bisnis udang galah

Ingin Memulai Bisnis Udang Galah? Ini Cara Mudahnya

Bisnis Udang Galah – Siapa yang tidak tergiur dengan bisnis ini? Perawatannya yang cenderung mudah dengan permintaan banyak dan harga jual yang tinggi tentu menjadi candu tersendiri bagi sejumlah pebisnis untuk ikut berkecimpung di budidaya udang galah ini.

Untuk itu Anda membutuhkan informasi untuk memulai budidaya udang ini. Berikut tahapan yang dapat Anda lakukan :

  1. Menentukan lokasi budidaya

Perencanaan pembangunan wadah budidaya harus memenuhi persyaratan antara lain; kawasan bebas banjir dan pencemaran, jenis tanah liat berpasir, kolam dibuat pada ketinggian 0-700 meter dpl.

Air tersedia sepanjang tahun, bebas polusi, sirkulasi air harus bagus, bebas pencemaran, bebas polusi. Debit air yang dianjurkan 0,5-1 liter per detik untuk luasan kolam 300-1.000 m2.

 

  1. Bahan dan Alat yang dibutuhkan

Seperti budidaya di kolam pada umumnya, peralatan yang umum digunakan antara lain; alat pengangkut benih, serok, ember, seser, timbangan, Ayakan halus dari kain, cangkul.

 

  1. Pengelolaan Air

Sirkulasi air yang baik memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembesaran udang galah. Sebaiknya air dikolam harus mengalir. Untuk kolam pemeliharaan dengan media yang tidak mengalir kualitas air cenderung menurun setelah satu bulan masa pemeliharaan. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penggantian air sebanyak 30-50% dengan air yang baru.

 

  1. Pencegahan Hama dan Penyakit

Adanya hama dan penyakit ditentukan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara visual terhadap organisme pengganggu baik yang bersifat predator maupun kompetitor.

Hama yang sering mengganggu dikolam pemeliharaan adalah ikan-ikan liar yang masuk tanpa sengaja seperti ikan gabus, lele dan lain-lain. Untuk mencegah masuknya hama pemangsa tersebut perlu dibuat saringan pada pintu pemasukan dan pengeluaran air kolam berupa hapa yang terbuat dari jaring dengan mesh size 0,2 mm.

Beberapa penyakit yang sering menyerang adalah udang berlumut yang disebabkan kedalaman air di kolam kurang memadai dengan sirkulasi yang kurang baik, untuk mengatasi masalah dengan sirkulasi air bisa dipasang kincir angin.

  1. Masa Panen

Tentu poin ini yang paling dinanti oleh peternak, masa panen. Udang galah dapat dipanen setelah 4 bulan, 6 bulan, atau bahkan lebih, sesuai dengan ukuran udang yang dibutuhkan oleh konsumem. Biasanya udang galah dapat mulai dijual setelah mencapai ukuran 20 – 25 gram/ekor, tetapi semakin besar ukuran udang harganya juga semakin mahal.

Demikian beberapa tahapan yang dapat kami berikan semoga dapat memudahkan Anda dalam memulai ataupun mengembangkan bisnis udang galah dengan keuntungan yang melimpah. Selamat mencoba!

(diolah dari berbagai sumber )

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834 / 0857 7372 8381
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat.

#udang #udanggalah #budidayaudanggalah#perikanan   #ternakkambing #ternakdomba #ternakkuda  #ternaklele #solusiternak #pemuliaanternak #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #kambingetawa #agribisnis #eduagro #potensiindonesia  #perkembanganternak #perkembanganagribisnis

Tongkol Jagung

Pemanfaatan Silase Tongkol Jagung Sebagai Peningkat Bobot Sapi Potong

Seperti yang kita tahu bahwa jagung sangat kaya akan seratnya. Namun, tak hanya kaya serat, jagung juga sumber karbohidrat kompleks, dan sejumlah zat gizi lainnya seperti vitamin B, dan C, karoten, kalium, zat besi, magnesium, fosfor, omega 6, dan lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Pelajari Pemanfaatan Silase Tongkol Jagung Sebagai Peningkat Bobot Sapi Potong.

