Cara-Budidaya-Lele-Sangkuriang-Kabartani-640x385

Mengenal budidaya Lele Sangkuriang

Halo Sobat Agribisnis, bagaimana kabar budidaya ikan tawar anda hari ini? Meningkat kah ? Atau Anda sedang sedang menentukan pilihan jenis budidaya ikan yang akan dikembangkan?

Remaja ini, banyak penggiat budidaya ikan lele memperbincangkan keinginannya membudidayakan lele sangkuriang. Tetapi mereka belum mengetahui seluk beluk dari ikan yang akan ia budidayakan . untuk itu Edu agro Akan mengajak Anda mengetahu lebih dekat Lelesangkuriang beserta kekurang dan kelebihannya.

Lele sangkurian sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dari lele dumbo . Hal tersebut dikarenakan lele sangkuriang sendiri merupakan hasil silang dari induk lele dumbo(inbreeding). Tubuh ikan lele sangkuriang mempunyai bentuk tubuh memanjang, berkulit licin, berlendir, dan tidak bersisik.

Mengapa budidaya lele sangkuriang berkembang? Tujuannya untuk mendapatkan bibit lele unggul karena peminat lele dumbo sendiri sudah mulai berkurang. Rekaya genetika ini dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

Seperti yang kita tahu. lele sangkuriang memiliki banyak kelebihan seperti benihnya yang mudah didapat, kondisi tubuh yang lebih tahan terserang penyakit, daging yang lebih unggul dan gurih karena teksturnya yang padat, sedikit kandungan lemak, renyak, gurih dan tidak berbau lumpur. Pemeliharaanya yang mudah serta wadah pengembangbiakan yang bisa dimana saja menjadikan lele sangkuriang menambah deret keunggulannya.

Walau diunggulkan dari lele terdahulunya, karena Lele sangkuriang dapat hidup di lingkungan yang kualitas airnya sangat jelek.umumnya kualitas air yang baik untuk pertumbuhan yaitu kandungan O2 6 ppm, CO2 kurang dari 12 ppm, suhu (24 – 26) o C, pH (6 – 7), NH3 kurang dari 1 ppm dan daya tembus matahari ke dalam air maksimum 30 c.

Lele sangkuriang tetap tidak dapat bertahan hidup dengan kandungan air yang terlalu asam seperti di daerah perkotaan yang terkena guyuran hujan terus menerus. Hal ini harus diperkatikan lebih oleh peternak guna menjaga lele dari kematian.
Semoga bermanfaat ! (diolah dari berbagai sumber)

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat.

#ternak #ternaklele #pakanlele #leledumbo #lelesangkuriang#carapembiakanlele #pengusahalele #pengusahasukses #lelesehat#leleberkualitas #eduagro #agrobisnis #agribisnis #edukasiternak#ternakcerdas #ternakuntung #ternakberkah #ternakbermutu

bioflok-lele-akuarium

MENGENAL LEBIH DALAM TERNAK LELE BIOFLOK

Sobat Eduagro, beberapa tahun terakhir ini mungkin telah dikenal cara lain beternak lele dengan cara bioflok. Sebagian peternak ada yang merasa pembudidayaan ikan lele dengan cara sebelumnya lebih merugikannya dan mempunyai pemikiiran untuk mengganti cara beternak lain. Namun, sebaliknya ada yang sudah mencoba beternak bioflok dan ingin menyerah karena metode yang dipakai gagal.

Untuk itu eduagro akan memaparkannya lebih jelas. agar anda bisa lebih bijak dalam mementukan langkah lebih bijak dalam bisnis ternak lele anda.

Awalnya teknologi bioflok adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam pengolahan limbah. Dalam proses pengolahan limbah, bahan organik berupa limbah lumpur harus terus diaduk dan diaerasi. Tujuannya agar limbah selalu dalam kondisi tersuspensi sehingga dapat diuraikan oleh bakteri heterotrof secara aerobik menjadi senyawa anorganik.

Keharusan pengadukan dan aerasi dalam pengolahan limbah ini dikarenakan bahan organik yang mengendap akan menimbulkan kondisi anaerob yang dapat merangsang bakteri anaerob untuk mengurai bakteri anorganik menjadi senyawa yang lebih sederhana dan beracun berupa ammonia, Nitrit, H2S, dan Metana.

Teknologi bioflok yang sejatinya digunakan dalam pengolahan limbah ini kemudian coba diterapkan di Thailand dalam budidaya ikan nila, yang pada perkembangannya kemudian diterapkan pula dalam budidaya udang. Teknologi ini kemudian banyak diterapkan oleh negara-negara maju seperti Jepang, Brasil, Australia dll. Sementara penerapan teknologi bioflok dalam budidaya ikan di Indonesia belum lama dikembangkan.

Sedangkan budidaya lele sistem bioflok adalah sistem budidaya lele dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah budidaya lele itu sendiri. Dengan menumbuhkan mikroorganisme, limbah budidaya ikan lele akan menjadi gumpalan-gumpalan kecil (flok). Gumpalan-gumpalan yang terdiri dari berbagai mikroorganisme air seperti bakteri, algae, fungi, protozoa, metazoa, rotifera, nematoda, gastrotricha dan organisme lain yang tersuspensi dengan detritus, kemudian akan menjadi makanan-makanan alami ikan. Proses penumbuhan mikroorganisme tersebut dilakukan dengan memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) dan memasang aeratoer yang akan menyuplai oksigen serta mengaduk kolam.

