kaliandra

Zinc Organik sebagai Pakan Suplemen untuk Ternak Ruminansia

 

Ternak membutuhkan nutrisi untuk kebutuhan dasar hidup, pertumbuhan, perkembangan janin,  produksi (susu) dan  reproduksi (semen, sel telur). Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air.

Ada 2 macam mineral yang terdapat dalam pakan yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah Kalsium (Ca), Fosfor (P), Magnesium (Mg), Kalium (K), Sulfur (S), Natrium (Na) dan Khlorin (Cl). Sedangkan mineral mikro adalah Seng (Zn), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Selenium (se), Kobalt (Co) dan Yodium (I).

Zinc  merupakan komponen penting dalam reaksi >70 enzim yang ada dalam tubuh ternak. Zinc dibutuhkan untuk berfungsinya sistim imun (kekebalan), stabilitas membran sel dan ekspresi gen-gen tertentu dalam tubuh ternak

Telah dilakukan uji in vivo penambahan Zinc organik terhadap performans 16 ekor sapi laktasi. Ternak ini diberi pakan rumput (40 kg) dan konsentrat komersial (8 kg), ampas tahu (5 kg).

Pada saat mencapai bunting tua, ternak sapi dibagi menjadi  tanpa pemberian suplemen, dan pemberian suplemen 4 g Zinc organik (400 g Zn). Selain itu pemberian suplemen Zinc organik kepada sapi pejantan 6 ekor pejantan digunakan terbagi dalam 2 perlakuan Kontrol (rumput + konsentrat + legume + toge + ampas tahu = K) Treatment (K +  Zinc metionin-Kalem):1.5% Kalem, Zinc metionin = 0.025%. Kecernaan pakan, kualitas ****** yang diambil setiap minggu

Dari penelitian yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak disimpulkan bahwa teknologi pembuatan mineral organik (Zn-metionin) dapat diperoleh. Zn-organik (Zn-metionin) meningkatkan fermentasi rumen ditunjukkan dengan total gas yang lebih tinggi (17.7%).

Kemudian Zn organik meningkatkan produksi susu karena menahan laju penurunan produksi susu dan Zn organik+Kalem meningkatkan volume ******. Sementara itu Zn organik pada sapi anak tidak berbeda bila formulasi sudah optimum serta Zn organic pada kambing muda meningkatkan konsumsi dan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH). (REP)

 

Sumber : peternakankita.com

———————————————————————————

INGIN MENGIKUTI PELATIHAN DALAM DUNIA PETERNAKAN?

YUK KUNJUNGI KAMI

www.eduagroindonesia.com
Facebook : Eduagro Indonesia
Instagram : eduagro.id
Nomer TLP : 021 786 3834
WA/SMS : 0857-7372-8381
Lokasi : Jl.Pemuda Raya Gg.At-taqwa RT 02/06 Desa Sasak Panjang, Tajur Halang Kab.Bogor

#eduagroindonesia

#agribisnis

#bisnis

#domba

#kambing

#peternakan

#ternak

#farm

#pelatihanrternak

#pelatihanpeternakan

#edukasipeternakan

#ternak

#bisnismenguntungkan

#pelatihanbeternak

#carabeternakdombayangmenguntungkan

[GEMUK DOMBA KAMBINGKU, GEMUK DOMPETKU]

Hai sobat agribisnis!

Anda ingin memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi belum memiliki ilmunya? 

Anda sudah memulai bisnis peternakan domba kambing penggemukan tapi terasa belum maksimal? 

Anda ingin lebih mendalami ilmu penggemukan pada bisnis peternakan domba kambing? 

Eduagro Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda! 

Kami sebagai penyedia jasa pelatihan agribisnis terbaik di Indonesia akan kembali menyelenggarakan pelatihan ternak domba kambing bagi Anda yang ingin fokus untuk melakukan atau memaksimalkan Penggemukan Domba Kambing. Pelatihan ini akan diselenggarakan pada:

Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2018
08.00-17.30
Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Kab. Bogor

Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dan sangat berpengalaman di bidangnya, yaitu:
Fahmi Thalib, pemateri mengenai perkandangan dan transportasi
drh. Ajat, pemateri mengenai pemeliharaan dan kesehatan
Ilham Mustofa, pemateri mengenai simulasi skala usaha
Suseno Bayu Wibowo, pemateri mengenai nutrisi dan pakan

Hanya dengan INVESTASI Rp 1.375.000, Anda akan kami bimbing sampai paham mengenai penggemukan domba kambing, mulai dari teori hingga praktiknya!

