bisnis agribisnis vertical garden

Jeli Melihat Peluang, Tanaman Vertical Garden Menjadi Sumber Bisnis

Vertical Garden –  salah satu tren menanam tumbuhan selain pada media umum tanah. Media tanam vertical garden juga menjadi salah satu yang booming sejak diperkenalkan pada tahun 2010 silam.

Media tanam ini juga memiliki nama lain yang umum dikenal oleh orang lain, yakni vertical landscape, green wall, jardin garden, atau living wall.

Mengapa media tanam ini dapat dijadikan peluang bisnis baru ? tentu karena ada permintaan pada pasar. Kebutuhan lahan hijau yang tidak dapat terelak dari pemilik rumah sakit, sekolah, perusahaan, mall metropolitan, rumah dan gedung lainnya  semakin meningkat namun ketersediaan lahan semakin minim.

Maka adanya vertical garden ini menjadi sebuah gagasan yang dapat diaplikasikan.

Hal tersebut tentu sudah terlihat pada penerapannya di summarecon mal serpong dan banyak mall lainnya. Karena mata juga membutuhkan pemandangan hijau sebagai sarana  refleksi tersendiri.

Tanaman vertical garden sendiri menjadi icon wisata yang menakjubkan dan banyak menarik pengunjung karena bentuk dan warna  yang menarik banyak orang. Salah satu yang sering dijadikan objek biwsata karena lokasi tersebut juga ‘instagramable’ adalah Gardens By The Bay.

Ya, merupakan salah satu properti paling keren dan canggih yang jadi kebanggaan Singapura. Dilengkapi dengan pohon super buatan yang bisa menyaring udara serta kebun-kebun buatan yang ditata dengan apik, menjadikan tempat ini salah satu lokasi yang wajib dikunjungi oleh para turis.

Di area Gardens By The Bay, para wisatawan bisa menikmati keindahan hutan tropis buatan di dalam rumah kaca Cloud Dome. Tak hanya dipenuhi tanaman dari hutan hujan tropis, hutan buatan ini juga dilengkapi air terjun. Ada pula Flower Dome yang dibuat dengan meniru ekosistem Mediterania, Australia dan Afrika Selatan.

Hal ini tentu dinantikan  oleh masyarakat  Indonesia sebagai objek wisata baru. Tertarik untuk membuka bisnis di bidang  vertical garden? Anda pun harus siap bersaing dengan penyedia jasa vertical garden yang sebelumnya telah ada di Indonesia. semoga bermanfaat!

(diolah dari berbagai sumber)

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834 / 0857 7372 8381
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat.

 

#verticalgarden #tempatwisata #peluangbisnis #agribisnis #lahansempit #hidroponik #lahanminim #berkebun #budidayatanaman #lahansubur #iderumah #rumahasri #rumahproduktif #eduagro #eduagroindonesia #solusipeternakan #solusiperkebunan #agribisnis

bisnis udang galah

Ingin Memulai Bisnis Udang Galah? Ini Cara Mudahnya

Bisnis Udang Galah – Siapa yang tidak tergiur dengan bisnis ini? Perawatannya yang cenderung mudah dengan permintaan banyak dan harga jual yang tinggi tentu menjadi candu tersendiri bagi sejumlah pebisnis untuk ikut berkecimpung di budidaya udang galah ini.

Untuk itu Anda membutuhkan informasi untuk memulai budidaya udang ini. Berikut tahapan yang dapat Anda lakukan :

  1. Menentukan lokasi budidaya

Perencanaan pembangunan wadah budidaya harus memenuhi persyaratan antara lain; kawasan bebas banjir dan pencemaran, jenis tanah liat berpasir, kolam dibuat pada ketinggian 0-700 meter dpl.

Air tersedia sepanjang tahun, bebas polusi, sirkulasi air harus bagus, bebas pencemaran, bebas polusi. Debit air yang dianjurkan 0,5-1 liter per detik untuk luasan kolam 300-1.000 m2.

 

  1. Bahan dan Alat yang dibutuhkan

Seperti budidaya di kolam pada umumnya, peralatan yang umum digunakan antara lain; alat pengangkut benih, serok, ember, seser, timbangan, Ayakan halus dari kain, cangkul.

