gambar domba segar (2)

CARA MERAWAT KAMBING BOER

Kambing Boer adalah salah satu jenis kambing pedaging, kambing import berasal dari Afrika Selatan. Dibandingkan dengan kambing pedaging lokal lainnya, pertumbuhan kambing boer sangat cepat antara 0,02 – 0,04 kg per hari dan presentase daging karkas pada kambing boer jauh lebih tinggi. Bisa mencapai sekitar 40 – 50% dari berat tubuhnya, sedangkan kambing pedaging lokal presentasenya hanya sekitar 30% saja.

Bobot tubuh kambing boer lebih besar sekitar 35 – 45 kg pada saat usianya 6 – 8 bulan saja, sedangkan di usia yang sama kambing jenis lain hanya berbobot sekitar 25 – 30 kg saja. Sehingga banyak yang menjuluki kambing boer sebagai “kambing pedaging yang sesungguhnya” dan lebih memilih daging jenis ini untuk dijual dalam bentuk hasil olahan makanan, sebab lebih menguntungkan.

Sebelum memilki  ada baiknya mengetahui cara merawat kambing Boer dan juga pemilikihan kandangnya.

Perawatan                                                            

Kambing boer adalah jenis kambing pedaging dengan bobot yang besar pula, tapi itu pun juga bergantung pada cara kita merawatnya juga. Kandang yang bersih, pakan yeng tepat dan vitamin yang diberikan akan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari si kambing. Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan ternak kambing boer.

 

Kandang

Kandang pemeliharaan kambing boer haruslah luas, mengingat tubuhnya yang akan bertumbuh besar. Kandang berukuran 200 m2 cukup untuk dihuni sekitar 50 ekor kambing boer. Kandang umumnya dibuat berbentuk panggung agar mudah untuk dibersihkan dan kandang kambing tidak lembab agar kambing selalu sehat. Kandang dapat dibuat dari potongan kayu yang dibentuk bulat pipih dan alasnya bisa terbuat dari bambu.

Kebersihan kandang adalah hal yang penting, meskipun kambing boer adalah jenis kambing yang tahan penyakit, kandang tetap harus dibersihkan secara rutin. Kandang perlu dibersihkan seminggu sekali atau 2 hari sekali dengan cara disapu dan sebulan sekali dibersihkan dengan cara penyemprotan desinfektan.

Pemilihan Pakan

pakan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap ternak. Untuk kambing boer sendiri bisa diberikan rumput gajah, daun lamtoro, kaliandra, daun nangka, daun kacang dan daun singkong atau pakan berprotein yang alami lainnya. Pakan bisa di campur atau bervariasi setiap harinya agar kambing tidak bosan. Saat musim kemarau, kambing juga bisa diberikan pelepah pisang, daun jati, daun jati dan daun bambu yang sudah kering. Pakan yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg per ekor dan dapat diberikan 2 – 3 kali sehari.

Jangan lupa berikan pakan konsentrat juga agar kambing lebih cepat gemuk, sebanyak 1 % dari bobot kambing, biasanya diberikannya seminggu sekali. Konsentrat bisa dari campuran ampas kopi, dedak padi halus, molase, tepung jagung dan tepung kedelai. Walau tahan penyakit, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan dengan memberikan vitamin B1 dan B kompleks sebulan sekali bersamaan dengan pemberian konsentrat.

Sumber okdogi.com

—————————————————————————-
www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Telp / WA : 021 786 3834
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya no 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat
——————————————————————————
#eduagroindonesia #agribisnis #pelatihan #pelatihanpeternakan#peternakan #domba #kambing #jualandomba #jualankambing #farm#jualanyangmenguntungkan #pembicara #pelatihanmenjadipeternak#ternak #peternaksukses #peternakmaju #peternakmakmur #kambing boer #kambingsuper #kambingperkasa #kambing #domba #pakankambing #angonkambing #perawatankambing perawatandomba #kambingetawa#vitamin #nutrisi #bergisi #dombasegar #dombasehat #domabberkualitas #ternakkambing #ternak #pakankambing #peternakankambing #peternakandomba #koslutasitenak #peternakbaru #peternakpemula #saungdomba #saungdombainternasional

Rumput-Ruzi-Untuk-Pakan-Ternak

PEMANFAATAN RUMPUT RUZI SEBAGAI PAKAN TERNAK

Rumput Brachiaria merupakan salah satu rumput padang penggembalaan yang mempunyai produksi lebih baik jika kita dibandingkan dengan rumput lapangan, mempunyai nutrisi yang tinggi, lebih tahan pada saat musim kemarau, dan sangat cocok untuk daerah tropis. Salah satu jenis atau spesies dari rumput Brachiaria adalah Brachiaria brizantha. Rumput Brachiaria brizantha tumbuh dengan cepat, dan bisa dipanen atau digunakan untuk pengembalaan ringan (light grazing) pada umur 3 sampai 5 bulan sesudah biji disebar. Rumput ini juga bisa terus menerus tumbuh atau dirotasi dengan tinggi pemotongan 20 sampai 30 cm (Fanindi dan Prawirodiputra, 2000).