Dalam 110 gram jagung terdapat Energi 129 kal, Protein 4,1gram, Lemak 1,3gram, Karbohidrat 30,3gram, Serat 2,9gram, Kalsium 5gram, Fosfor 108 mg, Zat Besi 1,1 mg, Vitamin A 117 IU, Vitamin B1 0,18 mg, Vitamin C 9 mg dan Air 63,5 gram.

Fakta lainnya jagung merupakan salah satu komoditi yang banyak dihasilkan wilayah di Indonesia. Bahkan Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar negara penghasil jagung. Sayangnya, sampai saat ini pemanfaatan tongkol jagung masih terkonsentrasi pada biji sebagai bahan pangan dan pakan ternak.

Sedangkan penggunaan tongkol jagung atau janggel jagung sebagai pakan ternak belum banyak dikembangkan di masyarakat. Di Indonesia, kebanyakan petani akan memberikan tanaman jagung secara langsung kepada ternaknya tanpa melalui proses.

Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia telah lama menguji hasil limbah jagung tersebut untuk dapat dimanfaatkan. Pengolahan limbah jagung untuk pakan ternak tersebut yaitu dengan cara mengolah tongkol jagung dengan cara di fermentasi.

Tongkol jagung digiling atau cacah sehingga ukurannya menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna oleh ternak. Kemudian tongkol jagung yang sudah giling atau cacah difermentasi secara aerob dengan menggunakan larutan stater (Tricoderma). Proses fermentasi berlangsung selama 3 hari dan selanjutnya tongkol jagung hasil fermentasi dapat diberikan kepada ternak.

Pemberian tongkol jagung yang difermentasi dan dicampur dengan konsentrat mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian sapi potong sebesar 0,88 kg/hari/ekor. Bobot sapi yang awalnya 230 kg meningkat menjadi 325 kg. Sedangkan untuk sapi potong yang diberi pakan sesuai dengan kebiasaan peternak setempat, hanya mampu menambah bobot badan meningkat harian 0,5 kg/ekor/hari.

Penggunaan limbah tanaman jagung sebagai pakan dalam bentuk segar membutuhkan biaya yang rendah dan pengolahan yang mudah. Akan tetapi pada saat panen, hasil limbah tanaman jagung ini cukup melimpah. Maka sebaiknya disimpan untuk stok pakan pada saat musim kemarau panjang atau saat kekurangan pakan hijauan.

Dengan demikian, limbah jagung berpeluang meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian jagung. Besarnya peluang peningkatan ekonomi dikarenakan limbah jagung dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak yang bergizi dan dapat disimpan dengan waktu yag lama seperti silase.
Semoga bermanfaat !

Sumber : litbang.pertanian.go.id

 

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat

 

#agribisnis #pertanian #perkembangan #silase #tongkoljagung #jagung #kandunganjagung #pakanternak #perkembanganpeternakan #perkembanganagribisnis #perkembangan peternakan #eduagro #eduagroindonesia

Menanggapi Kewajiban Wajib Impor Indukan Sapi

Menanggapi Kewajiban Wajib Impor Indukan Sapi, Ini Hal Yang Harus Dilakukan Oleh Peternak Lokal

Seperti  yang kita tahu Kementerian Perdagangan (Kemdag) menerbitkan kebijakan yang mengharuskan Feedloter (industri penggemukan sapi) mengimpor satu ekor sapi indukan untuk izin lima ekor sapi bakalan. Sesuai judul diatas “Menanggapi Kewajiban Wajib Impor Indukan Sapi”, Apakah yang harus dilakukan peternak lokal?

Dampak dari kebijakan rasio 5:1 untuk mendapatkan kuota impor sapi bakalan sangat sulit bisa dipenuhi oleh pelaku bisnis, sebab mekanisme perputaran bisnis feedloter sangat cepat yaitu hanya tiga sampai empat bulan.

Menanggapi hal tersebut kementrian Pertanian dalam upaya menjamin  ketersediaan pasokan daging sapi di masa datang dengan harga yang tak terlalu tinggi terus berupaya mengembangkan sapi bakalan di berbagai daerah, seperti di Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat serta Sulawesi.

Penghasil daging sapi juga tesebar dari Pulau Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Provinsi Lampung.

pemerintah kini memfokuskan peningkatan populasi ternak sapi dengan mengoptimalkan program inseminasi buatan (IB), penambahan induk dan penyediaan pakan.