 

  1. Pengelolaan Air

Sirkulasi air yang baik memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembesaran udang galah. Sebaiknya air dikolam harus mengalir. Untuk kolam pemeliharaan dengan media yang tidak mengalir kualitas air cenderung menurun setelah satu bulan masa pemeliharaan. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penggantian air sebanyak 30-50% dengan air yang baru.

 

  1. Pencegahan Hama dan Penyakit

Adanya hama dan penyakit ditentukan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara visual terhadap organisme pengganggu baik yang bersifat predator maupun kompetitor.

Hama yang sering mengganggu dikolam pemeliharaan adalah ikan-ikan liar yang masuk tanpa sengaja seperti ikan gabus, lele dan lain-lain. Untuk mencegah masuknya hama pemangsa tersebut perlu dibuat saringan pada pintu pemasukan dan pengeluaran air kolam berupa hapa yang terbuat dari jaring dengan mesh size 0,2 mm.

Beberapa penyakit yang sering menyerang adalah udang berlumut yang disebabkan kedalaman air di kolam kurang memadai dengan sirkulasi yang kurang baik, untuk mengatasi masalah dengan sirkulasi air bisa dipasang kincir angin.

  1. Masa Panen

Tentu poin ini yang paling dinanti oleh peternak, masa panen. Udang galah dapat dipanen setelah 4 bulan, 6 bulan, atau bahkan lebih, sesuai dengan ukuran udang yang dibutuhkan oleh konsumem. Biasanya udang galah dapat mulai dijual setelah mencapai ukuran 20 – 25 gram/ekor, tetapi semakin besar ukuran udang harganya juga semakin mahal.

Demikian beberapa tahapan yang dapat kami berikan semoga dapat memudahkan Anda dalam memulai ataupun mengembangkan bisnis udang galah dengan keuntungan yang melimpah. Selamat mencoba!

(diolah dari berbagai sumber )

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834 / 0857 7372 8381
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat.

#udang #udanggalah #budidayaudanggalah#perikanan   #ternakkambing #ternakdomba #ternakkuda  #ternaklele #solusiternak #pemuliaanternak #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #kambingetawa #agribisnis #eduagro #potensiindonesia  #perkembanganternak #perkembanganagribisnis

Tongkol Jagung

Pemanfaatan Silase Tongkol Jagung Sebagai Peningkat Bobot Sapi Potong

Seperti yang kita tahu bahwa jagung sangat kaya akan seratnya. Namun, tak hanya kaya serat, jagung juga sumber karbohidrat kompleks, dan sejumlah zat gizi lainnya seperti vitamin B, dan C, karoten, kalium, zat besi, magnesium, fosfor, omega 6, dan lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Pelajari Pemanfaatan Silase Tongkol Jagung Sebagai Peningkat Bobot Sapi Potong.

Dalam 110 gram jagung terdapat Energi 129 kal, Protein 4,1gram, Lemak 1,3gram, Karbohidrat 30,3gram, Serat 2,9gram, Kalsium 5gram, Fosfor 108 mg, Zat Besi 1,1 mg, Vitamin A 117 IU, Vitamin B1 0,18 mg, Vitamin C 9 mg dan Air 63,5 gram.

Fakta lainnya jagung merupakan salah satu komoditi yang banyak dihasilkan wilayah di Indonesia. Bahkan Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar negara penghasil jagung. Sayangnya, sampai saat ini pemanfaatan tongkol jagung masih terkonsentrasi pada biji sebagai bahan pangan dan pakan ternak.

Sedangkan penggunaan tongkol jagung atau janggel jagung sebagai pakan ternak belum banyak dikembangkan di masyarakat. Di Indonesia, kebanyakan petani akan memberikan tanaman jagung secara langsung kepada ternaknya tanpa melalui proses.

Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia telah lama menguji hasil limbah jagung tersebut untuk dapat dimanfaatkan. Pengolahan limbah jagung untuk pakan ternak tersebut yaitu dengan cara mengolah tongkol jagung dengan cara di fermentasi.

