu. Bagi kuda yang belum berpengalaman melahirkan ada kalanya perlu dilakukan pelatihan menyusui dengan menyentuh-nyentuhkan jari kita ke puting susu si kuda agar kelak saat anak kuda sudah lahir kuda tidak merasakan aneh bila puting susunya tersentuh.
 
MENGHITUNG HARI KELAHIRAN
Memprediksi hari kelahiran adalah pekerjaan yang sulit namun sebagai peternak kuda kita harus mampu melakukannya untuk memprediksi kapan si anak kuda akan lahir. Sehingga kita bisa mempersiapkan waktu untuk berlibur khusus menunggu kelahiran si anak kuda. Manusia melahirkan anak bukan lagi menjadi persoalan dewasa ini, banyak rumah sakit dan dokter maupun perawat yang mampu menangani persalinan. Bila kuda melahirkan, siapa yang mau menolongnya? Tidak banyak orang memahami hal ini dan biasanya justru ketakutan melihat kuda meronta berguling menendang untuk mengeluarkan anak bayinya.
 
Masa kebuntingan kuda biasanya 11 bulan sejak hari perkawinannya. Untuk memprediksi waktu kelahiran anaknya kita bisa mempergunakan hitungan 11 bulan -5 hari sampai dengan +5 hari. Jadi anda harus menunggunya selama 10 hari berturutan tanpa absen.
 
Kuda melahirkan anak pada malam hari setelah matahari terbenam, Sangat jarang kuda lahir siang hari alasanya mengapa belum bisa diterangkan. Biasanya membutuhkan situasi tenang dan sunyi tidak banyak gangguan. Oleh karena itu kita harus menunggunya namun tidak mengganggu konsentrasinya.
 
Pada bulan ke 10 masa kebuntingannya, anak kuda makin besar dan berat menyebabkan ambing (perut atas bagian belakang) induknya turun atau “terlepas”. Juga bagian pantat kuda dekat ekor akan terlihat menurun. Kalau anda amati terus, ada gerakan sianak kuda yang mendorong dan hilang dibagian belakang dekat ekor induknya. Itu pertanda baik karena anak kuda anda dalam kondisi hidup. Juga amati gerakan-gerakan kaki anak di bagian perut induknya.
 
Amati pembesaran kantong susu induknya. Pada usia kebuntingan 11 bulan, susu induk harus sudah keluar meskipun belum banyak. Apabila anda tekan dengan tangan, maka air susu akan keluar. Bila air susu sudah keluar dengan sendirinya secara deras, maka waktu kelahiran anak kuda tinggal beberapa jam lagi. Mungkin sore hari atau tengah malam si anak kuda akan keluar.
 
MEMPERSIAPKAN KELAHIRAN ANAK
Hal hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kelahiran anak kuda adalah sbb:
 
1. Persiapkan indukan dengan baik, lepaskan sepatu kuda indukan agar kelak saat melahirkan anak, sepatu kuda tidak mengenai bayinya.
2. Induk selalu dimandikan tiap pagi dan bersihkan punting susu tipa pagi dan sore.
3. Stap kuda induk pagi dan sore +/- 1 km dengan hati-hati untuk menjaga stamina induk.
4. Persiapkan kandang kuda, ganti alas kandang dari serbuk kayu dengan rumput kering. Biasanya orang mempergunakan jerami kering yang tebal.
5. Perhatikan kandang kuda anda dengan seksama, untuk anak kuda sebaiknya pintu kandang dibuat yang rapat tidak ada celah yang memungkinkan kaki anak kuda terjepit. Jadi pintu dibuat tertutup rapat sekali atau justru longgar sekali. Anak kuda yang baru lahir cenderung tidur seenaknya kadang kaki-kakinya masuk ke celah pintu yang terbuka.
6. Persiapkan obat-obatan untuk persalinan: Antibiotik suntik (tanyakan ke dokter hewan anda jenis obat antibiotik yang cocok untuk kuda anda), alkohol, Betadin, kapas, jarum suntik ukuran 10 ml yang steril, sarung tangan karet, handuk besar, gunting stainless yang bersih dll.)
7. Persiapkan vitamin seperti Biosolamin untuk suntik atau B Complex dll.
8. Persiapkan pula SUSU FORMULA bayi umur 0-6 bulan (SUSU SGM) periksa tanggal kedalu warsanya. Susu ini diperlukan bila ternyata nanti si induk tidak bersedia menyusuinya atau masih harus belajar menyusui anaknya bagi kuda yang belum berpengalaman punya anak.
9. Botol susu beserta karetnya “dot” (layaknya botol susu bayi manusia).
10. Kompor minyak selalu sedia didekat kandang kuda anda untuk memasak air bila harus selalu membantu dengan air susu formula.
11. Obat sakit perut (diarhe) seperti “Entero Stop” bila anak kuda terserang penyakit perut (mencret) setelah usia 2 hari. Juga Penambah cairan tubuh seperti ORALIT untuk mempertahankan anak kuda bila terkena diarhe.
12. Persiapkan team perawat kuda anda 2 s/d 3 orang karena anda akan dijamin “teler” selama menunggu kelahian serta merawat anak kuda anda sampai umur 7 hari.
 