Pemerintah juga menilai pengembangan usaha sapi cukup menjanjikan ketersediaan pangan juga pertumbuhan ekonomi masyarakat sebab nilai jualnya cukup tinggi.

Dalam upaya penambahan populasi sapi di Indonesia, pada 2017 pemerintah menargetkan 3,2 juta ekor betina bunting.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pun negiyakan karena hal ini tentu akan meyetahjerakan rakyat sebagai tujuan bersama yang bisa dilaksanakan.

Lalu bagaimana dengan kita sebagai peternak lama ataupun pemula?

Saatnya saling merangkul dan mendukung guna mewujudkannya. Pengembangan ilmu agribisnis yang semakin maju di Indonesia harusnya dapat menjadi modal penting peternakan sapi dapat menggusur impor sapi di tahun-tahun selanjutnya.

Dasar-dasar pemelihara n dan pemuliaan  ternak serta peningkatan kualitas pangan, vitamin, indukan, kandang dan segala aspeknya dilakukan dengan sungguh. Sehingga hasil nyata dapat kita rasakan manisnya dengan segera .

Sumber : Antara

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat.

#agribisnis #sapilokal #sapiimpor #ternaksapi #indukansapi #stopimpor  #solusiternaksapi #kabarpeternak #agrobisnis #agribisnis #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #kambingetaw#peternalandal #pernakindonesia #banggajadipeternak #eduagro #eduagroindonesia

Kandang ternak ruminisia

PERHATIKAN HAL INI DALAM PEMBUATAN KANDANG TERNAK RUMINANSIA UNTUK PETERNAK PEMULA

Hai sobat agribisnis, sudahkan Anda mulai perkembangan bisnis Anda? Salah satu kunci utama dalam berternak adalah memerhatihan kandangnya sebaik mungkin. Hal ini karena fungsi kandang yang mempengaruhi pertumbuhan ternak Anda. Serta kepastian terlindunginya ternak anda dari penyakit, serangan cuaca panas dan hujan ataupun gangguan luar lainnya.

Untuk itu berikut kami berikan hal penting yang harus Anda perhatikan dalam membuat kandang yang berkualitas.

  1. Struktur tanah, hal ini penting untuk mengurangi gangguan kesehatan pada ternak, tanah yang cenderung berawa atau berair dapat menjadi masalah serius dalam kesehatan ternak.
  2. Arah angin, sebelum membangun kandang perhatikanlah arah angin yang biasa bertiup di daerah anda. Guna menghindari rembesan air hujan masuk ke dalam kandang.
  3. Suhu rata-rata wilayah, di dataran tinggi suhu sudah pasti dingin, maka kandang di dataran tinggi sebaiknya lebih tertutup, begitu juga dengan kandang di dataran rendah sebaiknya agak terbuka untuk menjaga kestabilan sirkulasi udara.
  4. Bahan bangunan yang akan digunakan, hindarilah bahan bangunan yang bersifat sintetis khusus di bagian bawah kandang terutama dinding dan tempat pakan ternak, bila itu satu-satunya pilihan maka sterilisasi seluruh bahan bangunan tersebut.
  5. Jenis hewan ternak, setiap hewan ternak berbeda perilaku, seperti sapi lebih suka lantai kering bila dibandingkan dengan kerbau, kerbau sangat suka berkubang. Hal-hal seperti ini harus anda perhatikan agar efisien dalam menjaga kesehatan ternak.
  6. Ketersediaan air bersih untuk minuman ternak dan jarak dengan pakan seperti rumput (HMT), sebaiknya di dekat kandang ada cukup sumber air bersih, seperti sumur, air PDAM, atau mata air. Agar proses perawatan ternak lebih efisien.
  7. Harga bahan bangunan, dipertimbangkan untuk perhitungan laba rugi, sebagai peternak tentu yang anda butuhkan adalah perolehan keuntungan.

Sukses selalu dan semoga bermanfaat !

(diolah dari berbagai sumber )

#kandang #kandangternak #ternakruminasia #peternakandal #jagobeternak #ternakberkualitas leleberkualitas #eduagro #agrobisnis #agribisnis #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #kambingetawa #saungdomba #eduagro