Tongkol jagung digiling atau cacah sehingga ukurannya menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna oleh ternak. Kemudian tongkol jagung yang sudah giling atau cacah difermentasi secara aerob dengan menggunakan larutan stater (Tricoderma). Proses fermentasi berlangsung selama 3 hari dan selanjutnya tongkol jagung hasil fermentasi dapat diberikan kepada ternak.

Pemberian tongkol jagung yang difermentasi dan dicampur dengan konsentrat mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian sapi potong sebesar 0,88 kg/hari/ekor. Bobot sapi yang awalnya 230 kg meningkat menjadi 325 kg. Sedangkan untuk sapi potong yang diberi pakan sesuai dengan kebiasaan peternak setempat, hanya mampu menambah bobot badan meningkat harian 0,5 kg/ekor/hari.

Penggunaan limbah tanaman jagung sebagai pakan dalam bentuk segar membutuhkan biaya yang rendah dan pengolahan yang mudah. Akan tetapi pada saat panen, hasil limbah tanaman jagung ini cukup melimpah. Maka sebaiknya disimpan untuk stok pakan pada saat musim kemarau panjang atau saat kekurangan pakan hijauan.

Dengan demikian, limbah jagung berpeluang meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian jagung. Besarnya peluang peningkatan ekonomi dikarenakan limbah jagung dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak yang bergizi dan dapat disimpan dengan waktu yag lama seperti silase.
Semoga bermanfaat !

Sumber : litbang.pertanian.go.id

 

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat

 

#agribisnis #pertanian #perkembangan #silase #tongkoljagung #jagung #kandunganjagung #pakanternak #perkembanganpeternakan #perkembanganagribisnis #perkembangan peternakan #eduagro #eduagroindonesia

Menanggapi Kewajiban Wajib Impor Indukan Sapi

Menanggapi Kewajiban Wajib Impor Indukan Sapi, Ini Hal Yang Harus Dilakukan Oleh Peternak Lokal

Seperti  yang kita tahu Kementerian Perdagangan (Kemdag) menerbitkan kebijakan yang mengharuskan Feedloter (industri penggemukan sapi) mengimpor satu ekor sapi indukan untuk izin lima ekor sapi bakalan. Sesuai judul diatas “Menanggapi Kewajiban Wajib Impor Indukan Sapi”, Apakah yang harus dilakukan peternak lokal?

Dampak dari kebijakan rasio 5:1 untuk mendapatkan kuota impor sapi bakalan sangat sulit bisa dipenuhi oleh pelaku bisnis, sebab mekanisme perputaran bisnis feedloter sangat cepat yaitu hanya tiga sampai empat bulan.

Menanggapi hal tersebut kementrian Pertanian dalam upaya menjamin  ketersediaan pasokan daging sapi di masa datang dengan harga yang tak terlalu tinggi terus berupaya mengembangkan sapi bakalan di berbagai daerah, seperti di Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat serta Sulawesi.

Penghasil daging sapi juga tesebar dari Pulau Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Provinsi Lampung.

pemerintah kini memfokuskan peningkatan populasi ternak sapi dengan mengoptimalkan program inseminasi buatan (IB), penambahan induk dan penyediaan pakan.

Pemerintah juga menilai pengembangan usaha sapi cukup menjanjikan ketersediaan pangan juga pertumbuhan ekonomi masyarakat sebab nilai jualnya cukup tinggi.

Dalam upaya penambahan populasi sapi di Indonesia, pada 2017 pemerintah menargetkan 3,2 juta ekor betina bunting.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pun negiyakan karena hal ini tentu akan meyetahjerakan rakyat sebagai tujuan bersama yang bisa dilaksanakan.

Lalu bagaimana dengan kita sebagai peternak lama ataupun pemula?

Saatnya saling merangkul dan mendukung guna mewujudkannya. Pengembangan ilmu agribisnis yang semakin maju di Indonesia harusnya dapat menjadi modal penting peternakan sapi dapat menggusur impor sapi di tahun-tahun selanjutnya.