PERSALINAN KUDA,
Kuda beranak pada sore hari atau tengah malam, jarang sekali anak kuda lahir siang hari. Oleh karena itu setelah matahari terbenam, amati dari jauh gerak-gerik induk. Induk akan gelisah, makan tak enak tidur tak nyenyak. Bingung kelihatannya mau buang kotoran, kencing atau mau lahirkan anak. Kadang berjalan-berputar putar sekitar kandang, tidur merebahkan tubuh dan sebentar bangun. Sediakan rumput dan minum selalu didekatnya. Jangan ganggu konsentrasinya meskipun anda mengamatinya dari kejauhan. Proses kelahiran sangat cepat sekitar 5 s/d 10 menit. Bila induk sudah terlihat mengeluarkan air ketuban, maka anak kuda akan segera menyusul, induk akan merebahkan diri dan mengeluarkan tenaga luar biasa disertai tendangan kaki atau bergulir serta napasnya akan terdengar keras bersuara. Pakailah sarung tangan plastik yang sudah anda persiapkan sebelumnya. Tempatkan diri anda dengan aman dibelakang kuda induk untuk membantu mengeluarkan anak kuda. Anak kuda akan lahir dengan 2 kaki depan terlebih dahulu diikuti bagian kepala. Bila tubuh bayi kuda sudah separoh keluar, tangkaplah tubuhnya dan bantulah dengan menarik secara perlahan-lahan dan hati-hati supaya anak tidak terhimpit antara induk dan dinding kandang. Bila anak kuda lahir masih terbungkus kulit “ari-ari” cobalah bantu untuk merobeknya dengan tangan anda. Tarik anak kuda dan jauhkan dari induk dan bersihkan dengan handuk yang sudah anda persiapkan sebelumnya.
 
Jangan takut akan induknya, meskipun induknya termasuk kuda yang “galak”, saat melahirkan anak si induk tak akan berdaya dan akan tertidur sekitar 20 s/d 30 menit untuk memulihkan tenaganya. Disaat itulah anda bisa memberikan perawatan bagi anaknya. Keringkan tubuh bayi, merawat tali pusarnya dengan memotong dengan gunting yang bersih dan steril serta oleskan Betadin pada bekas lukanya. Taruhlah si bayi kuda agak jauh dari induknya sehingga saat bangun nanti induk tak menggilasnya. Keluarlah anda dari kandang dan tunggu induk akan berdiri lagi.
 
Induk akan berdiri dengan kulit “ari-ari” masih bergelantungan, tunggu sampai ari-ari jatuh dengan sendirinya (biasanya sekitar 30 menit s/d 1 jam) dan segeralah ambil untuk dirawat dan dikubur ditanah segera mungkin.
 
Induk akan dengan sendirinya menghampiri anaknya yang baru lahir dan membersihkan tubuhnya. Si anakpun dengan cepat akan bisa bereaksi dan dalam waktu 1 jam akan berusaha berdiri. Anak yang sehat akan “meringkik” dan “mengibaskan” kepalanya serta “ekornya”. Dia akan bangun dan mencari susu induknya. Amatilah apakah induknya merespond dan bersedia menyusuinya.
 
Induk yang baru melahirkan anak pertamanya membutuhkan waktu untuk memahami kalau dia harus memberikan susunya kepada anaknya. Namun kalau 4 jam setelah melahirkannya belum juga ada tanda-tanda mau menyusui anaknya, maka tugas andalah membantu dengan susu formula yang sudah anda siapkan. Buatlah minuman susu bayi dengan air mendidih serta dinginkan sebelum disusukan kepada anak kuda. Botol susu serta karetnya harus steril. Untuk itulah anda membutuhkan air panas untuk mensterilkan botol dan “dot” maupun peralatan suntik.
 