Rumput Brachiaria brizantha mempunyai produksi biomassa yang tinggi dalam tiap panen dan kandungan nutrien yang tinggi. Jumlah produksi rumput yang tinggi bisa memenuhi kebutuhan pakan hijauan untuk ternak. Ketersediaan pakan baik secara kuantitas, kualitas maupun kontinyuitas adalah salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan suatu peternakan.

Produksi rumput pada musim hujan sangat melimpah di daerah tropik seperti Indonesia, sebaliknya pada musim kemarau ketersediaan hijauan terbatas sehingga para peternak sering dihadapkan pada masalah kekurangan rumput (Santoso dan Hariadi, 2008). Rumput Brachiaria brizantha cv. Pada musim hujan yang melebihi kebutuhan untuk ternak, bisa dikelola dan dimanfaatkan pada musim kemarau dengan suatu teknologi pengolahan pakan yaitu teknologi silase.

 

Salah satu jenis hijauan pakan dari kelompok graminae yang cocok untuk produksi ternak kambing adalah Brachiaria ruziziensis. Tekstur tanaman yang relatif lembut dengan ukuran batang dan daun yang tidak terlalu besar secara fisik sesuai dengan ukuran dan kapasitas organ cerna ternak kambing yang realtif kecil.

Umumnya petani peternak di pedesaan masih bertumpu pada cara-cara tradisional dengan mengandalkan rumput lapang sebagai sumber utama pakan ternak dengan jumlah yang terbatas. Keterbatasan pakan dapat menjadi penyebab utama populasi ternak disuatu daerah menurun,karena kemampuan peternak dalam penyediaan pakan akan menentukan jumlah ternak yang dipelihara. Untuk mengantisipasi kekurangan hijauan pakan, maka lahan kosong/lahan tidur dapat ditanami tanaman hijauan pakan yang berfungsi untuk padang pengembalaan maupun potongan.

 

Brachia ruziziensis merupakan salah satu spesies rumput yang memiliki fungsi ganda yang dapat dipakai sebagai rumput potongan maupun pengembalaan, dan sangat disukai oleh ternak (palatabilitas tinggi) serta pertumbuhannya cepat, sehingga mampu bersaing dengan tanaman lain seperti gulma/ tanaman liar disekelilingnya. Disamping itu, tanaman ini tahan terhadap kemarau yang sedang, sehingga menjadi salah satu pilihan potensial untuk mendukung produksi kambing.

Dalam tulisan ini dipaparkan secara rinci berbagai aspek karakteristik, budidaya serta pemanfaatan B. ruziziensis sebagai hijauan pakan, khususnya bagi ternak kambing baik untuk pemeliharaan kambing secara tradisional-sambilan maupun untuk usaha produksi secara komersial.

Sumber : peternakankita.com

INGIN MENGIKUTI PELATIHAN DALAM DUNIA PETERNAKAN?

YUK KUNJUNGI KAMI : www.training.eduagroindonesia.com

www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381
Lokasi : Jl.Pemuda Raya Gg.At-taqwa RT 02/06 Desa Sasak Panjang, Tajur Halang Kab.Bogor

[BANYAK TERNAK, BANYAK REJEKI]

Hai sobat agribisnis!

Anda ingin memulai bisnis peternakan domba kambing pembiakkan tapi belum memiliki ilmunya? 🤔

Anda sudah memulai bisnis peternakan domba kambing pembiakkan tapi terasa belum maksimal? 🤔

Anda ingin lebih mendalami ilmu pembiakkan pada bisnis peternakan domba kambing? 🤔

Eduagro Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda! 😇

Kami sebagai penyedia jasa pelatihan agribisnis terbaik di Indonesia akan kembali menyelenggarakan pelatihan ternak domba kambing bagi Anda yang ingin fokus untuk melakukan atau memaksimalkan bisnis Pembiakkan Domba Kambing. Pelatihan ini akan diselenggarakan pada:

🗓Sabtu-Minggu, 27-28 Januari 2018
08.00-17.30
📍Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Kab. Bogor

Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dan sangat berpengalaman di bidangnya👍👍

Hanya dengan INVESTASI Rp 1.375.000, Anda akan kami bimbing sampai paham mengenai seluk beluk pembiakkan domba kambing, mulai dari teori hingga praktiknya!