Segera bergabung bersama kami untuk bisnis ternak domba kambing Anda yang lebih menguntungkan!

Hubungi:
WA/Telp/SMS : 0857-7372-8381
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

marco polo

MARCO POLO, DOMBA PENJELAJAH BERTANDUK TERPANJANG DI DUNIA

Domba Marco Polo (Ovis Ammon Polii) menurut wikipedia adalah subspesies dari domba argali dan habitat hidupnya berada di daerah pegunungan Asia Tengah. Hewan ini memiliki kekhasan yang ditunjukkan terutama oleh tanduknya yang berukuran besar dan berbentuk melingkar. Sayangnya status konservasi hewan tersebut berada dalam ancaman kepunahan, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk melindungi jumlah mereka dan menjaga dari perburuan komersial.

Nama binomial domba ini secara umum adalah Ovis Ammon, seperti dijelaskan oleh ilmuwan Swedia Carl Linnaeus pada tahun 1758, dan semua anggota spesies tersebut biasa disebut ‘argali’. Subspesies Marco Polo (Ovis Ammon Polii) pertama kali dijelaskan secara ilmiah oleh ahli zoologi Edward Blyth tahun 1841.

Domba ini sering disebut “Marco Polo Argali” yang berasal dari nama penjelajah abad ke-13. Sang penjelajah, Marco Polo menggambarkan mereka dalam bukunya “The Travels of Marco Polo”. Nama lain domba ini adalah “Pamir Argali” dan di Provinsi Badakhshan Afganistan juga dikenal secara lokal sebagai “Nakhjipar”.

Karakteristik
Domba ini terutama dikenal karena tanduk spiralnya yang panjang, yang memiliki rentang hingga 140 cm (55 inci). Mereka memiliki tanduk terpanjang diantara semua jenis domba, dengan tanduk terpanjang yang pernah tercatat yaitu 1,9 m (6,2 kaki) dan beratnya mencapai 60 lbs (27 kg).

Tanduk domba Marco Polo telah lama menjadi daya tarik yang populer bagi para pemburu trofi atau hiasan dinding. Tanduk ini mulai tumbuh 15-20 hari setelah domba-domba tersebut lahir, dan pertambahan ukuran yang paling menonjol terjadi selama tahun pertama hidupnya. Pertumbuhan ketebalan tanduk paling terlihat selama dua tahun pertama usianya.

Domba jantan dewasa rata-rata beratnya mencapai 126 kg (280 lbs). Tinggi domba jantan sekitar 113 cm (44 inci) dan domba betina sampai 100 cm (39 inci). Kehamilan domba betina berlangsung sekitar 160 hari, dengan normalnya terjadi kelahiran tunggal. Kelahiran kembar tidak biasa, tetapi ada juga catatan domba betina melahirkan lima ekor anak sekaligus, dan kembar tiga pada kelahiran dua tahun sesudahnya.

Domba Marco Polo rata-rata memiliki masa hidup 13 tahun. Tanduk domba memiliki semacam cincin yang tumbuh setiap tahun, sehingga dengannya usia hewan jantan dapat ditentukan. Domba betina tidak memiliki tanduk, sehingga lebih sulit untuk ditentukan usianya.

Habitat
Kebanyakan domba Marco Polo tinggal di Pegunungan Pamir, wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan, Pakistan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Cina. Mereka tinggal di ketinggian antara 3.700 sampai 4.800 m diatas permukaan laut. Subspesiesnya hidup di bagian barat laut Distrik Hunza di sepanjang perbatasan Cina, menghuni perbatasan Kilik Mintaka dan daerah barat laut Taman Nasional Khunjerab. Domba Marco Polo juga menghuni Koridor Wakhan, di sepanjang perbatasan Afghanistan. Mereka berbagi habitat hidupnya dengan binatang lain seperti Ibex Siberia.

Perilaku
Domba Marco Polo umumnya hidup dalam kelompok kecil terdiri atas beberapa lusin individu. Selama musim panas mereka masuk kedalam kawanan lebih kecil, yang terdiri jenis kelamin yang sama. Selama dan setelah musim kawin mereka membentuk kelompok yang lebih besar untuk perlindungan dan penghematan energi.

Ketika musim kawin dimulai, domba jantan berjuang untuk membuat dominasi diantara mereka. Hanya domba jantan dewasa (usia lebih dari 6 tahun) yang berjuang untuk mendominasi, dan setelah pemenang ditetapkan maka domba-domba jantan mulai memilih domba betina mereka. Para pejantan kemudian akan memisahkan diri dari kelompok dan berbulan madu dengan pasangannya selama satu atau dua bulan.