Dasar-dasar pemelihara n dan pemuliaan  ternak serta peningkatan kualitas pangan, vitamin, indukan, kandang dan segala aspeknya dilakukan dengan sungguh. Sehingga hasil nyata dapat kita rasakan manisnya dengan segera .

Sumber : Antara

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat.

#agribisnis #sapilokal #sapiimpor #ternaksapi #indukansapi #stopimpor  #solusiternaksapi #kabarpeternak #agrobisnis #agribisnis #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #kambingetaw#peternalandal #pernakindonesia #banggajadipeternak #eduagro #eduagroindonesia

Kandang ternak ruminisia

PERHATIKAN HAL INI DALAM PEMBUATAN KANDANG TERNAK RUMINANSIA UNTUK PETERNAK PEMULA

Hai sobat agribisnis, sudahkan Anda mulai perkembangan bisnis Anda? Salah satu kunci utama dalam berternak adalah memerhatihan kandangnya sebaik mungkin. Hal ini karena fungsi kandang yang mempengaruhi pertumbuhan ternak Anda. Serta kepastian terlindunginya ternak anda dari penyakit, serangan cuaca panas dan hujan ataupun gangguan luar lainnya.

Untuk itu berikut kami berikan hal penting yang harus Anda perhatikan dalam membuat kandang yang berkualitas.

  1. Struktur tanah, hal ini penting untuk mengurangi gangguan kesehatan pada ternak, tanah yang cenderung berawa atau berair dapat menjadi masalah serius dalam kesehatan ternak.
  2. Arah angin, sebelum membangun kandang perhatikanlah arah angin yang biasa bertiup di daerah anda. Guna menghindari rembesan air hujan masuk ke dalam kandang.
  3. Suhu rata-rata wilayah, di dataran tinggi suhu sudah pasti dingin, maka kandang di dataran tinggi sebaiknya lebih tertutup, begitu juga dengan kandang di dataran rendah sebaiknya agak terbuka untuk menjaga kestabilan sirkulasi udara.
  4. Bahan bangunan yang akan digunakan, hindarilah bahan bangunan yang bersifat sintetis khusus di bagian bawah kandang terutama dinding dan tempat pakan ternak, bila itu satu-satunya pilihan maka sterilisasi seluruh bahan bangunan tersebut.
  5. Jenis hewan ternak, setiap hewan ternak berbeda perilaku, seperti sapi lebih suka lantai kering bila dibandingkan dengan kerbau, kerbau sangat suka berkubang. Hal-hal seperti ini harus anda perhatikan agar efisien dalam menjaga kesehatan ternak.
  6. Ketersediaan air bersih untuk minuman ternak dan jarak dengan pakan seperti rumput (HMT), sebaiknya di dekat kandang ada cukup sumber air bersih, seperti sumur, air PDAM, atau mata air. Agar proses perawatan ternak lebih efisien.
  7. Harga bahan bangunan, dipertimbangkan untuk perhitungan laba rugi, sebagai peternak tentu yang anda butuhkan adalah perolehan keuntungan.

Sukses selalu dan semoga bermanfaat !

(diolah dari berbagai sumber )

#kandang #kandangternak #ternakruminasia #peternakandal #jagobeternak #ternakberkualitas leleberkualitas #eduagro #agrobisnis #agribisnis #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #kambingetawa #saungdomba #eduagro

gambar eduagro (1)

TEPUNG BULU AYAM UNTUK PAKAN DOMBA

Salah satu faktor yang mendukung kesehatan hewan ternak adalah pemberian protein yang cukup dan sesuai. Pakan dengan kandungan nutrien yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan ternak akan menghasilkan produktivitas yang baik. Kebutuhan protein dalam pakan ternak khususnya domba biasanya dipenuhi dari hijauan, kacang-kacangan, ataupun bungkil tanaman.

Ternak ruminansia tidak mendapatkan semua kebutuhan protein dari rumen. Oleh karena itu, untuk mencapai produktivitas yang optimal, ternak ruminansia harus diberi bahan pakan yang merupakan sumber protein yang tidak terdegradasi dalam rumen (by-pass protein).