 

Kekurangan Sistim Bioflok

  • Tidak bisa diterapkan pada tambak yang bocor/rembes karena tidak ada/sedikit pergantian air.
  • Memerlukan peralatan/aerator cukup banyak sebagai suply oksigen.
  • Aerasi harus hidup terus (24 jam/hari).
  • Pengamatan harus lebih jeli dan sering muncul kasus Nitrit dan Amonia.
  • Bila aerasi kurang, maka akan terjadi pengendapan bahan organik. Resiko munculnya H2S lebih tinggi karena pH airnya lebih rendah.
  • Kurang cocok untuk tanah yang mudah teraduk (erosi). Jadi dasar harus benar-benar padat (dasar berbatu / sirtu, semen atau plastik HDPE).
  • Bila terlalu pekat, maka dapat menyebabkan kematian bertahap karena krisis oksigen (BOD tinggi).
  • Untuk itu volume Suspended Solid dari floc harus selalu diukur. Bila telah mencapai batas tertentu, floc harus dikurangi dengan cara konsumsi pakan diturunkan.

Kelebihan Sistim Bioflok

  • PH relatif stabil pH 7 – pH 7,8
  • PH nya cenderung rendah, sehingga kandungan amoniak (NH3) relatif kecil.
  • Tidak tergantung pada sinar matahari dan aktivitasnya akan menurun bila suhu rendah.
  • Tidak perlu ganti air (sedikit ganti air) sehingga biosecurity (keamanan) terjaga.
  • Limbah tambak (kotoran, algae, sisa pakan, amonia) didaur ulang dan dijadikan makanan alami berprotein tinggi
  • Lebih ramah lingkungan.

Pada hakikatnya setiap bisnis memiliki keuntungan dan kelemahannya masing-masing. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita sebagai penggiat usahaternak lele harus lebih bijak dalam mencari solusi dan mengetahui potensi melalui kelemahan dan kelebihan itu sendiri. Semoga bermanfaat!

Sumber : beritaorganik.com

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381

gambar eduagro

MERAMU DEDAK BEKATUL MENJADI PAKAN ALTERNATIF LELE

 Meramu dedak bekatul menjadi pakan alternatif lele – Usaha budidaya ikan lele memang menjadi salah satu usaha yang menarik untuk ditekuni terbukti banyak masyarakat yang meminati usaha ini karena keuntungan yang dapat diperoleh dari budidaya ini lumayan menggiurkan, di daerah saya sendiri sudah sejak lama banyak yang menekuni usaha ini sebagian dari mereka menekuni budidaya ini untuk usaha sampingan, menurut mereka budidaya lele ini tidak rumit seperti yang dibayangkan karena untuk mengurusinya sendiri tidak harus setiap waktu karena cuma memberikan pakan secara rutin di pagi dan sore hari jadi disisa waktu yang longgar itu bisa sambil melakukan pekerjaan yang lain, namun ada beberapa kendala yang sering dihadapi oleh para pembudidaya salah satunya masalah pakan, pakan lele yang kadang harganya melonjak membuat mereka sedikit kebingungan mengingat harga lele yang juga kadang tidak stabil sehingga membuat mereka kadang merugi, namun untuk masalah pakan ini bisa sedikit teratasi karena sekarang banyak pakan alternatif lele yang bisa mereka buat untuk menekan ongkos pakan yang mahal.

 

Sebenarnya banyak pakan alternatif lele yang bisa dibuat salah satu pakan alternatif yang mulai banyak digunakan oleh pembudidaya adalah dedak, ternyata dedak ini tidak hanya bisa digunakan untuk pakan unggas namun juga bisa diramu menjadi pakan alternatif yang hemat untuk lele, pakan alternatif ini bisa kalian terapkan pada budidaya ikan lele kalian karena pakan ini dinilai memiliki kandungan protein yang tinggi bahkan bisa melebihi kandungan protein yang dari buatan pabrik. Bila kalian tertarik membuat pakan alternatif ini bisa menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, diantaranya.

 

Meramu dedak bekatul menjadi pakan alternatif lele

  • Dedak bekatul sebanyak 5kg.
  • Pelet ikan sebanyak 2.5kg.
  • Garam dapur sebanyak 5 sdm.
  • Minyak sayur setengah gelas atau bisa juga jelantah sisa penggorengan.
  • Air sebanyak 5 liter.

Setelah semua bahan yang diperlukan sudah siap sekarang waktunya pembuatan pakan alternatif lele ini, berikut langkahnya.

  • Campurkan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan tadi seperti dedak, pelet, garam kedalam panci perebusan lalu tambahkan air 5 liter.
  • Aduklah hinnga merata lalu rebuslah hingga berwarna kecoklatan tua.
  • Tunggu sekiranya 1 jam lalu masukkan minyak sayur yang tadi disiapkan lalu aduk sampai rata kemudian tiriskan.
  • Tunggu semalam untuk bisa diberikan pada lele.
  • Setelah itu kepal-kepal bahan yang sudah dibuat tadi lalu berikan pada lele yang bisa diletakkan diberbagai lokasi di kolam, pemberian pakanini bisa 2 kali sehari.
  • Untuk lebih efisiennya berikan pakan ini dimalam hari karena efeknya akan lebih bagus.

Demikianlah sedikit informasi meramu pakan lele engan dedak bekatul yang bisa menekan biaya pakan, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian yang sedang ingin membuat pakan alternatif untuk lele, sekian dari saya dan terima kasih.

Sumber : infopeternakan.com

Eduagro Indonesia
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381