gambar eduagro (1)

TEPUNG BULU AYAM UNTUK PAKAN DOMBA

Salah satu faktor yang mendukung kesehatan hewan ternak adalah pemberian protein yang cukup dan sesuai. Pakan dengan kandungan nutrien yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan ternak akan menghasilkan produktivitas yang baik. Kebutuhan protein dalam pakan ternak khususnya domba biasanya dipenuhi dari hijauan, kacang-kacangan, ataupun bungkil tanaman.

Ternak ruminansia tidak mendapatkan semua kebutuhan protein dari rumen. Oleh karena itu, untuk mencapai produktivitas yang optimal, ternak ruminansia harus diberi bahan pakan yang merupakan sumber protein yang tidak terdegradasi dalam rumen (by-pass protein).

Saat ini telah ditemukan sumber protein baru bagi ternak domba, yaitu tepung bulu ayam. Bulu ayam yang biasanya dibuang sebagai limbah, sekarang dapat dibuat menjadi tepung dan dimanfaatkan sebagai sumber protein pada pakan domba.

Bulu ayam yang tidak diproses memiliki kecernaan yang rendah, yakni sebesar 5,8%. Oleh karena itu, sebagai sumber protein, bulu ayam perlu diproses menggunakan tekanan uap tinggi atau rendah, atau dengan penggunaan bahan kimia seperti hydrochloric acid atau sodium hidroxide. Produk ini memiliki kandungan by-pass protein yang sangat tinggi. Pemrosesan terhadap bulu ayam broiler dengan hydrochloric acid konsentrasi 12% bisa menghasilkan tepung bulu ayam dengan 47% by-pass protein.

Protein tepung bulu ayam dapat mensubstitusi sumber protein konvensional (misalnya tepung bungkil kedelai, tepung kelapa, tepung ikan) sebanyak 10%. Rataan kecernaan bahan kering, bahan organic, dan NDF secara berurutan adalah 68,7%, 69,6%, dan 60,9%.

Sumber : pertanianku.com

 

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381

Rumput-Ruzi-Untuk-Pakan-Ternak

PEMANFAATAN RUMPUT RUZI SEBAGAI PAKAN TERNAK

Rumput Brachiaria merupakan salah satu rumput padang penggembalaan yang mempunyai produksi lebih baik jika kita dibandingkan dengan rumput lapangan, mempunyai nutrisi yang tinggi, lebih tahan pada saat musim kemarau, dan sangat cocok untuk daerah tropis. Salah satu jenis atau spesies dari rumput Brachiaria adalah Brachiaria brizantha. Rumput Brachiaria brizantha tumbuh dengan cepat, dan bisa dipanen atau digunakan untuk pengembalaan ringan (light grazing) pada umur 3 sampai 5 bulan sesudah biji disebar. Rumput ini juga bisa terus menerus tumbuh atau dirotasi dengan tinggi pemotongan 20 sampai 30 cm (Fanindi dan Prawirodiputra, 2000).

Rumput Brachiaria brizantha mempunyai produksi biomassa yang tinggi dalam tiap panen dan kandungan nutrien yang tinggi. Jumlah produksi rumput yang tinggi bisa memenuhi kebutuhan pakan hijauan untuk ternak. Ketersediaan pakan baik secara kuantitas, kualitas maupun kontinyuitas adalah salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan suatu peternakan.

Produksi rumput pada musim hujan sangat melimpah di daerah tropik seperti Indonesia, sebaliknya pada musim kemarau ketersediaan hijauan terbatas sehingga para peternak sering dihadapkan pada masalah kekurangan rumput (Santoso dan Hariadi, 2008). Rumput Brachiaria brizantha cv. Pada musim hujan yang melebihi kebutuhan untuk ternak, bisa dikelola dan dimanfaatkan pada musim kemarau dengan suatu teknologi pengolahan pakan yaitu teknologi silase.