Saat ini telah ditemukan sumber protein baru bagi ternak domba, yaitu tepung bulu ayam. Bulu ayam yang biasanya dibuang sebagai limbah, sekarang dapat dibuat menjadi tepung dan dimanfaatkan sebagai sumber protein pada pakan domba.

Bulu ayam yang tidak diproses memiliki kecernaan yang rendah, yakni sebesar 5,8%. Oleh karena itu, sebagai sumber protein, bulu ayam perlu diproses menggunakan tekanan uap tinggi atau rendah, atau dengan penggunaan bahan kimia seperti hydrochloric acid atau sodium hidroxide. Produk ini memiliki kandungan by-pass protein yang sangat tinggi. Pemrosesan terhadap bulu ayam broiler dengan hydrochloric acid konsentrasi 12% bisa menghasilkan tepung bulu ayam dengan 47% by-pass protein.

Protein tepung bulu ayam dapat mensubstitusi sumber protein konvensional (misalnya tepung bungkil kedelai, tepung kelapa, tepung ikan) sebanyak 10%. Rataan kecernaan bahan kering, bahan organic, dan NDF secara berurutan adalah 68,7%, 69,6%, dan 60,9%.

Sumber : pertanianku.com

 

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381

kaliandra

Zinc Organik sebagai Pakan Suplemen untuk Ternak Ruminansia

 

Ternak membutuhkan nutrisi untuk kebutuhan dasar hidup, pertumbuhan, perkembangan janin,  produksi (susu) dan  reproduksi (semen, sel telur). Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air.

Ada 2 macam mineral yang terdapat dalam pakan yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah Kalsium (Ca), Fosfor (P), Magnesium (Mg), Kalium (K), Sulfur (S), Natrium (Na) dan Khlorin (Cl). Sedangkan mineral mikro adalah Seng (Zn), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Selenium (se), Kobalt (Co) dan Yodium (I).

Zinc  merupakan komponen penting dalam reaksi >70 enzim yang ada dalam tubuh ternak. Zinc dibutuhkan untuk berfungsinya sistim imun (kekebalan), stabilitas membran sel dan ekspresi gen-gen tertentu dalam tubuh ternak

Telah dilakukan uji in vivo penambahan Zinc organik terhadap performans 16 ekor sapi laktasi. Ternak ini diberi pakan rumput (40 kg) dan konsentrat komersial (8 kg), ampas tahu (5 kg).

Pada saat mencapai bunting tua, ternak sapi dibagi menjadi  tanpa pemberian suplemen, dan pemberian suplemen 4 g Zinc organik (400 g Zn). Selain itu pemberian suplemen Zinc organik kepada sapi pejantan 6 ekor pejantan digunakan terbagi dalam 2 perlakuan Kontrol (rumput + konsentrat + legume + toge + ampas tahu = K) Treatment (K +  Zinc metionin-Kalem):1.5% Kalem, Zinc metionin = 0.025%. Kecernaan pakan, kualitas ****** yang diambil setiap minggu

Dari penelitian yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak disimpulkan bahwa teknologi pembuatan mineral organik (Zn-metionin) dapat diperoleh. Zn-organik (Zn-metionin) meningkatkan fermentasi rumen ditunjukkan dengan total gas yang lebih tinggi (17.7%).

Kemudian Zn organik meningkatkan produksi susu karena menahan laju penurunan produksi susu dan Zn organik+Kalem meningkatkan volume ******. Sementara itu Zn organik pada sapi anak tidak berbeda bila formulasi sudah optimum serta Zn organic pada kambing muda meningkatkan konsumsi dan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH). (REP)

 

Sumber : peternakankita.com

———————————————————————————

INGIN MENGIKUTI PELATIHAN DALAM DUNIA PETERNAKAN?

YUK KUNJUNGI KAMI

www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381
Lokasi : Jl.Pemuda Raya Gg.At-taqwa RT 02/06 Desa Sasak Panjang, Tajur Halang Kab.Bogor

#eduagroindonesia

#agribisnis

#bisnis

#domba

#kambing

#peternakan

#ternak

#farm

#pelatihanrternak

#pelatihanpeternakan

#edukasipeternakan

#ternak

#bisnismenguntungkan

#pelatihanbeternak

#carabeternakdombayangmenguntungkan

[BANYAK TERNAK, BANYAK REJEKI]

Hai sobat agribisnis!