Untuk memberikan tenaga si bayi kuda, maka kita perlu memberikan susu pengganti setiap 1 jam setelah kuda bangun tidur. Disini anak kuda akan terus mengejar induknya dan berjuang merayu agar mau menyusuinya. Anda dituntut jeli untuk membuat induk mau menyusuinya. Si bayi kuda akan menyusu setiap 1 jam. Kemudian tidur dan bangun lagi setelah 1 jam untuk menyusu. Terus seperti itu selama 24 jam. Lakukan usaha untuk mendekatkan anak kuda ke susu induknya. Induk akan menghindar dan bila terus menerus seperti itu saatnya anda berbuat lain agar kuda bisa menyusu.
 
PENGOBATAN INDUK
Setelah bayi kuda lahir, untuk pengobatan luka indukan, maka suntikkan Antibiotik pada induk kuda.
 
Untuk suntikan antibiotik atau pinisilin terhadap indukan, sebaiknya atas petunjuk dokter hewan karena tidak semua kuda dan anak kuda bisa menerima pinisilin. Ada anak kuda yang alergi terhadap pinisilin yang mengalir lewat susu induknya.
 
Sedangkan untuk vitamin B complek atau Biosolamine 10 ml untuk satu kali suntik. Dan dapat diulang hari berikutnya. Induk akan segera pulih kembali tenaganya seperti semula.
 
Catatan:
Bila anda belum berpengalaman melakukan penyuntikan, mintalah bantuan dokter hewan di daerah anda atau perawat kuda mahir yang anda kenal. Jagalah selalu peralatan suntik anda selalu steril, bila tidak steril akan berakibat kuda anda terkena infeksi dan pembengkakan disekitar luka jarum suntik tersebut (abses).
 
Untuk ransum kuda, berikan makanan alami “komboran rumput dengan bekatul padi” selama 7 hari dan hindari/kurangi bren maupun jagung.
 
Anak kuda yang baru lahir akan terus tinggal didalam kandang selama 14 hari, sampai kuda betul-betul kuat untuk berada di luar kandang (pad dock). Bila umur sudah 14 hari, keluarkan induk dan anak untuk bebas di pad dock selama 3 jam dari jam 06.0 s/d 09.00 pagi. Masukkan induk dan anaknya kembali kekandang setelah itu.
 
BILA INDUK TAK MAU MENYUSUI
Dibawah ini cara yang tidak direkomendasi namun praktis dilakukan bila indukan tidak mau menyusui. Saya mencoba setelah 12 jam induk melahirkan anak dan induk tidak mau menyusui dan anak sudah kelelahan mengejar induknya. Sebenarnya beresiko namun harus dilakukan untuk menyelamatkan jiwa sang anak. Bagimanapun juga anak kuda harus menyusu induknya untuk mempertahankan hidupnya.
 
Amatilah penyebab induk tak mau menyusui. Biasanya karena merasa “geli” bila susunya disentuh anaknya.
 
Kalau ini yang terjadi maka lakukan
1. Pasang kendali dan “splang” kuda induk didalam kandang.
2. Jauhkan anak kuda sehingga tidak terkena tendangan induk saat meronta.
3. Pakailah sarung tangan karet, paksakan dengan jari anda dengan menyentuh bagian perut yang dia merasa “geli” saat tersentuh anak kuda. Bagian depan susu.
4. Bila bagian yang “peka” sudah anda temukan, “gelitik” lah terus menerus. Induk kuda akan melompat-lompat dan meronta. Lakukan sampai kuda kelelahan dan tidak melompat lagi.
5. Bersihkan punting susu dengan air hangat, dan kemudian perahlah susunya perlahan-lahan. Tampunglah air susu pada tempat yang bersih dan agak lebar untuk nanti diberikan kepada anaknya.
7. Lepaskan indukan seperti semula.
8. Amatilah apakah induk kuda sudah mau menyusui anaknya?
9. Susu perahan yang dihasilkan biasanya sedikit kotor, saringlah dengan kain lembut atau alat saringan yang masih baik dan bersih serta steril. Kemudian berikanlah susu pertama ini kepada anaknya dengan mempergunakan “dot” yang sudah ada.
10. Setelah 1 jam berikutnya anak kuda akan bangun dan mencari susu induknya lagi. Amatilah apakah indukan sudah mau menyusui? Kalau belum lakukan lagi teknik “gelitik” diatas sekali lagi. Kemudian dilanjutkan dengan mendekatkan anak kuda kepada punting susu dan biarkan dia menyusu dengan bantuan kita. Induk kuda tetap dalam posisi terikat. Bila induk kuda sudah tidak meronta saat anak menyusu, maka kuda dilepas lagi.
 