 

Salah satu jenis hijauan pakan dari kelompok graminae yang cocok untuk produksi ternak kambing adalah Brachiaria ruziziensis. Tekstur tanaman yang relatif lembut dengan ukuran batang dan daun yang tidak terlalu besar secara fisik sesuai dengan ukuran dan kapasitas organ cerna ternak kambing yang realtif kecil.

Umumnya petani peternak di pedesaan masih bertumpu pada cara-cara tradisional dengan mengandalkan rumput lapang sebagai sumber utama pakan ternak dengan jumlah yang terbatas. Keterbatasan pakan dapat menjadi penyebab utama populasi ternak disuatu daerah menurun,karena kemampuan peternak dalam penyediaan pakan akan menentukan jumlah ternak yang dipelihara. Untuk mengantisipasi kekurangan hijauan pakan, maka lahan kosong/lahan tidur dapat ditanami tanaman hijauan pakan yang berfungsi untuk padang pengembalaan maupun potongan.

 

Brachia ruziziensis merupakan salah satu spesies rumput yang memiliki fungsi ganda yang dapat dipakai sebagai rumput potongan maupun pengembalaan, dan sangat disukai oleh ternak (palatabilitas tinggi) serta pertumbuhannya cepat, sehingga mampu bersaing dengan tanaman lain seperti gulma/ tanaman liar disekelilingnya. Disamping itu, tanaman ini tahan terhadap kemarau yang sedang, sehingga menjadi salah satu pilihan potensial untuk mendukung produksi kambing.

Dalam tulisan ini dipaparkan secara rinci berbagai aspek karakteristik, budidaya serta pemanfaatan B. ruziziensis sebagai hijauan pakan, khususnya bagi ternak kambing baik untuk pemeliharaan kambing secara tradisional-sambilan maupun untuk usaha produksi secara komersial.

Sumber : peternakankita.com

INGIN MENGIKUTI PELATIHAN DALAM DUNIA PETERNAKAN?

YUK KUNJUNGI KAMI : www.training.eduagroindonesia.com

www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381
Lokasi : Jl.Pemuda Raya Gg.At-taqwa RT 02/06 Desa Sasak Panjang, Tajur Halang Kab.Bogor

[BANYAK TERNAK, BANYAK REJEKI]

Hai sobat agribisnis!

Anda ingin memulai bisnis peternakan domba kambing pembiakkan tapi belum memiliki ilmunya? 🤔

Anda sudah memulai bisnis peternakan domba kambing pembiakkan tapi terasa belum maksimal? 🤔

Anda ingin lebih mendalami ilmu pembiakkan pada bisnis peternakan domba kambing? 🤔

Eduagro Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda! 😇

Kami sebagai penyedia jasa pelatihan agribisnis terbaik di Indonesia akan kembali menyelenggarakan pelatihan ternak domba kambing bagi Anda yang ingin fokus untuk melakukan atau memaksimalkan bisnis Pembiakkan Domba Kambing. Pelatihan ini akan diselenggarakan pada:

🗓Sabtu-Minggu, 27-28 Januari 2018
08.00-17.30
📍Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Kab. Bogor

Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dan sangat berpengalaman di bidangnya👍👍

Hanya dengan INVESTASI Rp 1.375.000, Anda akan kami bimbing sampai paham mengenai seluk beluk pembiakkan domba kambing, mulai dari teori hingga praktiknya!

Segera bergabung bersama kami untuk bisnis ternak domba kambing Anda yang lebih menguntungkan!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

[GEMUK DOMBA KAMBINGKU, GEMUK DOMPETKU]

Hai sobat agribisnis!

Anda ingin memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi belum memiliki ilmunya? 

Anda sudah memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi terasa belum maksimal? 

Anda ingin lebih mendalami ilmu penggemukan pada bisnis peternakan domba kambing? 

Eduagro Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda! 