Anda ingin memulai bisnis peternakan domba kambing pembiakkan tapi belum memiliki ilmunya? 🤔

Anda sudah memulai bisnis peternakan domba kambing pembiakkan tapi terasa belum maksimal? 🤔

Anda ingin lebih mendalami ilmu pembiakkan pada bisnis peternakan domba kambing? 🤔

Eduagro Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda! 😇

Kami sebagai penyedia jasa pelatihan agribisnis terbaik di Indonesia akan kembali menyelenggarakan pelatihan ternak domba kambing bagi Anda yang ingin fokus untuk melakukan atau memaksimalkan bisnis Pembiakkan Domba Kambing. Pelatihan ini akan diselenggarakan pada:

🗓Sabtu-Minggu, 27-28 Januari 2018
08.00-17.30
📍Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Kab. Bogor

Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dan sangat berpengalaman di bidangnya👍👍

Hanya dengan INVESTASI Rp 1.375.000, Anda akan kami bimbing sampai paham mengenai seluk beluk pembiakkan domba kambing, mulai dari teori hingga praktiknya!

Segera bergabung bersama kami untuk bisnis ternak domba kambing Anda yang lebih menguntungkan!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

[GEMUK DOMBA KAMBINGKU, GEMUK DOMPETKU]

Hai sobat agribisnis!

Anda ingin memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi belum memiliki ilmunya? 

Anda sudah memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi terasa belum maksimal? 

Anda ingin lebih mendalami ilmu penggemukan pada bisnis peternakan domba kambing? 

Eduagro Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda! 

Kami sebagai penyedia jasa pelatihan agribisnis terbaik di Indonesia akan kembali menyelenggarakan pelatihan ternak domba kambing bagi Anda yang ingin fokus untuk melakukan atau memaksimalkan Penggemukan Domba Kambing. Pelatihan ini akan diselenggarakan pada:

Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2018
08.00-17.30
Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Kab. Bogor

Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dan sangat berpengalaman di bidangnya, yaitu:
Fahmi Thalib, pemateri mengenai perkandangan dan transportasi
drh. Ajat, pemateri mengenai pemeliharaan dan kesehatan
Ilham Mustofa, pemateri mengenai simulasi skala usaha
Suseno Bayu Wibowo, pemateri mengenai nutrisi dan pakan

Hanya dengan INVESTASI Rp 1.375.000, Anda akan kami bimbing sampai paham mengenai penggemukan domba kambing, mulai dari teori hingga praktiknya!

Segera bergabung bersama kami untuk bisnis ternak domba kambing Anda yang lebih menguntungkan!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

marco polo

MARCO POLO, DOMBA PENJELAJAH BERTANDUK TERPANJANG DI DUNIA

Domba Marco Polo (Ovis Ammon Polii) menurut wikipedia adalah subspesies dari domba argali dan habitat hidupnya berada di daerah pegunungan Asia Tengah. Hewan ini memiliki kekhasan yang ditunjukkan terutama oleh tanduknya yang berukuran besar dan berbentuk melingkar. Sayangnya status konservasi hewan tersebut berada dalam ancaman kepunahan, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk melindungi jumlah mereka dan menjaga dari perburuan komersial.

Nama binomial domba ini secara umum adalah Ovis Ammon, seperti dijelaskan oleh ilmuwan Swedia Carl Linnaeus pada tahun 1758, dan semua anggota spesies tersebut biasa disebut ‘argali’. Subspesies Marco Polo (Ovis Ammon Polii) pertama kali dijelaskan secara ilmiah oleh ahli zoologi Edward Blyth tahun 1841.

Domba ini sering disebut “Marco Polo Argali” yang berasal dari nama penjelajah abad ke-13. Sang penjelajah, Marco Polo menggambarkan mereka dalam bukunya “The Travels of Marco Polo”. Nama lain domba ini adalah “Pamir Argali” dan di Provinsi Badakhshan Afganistan juga dikenal secara lokal sebagai “Nakhjipar”.