Terancam Kepunahan
Peneliti margasatwa menyatakan bahwa domba Marco Polo berada dalam ancaman kepunahan akibat perburuan komersial yang luas. Kegiatan berburu domba Marco Polo pertama kali menjadi populer ketika Mohammed Zahir Shah, raja Afghanistan, memburu dan membunuh seekor domba jantan pada tahun 1950. Dia kemudian menyatakan bahwa lembah dimana domba tersebut diburu menjadi kawasan khusus berburu untuk keluarga kerajaan Afghanistan. Konon tidak sampai tahun 1968 seorang turis Amerika sudah diizinkan untuk berburu di kawasan tersebut. Pemburu Amerika pada tahun 2008 diperkirakan membayar antara 20.000 sampai 25.000 dolar untuk sebuah ekspedisi perburuan domba Marco Polo.

Jumlah populasi domba ini di Khunjerab pada tahun 1976 diperkirakan 300 ekor. Angka ini menurun menjadi paling banyak 160 ekor saja antara tahun 1978 sampai 1981, dan turun lagi menjadi hanya 45 ekor pada tahun 1991. George Schaller dari Wildlife Conservation Society memperkirakan populasi domba ini di dunia pada tahun 2003 ada sekitar 10.000 ekor, tinggal setengah dari yang diperkirakan Ronald Petocz pada tahun 1973. Kepadatan populasi mereka dicatat sebagai kurang dari dua ekor per 1 kilometer persegi. Domba Marco Polo dimasukkan pada daftar pertama spesies dilindungi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Perlindungan Lingkungan Afghanistan, pada Juni 2009.

Pamir Peace Park
Pada tahun 2008, George Schaller meluncurkan kampanye untuk melindungi domba Marco Polo. Ia mencatat bahwa setelah Taman Nasional Khunjerab didirikan oleh Pakistan pada tahun 1975, dan Cagar Alam Taxkorgan ditetapkan Cina pada tahun 1984, ternyata kedua taman tersebut tidak cukup untuk melindungi domba, karena adanya migrasi musiman mereka. Schaller kemudian mengusulkan rencana perlindungan internasional pada tahun 1987 untuk memecahkan masalah tersebut, tetapi upaya itu terhenti karena kesulitan politik.

“Tidak pernah mudah untuk mendapatkan pemerintah empat negara untuk menyepakati apa pun,” kata Schaller tentang usahanya. Misinya adalah untuk menemukan sebuah kawasan yang meliputi perbatasan Cina, Pakistan, Afghanistan dan Tajikistan di mana domba-domba itu akan dilindungi. Schaller menyebut kawasan yang diusulkannya bernama “Pamir Peace Park”.

Penjelajah
Situs pengajarplus.com mengutip sebuah tulisan tentang laporan para peneliti Wildlife Conservation Society yang didukung USAID. Laporan tersebut menyatakan bahwa domba Marco Polo bepergian secara ekstensif di perbatasan pegunungan Afghanistan, Tajikistan, dan China.

Dengan menggunakan teknik tertentu terhadap ekstrak DNA dari sampel tinja, peneliti menemukan bahwa domba Marco Polo di Pegunungan Pamir Afghanistan secara genetik terhubung dengan domba di Tajikistan dan Cina, meskipun ketiga wilayah melalui medan yang menantang.

“Spesies seperti domba Marco Polo sulit untuk dipantau dengan kondisi terbaik, karena keterbatasan kemampuan kita untuk mengikuti mereka di habitatnya,” kata Richard B. Harris, seorang ilmuwan satwa liar dari Universitas Montana dan Wildlife Conservation Society. Ia mengtakan, “Metoda non-invasif dapat menentukan tren populasi dan keterkaitan, hasilnya sangat berharga dalam memahami cara terbaik untuk melindungi hewan-hewan luar biasa.”

Karena domba Marco Polo adalah binatang yang sulit dipahami untuk dilacak, maka tim peneliti mengumpulkan sampel kotoran dari 172 domba dari lima daerah yang berbeda di Afghanistan, Tajikistan, dan Cina sebagai sarana untuk menjawab pertanyaan tentang keragaman genetik dan konektivitas hewan di wilayah ini.