Segera bergabung bersama kami untuk bisnis ternak domba kambing Anda yang lebih menguntungkan!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

[GEMUK DOMBA KAMBINGKU, GEMUK DOMPETKU]

Hai sobat agribisnis!

Anda ingin memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi belum memiliki ilmunya? 

Anda sudah memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi terasa belum maksimal? 

Anda ingin lebih mendalami ilmu penggemukan pada bisnis peternakan domba kambing? 

Eduagro Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda! 

Kami sebagai penyedia jasa pelatihan agribisnis terbaik di Indonesia akan kembali menyelenggarakan pelatihan ternak domba kambing bagi Anda yang ingin fokus untuk melakukan atau memaksimalkan Penggemukan Domba Kambing. Pelatihan ini akan diselenggarakan pada:

Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2018
08.00-17.30
Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Kab. Bogor

Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dan sangat berpengalaman di bidangnya, yaitu:
Fahmi Thalib, pemateri mengenai perkandangan dan transportasi
drh. Ajat, pemateri mengenai pemeliharaan dan kesehatan
Ilham Mustofa, pemateri mengenai simulasi skala usaha
Suseno Bayu Wibowo, pemateri mengenai nutrisi dan pakan

Hanya dengan INVESTASI Rp 1.375.000, Anda akan kami bimbing sampai paham mengenai penggemukan domba kambing, mulai dari teori hingga praktiknya!

Segera bergabung bersama kami untuk bisnis ternak domba kambing Anda yang lebih menguntungkan!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

marco polo

MARCO POLO, DOMBA PENJELAJAH BERTANDUK TERPANJANG DI DUNIA

Domba Marco Polo (Ovis Ammon Polii) menurut wikipedia adalah subspesies dari domba argali dan habitat hidupnya berada di daerah pegunungan Asia Tengah. Hewan ini memiliki kekhasan yang ditunjukkan terutama oleh tanduknya yang berukuran besar dan berbentuk melingkar. Sayangnya status konservasi hewan tersebut berada dalam ancaman kepunahan, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk melindungi jumlah mereka dan menjaga dari perburuan komersial.

Nama binomial domba ini secara umum adalah Ovis Ammon, seperti dijelaskan oleh ilmuwan Swedia Carl Linnaeus pada tahun 1758, dan semua anggota spesies tersebut biasa disebut ‘argali’. Subspesies Marco Polo (Ovis Ammon Polii) pertama kali dijelaskan secara ilmiah oleh ahli zoologi Edward Blyth tahun 1841.

Domba ini sering disebut “Marco Polo Argali” yang berasal dari nama penjelajah abad ke-13. Sang penjelajah, Marco Polo menggambarkan mereka dalam bukunya “The Travels of Marco Polo”. Nama lain domba ini adalah “Pamir Argali” dan di Provinsi Badakhshan Afganistan juga dikenal secara lokal sebagai “Nakhjipar”.

Karakteristik
Domba ini terutama dikenal karena tanduk spiralnya yang panjang, yang memiliki rentang hingga 140 cm (55 inci). Mereka memiliki tanduk terpanjang diantara semua jenis domba, dengan tanduk terpanjang yang pernah tercatat yaitu 1,9 m (6,2 kaki) dan beratnya mencapai 60 lbs (27 kg).

Tanduk domba Marco Polo telah lama menjadi daya tarik yang populer bagi para pemburu trofi atau hiasan dinding. Tanduk ini mulai tumbuh 15-20 hari setelah domba-domba tersebut lahir, dan pertambahan ukuran yang paling menonjol terjadi selama tahun pertama hidupnya. Pertumbuhan ketebalan tanduk paling terlihat selama dua tahun pertama usianya.

Domba jantan dewasa rata-rata beratnya mencapai 126 kg (280 lbs). Tinggi domba jantan sekitar 113 cm (44 inci) dan domba betina sampai 100 cm (39 inci). Kehamilan domba betina berlangsung sekitar 160 hari, dengan normalnya terjadi kelahiran tunggal. Kelahiran kembar tidak biasa, tetapi ada juga catatan domba betina melahirkan lima ekor anak sekaligus, dan kembar tiga pada kelahiran dua tahun sesudahnya.