Demikianlah latihan bagi induk baru untuk menyusui anaknya, biasanya dia akan menikmatinya setelah paham bahwa dia harus menyusui anaknya. Dan rasa gelipun telah hilang
ternak malas makan

Ternak Malas Makan? Taklukkan dengan Metode Ini!

Ternak anda malas makan? Sama seperti manusia, ternak domba kambing pun menyukai makanan (pakan) yang bersifat baru. bayangkan saja ketika sisa pakan masih banyak sedangkan di sore hari ada jatah pakan sendiri. Kebutuhan nutrisi ternak domba kambing tidak terpenuhi. Otomatis pencapaian bobot badan dalam bisnis fattening pun tidak maksimal. Peran anak kandanglah disini yang berperan penting. Kuncinya adalah metode 2R: RUTIN dan RAJIN. Rajin mengecek kondisi domba dan kambing.

Apakah ternak makan atau tidak? Domba dan kambing termasuk hewan ruminansia. Saat istirahat, ternak domba dan kambing melakukan ruminasi atau semacam mengunyah kembali pakan. Itulah ciri ternak yang sudah makan. Selain kondisi ternak, bak pakan juga perlu dicek dengan rutin. Jika dirasa pakan yang ada di dalam bak masih banyak, aduklah pakan tersebut. Perlakuan tersebut memberikan gambaran pada ternak bahwa pakan yang diberikan terlihat baru. selain itu sisa pakan dalam bak menyimpan panas di bagian dalamnya. Panas dan lembab adalah kondisi yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Pakan akan lebih cepat berjamur dan membusuk. Pengadukan pakan akan membantu regulasi udara sehingga pakan memiliki kualitas yang sama tanpa ada penurunan. Ternak pun jadi lahap makan.

Jadi, ingat 2R tadi dalam memberi pakan ternak ya sobat eduagro! Ingin tips dan berbagai ilmu yang lebih lengkap soal peternakan? Tunggu jadwal selanjutnya pelatihan-pelatihan seru dari Eduagro Indonesia!

cata-ternak-domba-4m

Cara Ternak Domba Kambing: Terapkan 4M untuk Domba Kambing yang Sehat dan Gemuk

Cara ternak domba kambing bagaimanakah yang efektif untuk proses penggemukan? Hari ini kita akan membahas tentang salah satu tips beternak domba kambing menurut praktisi ternak berpengalaman.

Perlu persiapan matang sebelum ternak domba kambing digemukkan. Jangan menghayal untung maksimal jika perawatan ternak diabaikan. Alih-alih penghematan, malah rugi yang didapat. Tentu bukan hal yang kita inginkan bukan? Nah, ada tips sanitasi sebelum ternak dirawat selama masa penggemukan. Menurut praktisi ternak domba kambing, ke-4 tips ini sangat berguna bagi pertumbuhan ternak selama masa penggemukan. Berikut adalah tips 4M untuk domba kambing yang sehat dan gemuk:

1. Mencukur bulu domba

Bukan hanya terlihat manis, keuntungan lain yaitu mengurangi tingkat stres ternak dan meminimalisir bersarangnya bibit penyakit.

2. Mandi

Setelah dimandikan, domba akan terlihat bersih dan bibit penyakit dapat berkurang terbawa air. Jangan lupa untuk menjemur ternak agar tubuh ternak kering karena bibit penyakit menyukai daerah yang lembab.

3. Memberikan desinfektan

Desinfeksi tidak hanya diperuntukkan kandang saja, tetapi ternak juga memerlukan desinfeksi untuk membunuh bibit penyakit yang masih bersarang disekitar tubuh ternak.

4. Memberikan obat cacing

Salah satu upaya preventif (pencegahan) penyakit pada domba secara internal adalah memberikan obat cacing. Cacingan bukan termasuk penyakit yang mematikan, tetapi jika tidak segera ditangani atau dilakukan tindakan pencegahan akan sangat merugikan peternak.

Bagaimana caranya? Apa saja bahan yang dibutuhkan? Ikuti Pelatihan Eduagro Indonesia, Basic Class: Beternak Domba dan Kambing. Info lebih lanjut hubungi 085733885570 (Anna).