Kami sebagai penyedia jasa pelatihan agribisnis terbaik di Indonesia akan kembali menyelenggarakan pelatihan ternak domba kambing bagi Anda yang ingin fokus untuk melakukan atau memaksimalkan Penggemukan Domba Kambing. Pelatihan ini akan diselenggarakan pada:

Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2018
08.00-17.30
Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Kab. Bogor

Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dan sangat berpengalaman di bidangnya, yaitu:
Fahmi Thalib, pemateri mengenai perkandangan dan transportasi
drh. Ajat, pemateri mengenai pemeliharaan dan kesehatan
Ilham Mustofa, pemateri mengenai simulasi skala usaha
Suseno Bayu Wibowo, pemateri mengenai nutrisi dan pakan

Hanya dengan INVESTASI Rp 1.375.000, Anda akan kami bimbing sampai paham mengenai penggemukan domba kambing, mulai dari teori hingga praktiknya!

Segera bergabung bersama kami untuk bisnis ternak domba kambing Anda yang lebih menguntungkan!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

domba kembung

Penyakit Kembung Pada Domba

Kembung sering dijumpai pada ruminansia, baik pada sapi, kambing maupun domba. Pada dasarnya kembung disebabkan karena ketidak-mampuan ternak menghilangkan gas yang dihasilkan oleh rumen. Keadaan tersebut bisa menyebabkan kematian kalau tidak segera ditangani. Kematian disebabkan oleh tertekannya diafragma dan paru-paru oleh rumen yang mebesar akibat gas yang berlebihan.
 
  • Faktor Penyebab
 
Kembung bisa disebabkan oleh sejenis tanaman untuk pakan ternak. Tanaman yang sering menyebabkan kembung adalah leguminosa (kacang-kacangan), seperti kacang tanah, Centrocoma danalfafa. Tanaman yang masih berumur muda dan biji-bijian yang diberikan dalam bentuk halus juga bisa menimbulkan kembung. Faktor penyebab lainnya adalah tanaman muda atau tanaman yang dipanen sebelum berbunga atau sesudah turunnya hujan, serta tanaman yang menghasilkan getah atau bahan yang mudah menimbulkan busa dalam rumen.
 
Selain faktor pakan, faktor individu ternak juga menentukan kepekaan terhadap kejadian kembung. Ternak yang dalam keadaan bunting atau dalam kondisi kurang baik, mungkin juga kekurangan darah dan kelemahan umum cenderung mudah menderita kembung.
 
 
  • Gejala Klinis
 
Ternak sebentar-sebentar berbaring dan kemudian berdiri, tampak sempoyongan dan berjalan ke sana kemari tanpa tujuan, kelihatan bingung. Terlihat sulit bernapas, sisi tubuh sebelah kiri menggembung/menonjol ke atas dan ke luar, serta bersuara drum apabila ditepuk. Gerakan rumen biasanya tetap berlangsung sampai bagian dalam dari mulut dan daerah sekitar mata berubah menjadi kebiruan. Perubahan ini menunjukkan adanya kekurangan oksigen dan mendekati kematian.
 
  • Pengobatan
 
Pengobatan secara cepat sangat diperlukan. Paksa ternak untuk berdiri, posisikan kaki depan lebih tinggi daripada kaki belakang. Mulut dibuka, sepotong kayu dimasukkan melintang dan pada kedua ujungnya diikiatkan tali. Kemudian tali tersebut diikatkan ke belakang tanduk agar tidak lepas. Metode ini sering dikenal dengan sebutan broom stick therapy. Tindakan ini merangsang pengeluaran air liur dan membantu mengurangi kembung perut. Selanjutnya pemberian obat atau bahan lain bisa dilakukan. Minyak goreng, minyak kayu putih atau minyak atsiri yang dicampur air hangat bisa diberikan. Obat dengan merek dagang “Antibloat” berisi dimethicone atau simethicone bisa juga dipakai secara per oral.
 
  • Pencegahan
 
Pada umumnya ternak yang terkena kembung akan kehilangan napsu makan dan minum, sehingga pengobatan juga akan sulit. Langkah yang paling bijaksana adalah dengan jalan mewaspadai ternak terkena kembung melalui pengawasan gejala-gejala kembung dan menejemen pemeliharaan yang lebih baik.