Domba Marco Polo rata-rata memiliki masa hidup 13 tahun. Tanduk domba memiliki semacam cincin yang tumbuh setiap tahun, sehingga dengannya usia hewan jantan dapat ditentukan. Domba betina tidak memiliki tanduk, sehingga lebih sulit untuk ditentukan usianya.

Habitat
Kebanyakan domba Marco Polo tinggal di Pegunungan Pamir, wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan, Pakistan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Cina. Mereka tinggal di ketinggian antara 3.700 sampai 4.800 m diatas permukaan laut. Subspesiesnya hidup di bagian barat laut Distrik Hunza di sepanjang perbatasan Cina, menghuni perbatasan Kilik Mintaka dan daerah barat laut Taman Nasional Khunjerab. Domba Marco Polo juga menghuni Koridor Wakhan, di sepanjang perbatasan Afghanistan. Mereka berbagi habitat hidupnya dengan binatang lain seperti Ibex Siberia.

Perilaku
Domba Marco Polo umumnya hidup dalam kelompok kecil terdiri atas beberapa lusin individu. Selama musim panas mereka masuk kedalam kawanan lebih kecil, yang terdiri jenis kelamin yang sama. Selama dan setelah musim kawin mereka membentuk kelompok yang lebih besar untuk perlindungan dan penghematan energi.

Ketika musim kawin dimulai, domba jantan berjuang untuk membuat dominasi diantara mereka. Hanya domba jantan dewasa (usia lebih dari 6 tahun) yang berjuang untuk mendominasi, dan setelah pemenang ditetapkan maka domba-domba jantan mulai memilih domba betina mereka. Para pejantan kemudian akan memisahkan diri dari kelompok dan berbulan madu dengan pasangannya selama satu atau dua bulan.

Terancam Kepunahan
Peneliti margasatwa menyatakan bahwa domba Marco Polo berada dalam ancaman kepunahan akibat perburuan komersial yang luas. Kegiatan berburu domba Marco Polo pertama kali menjadi populer ketika Mohammed Zahir Shah, raja Afghanistan, memburu dan membunuh seekor domba jantan pada tahun 1950. Dia kemudian menyatakan bahwa lembah dimana domba tersebut diburu menjadi kawasan khusus berburu untuk keluarga kerajaan Afghanistan. Konon tidak sampai tahun 1968 seorang turis Amerika sudah diizinkan untuk berburu di kawasan tersebut. Pemburu Amerika pada tahun 2008 diperkirakan membayar antara 20.000 sampai 25.000 dolar untuk sebuah ekspedisi perburuan domba Marco Polo.

Jumlah populasi domba ini di Khunjerab pada tahun 1976 diperkirakan 300 ekor. Angka ini menurun menjadi paling banyak 160 ekor saja antara tahun 1978 sampai 1981, dan turun lagi menjadi hanya 45 ekor pada tahun 1991. George Schaller dari Wildlife Conservation Society memperkirakan populasi domba ini di dunia pada tahun 2003 ada sekitar 10.000 ekor, tinggal setengah dari yang diperkirakan Ronald Petocz pada tahun 1973. Kepadatan populasi mereka dicatat sebagai kurang dari dua ekor per 1 kilometer persegi. Domba Marco Polo dimasukkan pada daftar pertama spesies dilindungi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Perlindungan Lingkungan Afghanistan, pada Juni 2009.

Pamir Peace Park
Pada tahun 2008, George Schaller meluncurkan kampanye untuk melindungi domba Marco Polo. Ia mencatat bahwa setelah Taman Nasional Khunjerab didirikan oleh Pakistan pada tahun 1975, dan Cagar Alam Taxkorgan ditetapkan Cina pada tahun 1984, ternyata kedua taman tersebut tidak cukup untuk melindungi domba, karena adanya migrasi musiman mereka. Schaller kemudian mengusulkan rencana perlindungan internasional pada tahun 1987 untuk memecahkan masalah tersebut, tetapi upaya itu terhenti karena kesulitan politik.

“Tidak pernah mudah untuk mendapatkan pemerintah empat negara untuk menyepakati apa pun,” kata Schaller tentang usahanya. Misinya adalah untuk menemukan sebuah kawasan yang meliputi perbatasan Cina, Pakistan, Afghanistan dan Tajikistan di mana domba-domba itu akan dilindungi. Schaller menyebut kawasan yang diusulkannya bernama “Pamir Peace Park”.