Karakteristik
Domba ini terutama dikenal karena tanduk spiralnya yang panjang, yang memiliki rentang hingga 140 cm (55 inci). Mereka memiliki tanduk terpanjang diantara semua jenis domba, dengan tanduk terpanjang yang pernah tercatat yaitu 1,9 m (6,2 kaki) dan beratnya mencapai 60 lbs (27 kg).

Tanduk domba Marco Polo telah lama menjadi daya tarik yang populer bagi para pemburu trofi atau hiasan dinding. Tanduk ini mulai tumbuh 15-20 hari setelah domba-domba tersebut lahir, dan pertambahan ukuran yang paling menonjol terjadi selama tahun pertama hidupnya. Pertumbuhan ketebalan tanduk paling terlihat selama dua tahun pertama usianya.

Domba jantan dewasa rata-rata beratnya mencapai 126 kg (280 lbs). Tinggi domba jantan sekitar 113 cm (44 inci) dan domba betina sampai 100 cm (39 inci). Kehamilan domba betina berlangsung sekitar 160 hari, dengan normalnya terjadi kelahiran tunggal. Kelahiran kembar tidak biasa, tetapi ada juga catatan domba betina melahirkan lima ekor anak sekaligus, dan kembar tiga pada kelahiran dua tahun sesudahnya.

Domba Marco Polo rata-rata memiliki masa hidup 13 tahun. Tanduk domba memiliki semacam cincin yang tumbuh setiap tahun, sehingga dengannya usia hewan jantan dapat ditentukan. Domba betina tidak memiliki tanduk, sehingga lebih sulit untuk ditentukan usianya.

Habitat
Kebanyakan domba Marco Polo tinggal di Pegunungan Pamir, wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan, Pakistan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Cina. Mereka tinggal di ketinggian antara 3.700 sampai 4.800 m diatas permukaan laut. Subspesiesnya hidup di bagian barat laut Distrik Hunza di sepanjang perbatasan Cina, menghuni perbatasan Kilik Mintaka dan daerah barat laut Taman Nasional Khunjerab. Domba Marco Polo juga menghuni Koridor Wakhan, di sepanjang perbatasan Afghanistan. Mereka berbagi habitat hidupnya dengan binatang lain seperti Ibex Siberia.

Perilaku
Domba Marco Polo umumnya hidup dalam kelompok kecil terdiri atas beberapa lusin individu. Selama musim panas mereka masuk kedalam kawanan lebih kecil, yang terdiri jenis kelamin yang sama. Selama dan setelah musim kawin mereka membentuk kelompok yang lebih besar untuk perlindungan dan penghematan energi.

Ketika musim kawin dimulai, domba jantan berjuang untuk membuat dominasi diantara mereka. Hanya domba jantan dewasa (usia lebih dari 6 tahun) yang berjuang untuk mendominasi, dan setelah pemenang ditetapkan maka domba-domba jantan mulai memilih domba betina mereka. Para pejantan kemudian akan memisahkan diri dari kelompok dan berbulan madu dengan pasangannya selama satu atau dua bulan.

Terancam Kepunahan
Peneliti margasatwa menyatakan bahwa domba Marco Polo berada dalam ancaman kepunahan akibat perburuan komersial yang luas. Kegiatan berburu domba Marco Polo pertama kali menjadi populer ketika Mohammed Zahir Shah, raja Afghanistan, memburu dan membunuh seekor domba jantan pada tahun 1950. Dia kemudian menyatakan bahwa lembah dimana domba tersebut diburu menjadi kawasan khusus berburu untuk keluarga kerajaan Afghanistan. Konon tidak sampai tahun 1968 seorang turis Amerika sudah diizinkan untuk berburu di kawasan tersebut. Pemburu Amerika pada tahun 2008 diperkirakan membayar antara 20.000 sampai 25.000 dolar untuk sebuah ekspedisi perburuan domba Marco Polo.