Pemanfaatan
Tanduk domba Marco Polo digambarkan sebagai “sepanjang enam telapak tangan” dan digunakan oleh para gembala untuk membuat kerajinan mangkuk besar, atau untuk membangun kandang ternak. Persilangan domba Marco Polo dengan domba domestik dapat menghasilkan potongan daging yang lebih besar dan lebih berotot. Daging domba Marco Polo dikatakan kurang mirip rasa daging domba domestik, tetapi peneliti untuk Komite Penasehat Inovasi Teknologi pada Dewan Riset Nasional Amerika Serikat menyimpulkan bahwa daging hasil persilangan akan lebih populer bagi konsumen. Domba Marco Polo dapat dibiakkan untuk tujuan lebih dari sekedar penghasil daging, karena tanduknya juga bernilai, dan bulunya dapat digunakan untuk membuat pashmina.

sumber : pulangkandang.com

fauzan hangriawan

Kisah Sukses Fauzan Hangriawan Peternak Puluhan Ribu Ekor Ikan Lele

Eduagro Indonesia — Namanya juga pengusaha, mayoritas dari mereka yang sukses pasti awalnya nekat dulu. Seperti yang dilakukan oleh Fauzan Hangriawan. Ia yang  mengawali usaha ikan lele secara koboi, kini sukses jadi pengusaha dengan puluhan ribu ekor ikan lele di lokasi peternakannya.

Di depan peserta seminar acara seminar akbar, “Kupas Tuntas Sampai Puas Keuangan, Akuntansi, dan Perpajakan dalam Peternakan” Sabtu (25/11) di Hotel Bumi Wiayata ini menyampaikan kisah suksesnya.

Fauzan Hangriawan selaku peternak lele sukses mengaku, “Awalnya saya ini orang hukum, bukan peternakan atau perikanan. Namun, ikan lele ini adalah passion saya. Jadi saya fokus di sana.”

Lima tahun bisnis berjalan sejak tahun 2009 lalu, Fauzan mulai memikirkan apakah ia hanya ingin terus beternak lele atau ingin menjadi pengusaha yang berfokus dari hulu hingga hilirnya. Sejak saat itu, Fauzan berpikir bahwa pengaturan keuangan itu penting untuk memajukan usaha agar mendapat penghasilan yang lebih baik.

“Mulai dari situ, saya mulai memisahkan pengeluaran pribadi dan pengeluaran usaha. Membuat laporan keuangan itu sulit, tapi paling tidak ada catatannya. Sayang, saya baru menyadari hal ini lima tahun yang lalu. Padahal, seharusnya saya melakukan perincian laporan keuangan sejak awal usaha peternakan lele,” tambahnya.

 

Sumber : https://trubus.id/

doddy domba

Doddy Domba: Laporan Keuangan dalam Bisnis Peternakan itu Mutlak, Jangan Disepelekan

Eduagro IndonesiaHardiansyah Ismail atau Doddy Domba memulai bisnis ternak sejak tahun 2009 lalu. Awalnya ia bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai Manajer Keuangan.

Pengalamannya sebagai manajer, membuatnya sadar betapa pentingnya peran sistem keuangan dalam perjalanan bisnis, apapun itu bidangnya, termasuk peternakan.

Doddy Domba selaku Pemilik Saung Domba International di acara seminar akbar, Kupas Tuntas Sampai Puas Keuangan, Akuntansi, dan Perpajakan dalam Peternakan Sabtu (25/11) di Hotel Bumi Wiayata ini menyatakan, “Laporan keuangan terkesan simpel, tapi dalam titik-titik tertentu jadi hal yang penting banget dalam menentukan kemajuan sebuah perusahaan.”

“Awalnya saya melihat bisnis peternakan yang saya jalankan normal-normal saja. Pegawai ada, kambingnya juga lumayan ada 300 ekor. Namun satu keanehan setelah saya lihat laporan keuangan kok tidak sesuai dengan apa yang sudah saya rencanakan di awal memulai bisnis?

Dari situ saya tak lagi berfokus pada breeding hewan ternak, tapi fokus untuk menyelamatkan bisnis saya,” tambahnya.

Jarang ada pengusaha yang menganggap laporan keuangan jadi satu hal mutlak dalam roda bisnis. Mereka selalu menaruh prioritas laporan keuangan bukan di posisi pertama. “Padahal hanya dari laporan keuangan, kita dapat merencanakan perusahaan jadi lebih baik dan lebih berkembang,” tukasnya.

 

Sumber : https://trubus.id/

yudi guntara noor

Yudi Guntara: Pola Pikir Peternak Harus Berubah terhadap Keuangan

Eduagro Indonesia – Para peternak kita masih terlalu fokus dengan usaha tani, sekadar memelihara hewan ternak tanpa berpikir untuk mengembangkan usaha ternaknya jadi lebih maju, sesuai standar ahli peternakan.