Penjelajah
Situs pengajarplus.com mengutip sebuah tulisan tentang laporan para peneliti Wildlife Conservation Society yang didukung USAID. Laporan tersebut menyatakan bahwa domba Marco Polo bepergian secara ekstensif di perbatasan pegunungan Afghanistan, Tajikistan, dan China.

Dengan menggunakan teknik tertentu terhadap ekstrak DNA dari sampel tinja, peneliti menemukan bahwa domba Marco Polo di Pegunungan Pamir Afghanistan secara genetik terhubung dengan domba di Tajikistan dan Cina, meskipun ketiga wilayah melalui medan yang menantang.

“Spesies seperti domba Marco Polo sulit untuk dipantau dengan kondisi terbaik, karena keterbatasan kemampuan kita untuk mengikuti mereka di habitatnya,” kata Richard B. Harris, seorang ilmuwan satwa liar dari Universitas Montana dan Wildlife Conservation Society. Ia mengtakan, “Metoda non-invasif dapat menentukan tren populasi dan keterkaitan, hasilnya sangat berharga dalam memahami cara terbaik untuk melindungi hewan-hewan luar biasa.”

Karena domba Marco Polo adalah binatang yang sulit dipahami untuk dilacak, maka tim peneliti mengumpulkan sampel kotoran dari 172 domba dari lima daerah yang berbeda di Afghanistan, Tajikistan, dan Cina sebagai sarana untuk menjawab pertanyaan tentang keragaman genetik dan konektivitas hewan di wilayah ini.

Pemanfaatan
Tanduk domba Marco Polo digambarkan sebagai “sepanjang enam telapak tangan” dan digunakan oleh para gembala untuk membuat kerajinan mangkuk besar, atau untuk membangun kandang ternak. Persilangan domba Marco Polo dengan domba domestik dapat menghasilkan potongan daging yang lebih besar dan lebih berotot. Daging domba Marco Polo dikatakan kurang mirip rasa daging domba domestik, tetapi peneliti untuk Komite Penasehat Inovasi Teknologi pada Dewan Riset Nasional Amerika Serikat menyimpulkan bahwa daging hasil persilangan akan lebih populer bagi konsumen. Domba Marco Polo dapat dibiakkan untuk tujuan lebih dari sekedar penghasil daging, karena tanduknya juga bernilai, dan bulunya dapat digunakan untuk membuat pashmina.

sumber : pulangkandang.com

Beginner web 600x429

[KENALI KAMBING DOMBA, SANG SUMBER PENGHASIL LABA]

[KENALI KAMBING DOMBA, SANG SUMBER PENGHASIL LABA]

 
Ingin memulai usaha kambing Domba tapi merasa ragu karena belum memahami ilmunya??
 
Atau sudah punya usaha Kambing Domba tapi hasilnya tidak meningkat??
 
Bisnis kambing domba anda sudah berada di ambang kerugian??
Anda perlu mendalami kembali ilmu dalam berbisnis kambing dan domba!
 
Dalam usaha kambing domba kita perlu mengetahui dengan baik segala macam aspek terkait seperti KEBUTUHAN NUTRISI , KONSTRUKSI KANDANG, REPRODUKSI & BIRAHI , serta PENYAKIT DAN PENCEGAHANYA.
semua perlu Anda ketahui agar usaha kambing domba berjalan dengan optimal
 
Eduagro Indonesia sebagai mitra sukses anda siap menjawab kebutuhan anda! Kami akan melaksanakan TRAINING CLASS “KENALI SELUK BELUK DOMBA KAMBING ANDA DAN DAPATKAN KEUNTUNGAN BERGANDA!” yang Akan diselenggarakan pada :
 
Hari/Tanggal : Sabtu-Minggu, 16-17 Desember 2017
Waktu : 08.00-17.30 WIB
 
Tempat : Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Bogor
Google Maps (Saung Domba Edupark)
 
Investasi
2 HARI FULL Pelatihan hanya Rp 1.175.000,-/peserta*
 
*Khusus untuk alumni Eduagro Indonesia diskon 10% dan Mahasiswa diskon 50%
 
Belajar bersama praktisi berpengalaman dan praktik langsung di kandang!
 
KALAU TIDAK SEKARANG, KAPAN LAGI??
Segera daftarkan diri Anda, kuota terbatas!
 
Daftar
Ketik: DaftarBC_Nama Lengkap_Alamat Lengkap_No.HP_Kirim ke 0857-7372-8381

CP : 0857-7372-8381 (office)/0822-9853-3300(Fauzi)/ @his3343hz (Official Line)