Jumlah populasi domba ini di Khunjerab pada tahun 1976 diperkirakan 300 ekor. Angka ini menurun menjadi paling banyak 160 ekor saja antara tahun 1978 sampai 1981, dan turun lagi menjadi hanya 45 ekor pada tahun 1991. George Schaller dari Wildlife Conservation Society memperkirakan populasi domba ini di dunia pada tahun 2003 ada sekitar 10.000 ekor, tinggal setengah dari yang diperkirakan Ronald Petocz pada tahun 1973. Kepadatan populasi mereka dicatat sebagai kurang dari dua ekor per 1 kilometer persegi. Domba Marco Polo dimasukkan pada daftar pertama spesies dilindungi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Perlindungan Lingkungan Afghanistan, pada Juni 2009.

Pamir Peace Park
Pada tahun 2008, George Schaller meluncurkan kampanye untuk melindungi domba Marco Polo. Ia mencatat bahwa setelah Taman Nasional Khunjerab didirikan oleh Pakistan pada tahun 1975, dan Cagar Alam Taxkorgan ditetapkan Cina pada tahun 1984, ternyata kedua taman tersebut tidak cukup untuk melindungi domba, karena adanya migrasi musiman mereka. Schaller kemudian mengusulkan rencana perlindungan internasional pada tahun 1987 untuk memecahkan masalah tersebut, tetapi upaya itu terhenti karena kesulitan politik.

“Tidak pernah mudah untuk mendapatkan pemerintah empat negara untuk menyepakati apa pun,” kata Schaller tentang usahanya. Misinya adalah untuk menemukan sebuah kawasan yang meliputi perbatasan Cina, Pakistan, Afghanistan dan Tajikistan di mana domba-domba itu akan dilindungi. Schaller menyebut kawasan yang diusulkannya bernama “Pamir Peace Park”.

Penjelajah
Situs pengajarplus.com mengutip sebuah tulisan tentang laporan para peneliti Wildlife Conservation Society yang didukung USAID. Laporan tersebut menyatakan bahwa domba Marco Polo bepergian secara ekstensif di perbatasan pegunungan Afghanistan, Tajikistan, dan China.

Dengan menggunakan teknik tertentu terhadap ekstrak DNA dari sampel tinja, peneliti menemukan bahwa domba Marco Polo di Pegunungan Pamir Afghanistan secara genetik terhubung dengan domba di Tajikistan dan Cina, meskipun ketiga wilayah melalui medan yang menantang.

“Spesies seperti domba Marco Polo sulit untuk dipantau dengan kondisi terbaik, karena keterbatasan kemampuan kita untuk mengikuti mereka di habitatnya,” kata Richard B. Harris, seorang ilmuwan satwa liar dari Universitas Montana dan Wildlife Conservation Society. Ia mengtakan, “Metoda non-invasif dapat menentukan tren populasi dan keterkaitan, hasilnya sangat berharga dalam memahami cara terbaik untuk melindungi hewan-hewan luar biasa.”

Karena domba Marco Polo adalah binatang yang sulit dipahami untuk dilacak, maka tim peneliti mengumpulkan sampel kotoran dari 172 domba dari lima daerah yang berbeda di Afghanistan, Tajikistan, dan Cina sebagai sarana untuk menjawab pertanyaan tentang keragaman genetik dan konektivitas hewan di wilayah ini.

Pemanfaatan
Tanduk domba Marco Polo digambarkan sebagai “sepanjang enam telapak tangan” dan digunakan oleh para gembala untuk membuat kerajinan mangkuk besar, atau untuk membangun kandang ternak. Persilangan domba Marco Polo dengan domba domestik dapat menghasilkan potongan daging yang lebih besar dan lebih berotot. Daging domba Marco Polo dikatakan kurang mirip rasa daging domba domestik, tetapi peneliti untuk Komite Penasehat Inovasi Teknologi pada Dewan Riset Nasional Amerika Serikat menyimpulkan bahwa daging hasil persilangan akan lebih populer bagi konsumen. Domba Marco Polo dapat dibiakkan untuk tujuan lebih dari sekedar penghasil daging, karena tanduknya juga bernilai, dan bulunya dapat digunakan untuk membuat pashmina.

sumber : pulangkandang.com