Yudi Guntara selaku Ketua Himpunan Pengusaha Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) menyampaikan, “Peternak kita kebanyakan hanya berpikir selama uang yang dikeluarkan untuk produksi dan penghasilan yang didapat berbeda, mereka sudah untung. Padahal jika dilihat dari sistem keuangan, belum tentu peternak itu sudah untung dan sukses.”

Laporan keuangan itu sangat penting, sehingga kita bisa memastikan seluruh biaya mulai dari produksi, pakan, penyusutan, agar keuntungan yang didapat betul-betul dirasakan oleh peternak. “Banyak peternak yang beli kambing 10juta rupiah, setelah satu tahun jual 15juta rupiah sudah ngerasa untung. Padahal kalau begitu mah mereka rugi,” tambahnya.

Yudi menyampaikan hal tersebut di depan para peserta seminar akbar, Kupas Tuntas Sampai Puas Keuangan, Akuntansi, dan Perpajakan dalam Peternakan Sabtu (25/11) di Hotel Bumi Wiayata.

Yudi juga lebih lanjut menambahkan, “Sekarang ini peternakan di Indonesia cukup maju. Sehingga ke depan sebagai peternak kita harus merencanakan keuangan sejak awal, walau usaha ternak yang dilakukan masih dalam skala kecil.”

Menurut Yudi yang sudah pakar di bidang peternakan, minimal para peternak mulai mencatat apa saja yang dilakukan saat beternak sejak awal. Dengan begitu, kita akan mengetahui sejak awal apakah peternakan kita profitable atau tidak, kita juga jadi lebih mudah untuk mengembangkan usaha.

 

Sumber : https://trubus.id/

Beginner web 600x429

[KENALI KAMBING DOMBA, SANG SUMBER PENGHASIL LABA]

[KENALI KAMBING DOMBA, SANG SUMBER PENGHASIL LABA]

 
Ingin memulai usaha kambing Domba tapi merasa ragu karena belum memahami ilmunya??
 
Atau sudah punya usaha Kambing Domba tapi hasilnya tidak meningkat??
 
Bisnis kambing domba anda sudah berada di ambang kerugian??
Anda perlu mendalami kembali ilmu dalam berbisnis kambing dan domba!
 
Dalam usaha kambing domba kita perlu mengetahui dengan baik segala macam aspek terkait seperti KEBUTUHAN NUTRISI , KONSTRUKSI KANDANG, REPRODUKSI & BIRAHI , serta PENYAKIT DAN PENCEGAHANYA.
semua perlu Anda ketahui agar usaha kambing domba berjalan dengan optimal
 
Eduagro Indonesia sebagai mitra sukses anda siap menjawab kebutuhan anda! Kami akan melaksanakan TRAINING CLASS “KENALI SELUK BELUK DOMBA KAMBING ANDA DAN DAPATKAN KEUNTUNGAN BERGANDA!” yang Akan diselenggarakan pada :
 
Hari/Tanggal : Sabtu-Minggu, 16-17 Desember 2017
Waktu : 08.00-17.30 WIB
 
Tempat : Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Bogor
Google Maps (Saung Domba Edupark)
 
Investasi
2 HARI FULL Pelatihan hanya Rp 1.175.000,-/peserta*
 
*Khusus untuk alumni Eduagro Indonesia diskon 10% dan Mahasiswa diskon 50%
 
Belajar bersama praktisi berpengalaman dan praktik langsung di kandang!
 
KALAU TIDAK SEKARANG, KAPAN LAGI??
Segera daftarkan diri Anda, kuota terbatas!
 
Daftar
Ketik: DaftarBC_Nama Lengkap_Alamat Lengkap_No.HP_Kirim ke 0857-7372-8381

CP : 0857-7372-8381 (office)/0822-9853-3300(Fauzi)/ @his3343hz (Official Line)

0d15034a-ac42-43e5-8b3d-a36f59172226

[SAATNYA MELIHAT PELUANG DARI BISNIS PETERNAKAN]

Anda memiliki keinginan untuk membuka usaha peternakan tapi masih bingung ternak apa yang cocok?

Anda memiliki modal untuk membuka usaha peternakan tapi masih bingung dengan potensi pasar ternaknya?
Anda memiliki lahan menganggur dan ingin mencoba untuk membuka usaha peternakan?

Eduagro Indonesia siap menjawab semua masalah anda!
Tahukah anda bahwa bisnis peternakan memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia? Bisnis ini tidak akan pernah sepi pelanggan karena hewan ternak adalah kebutuhan dasar dalam memenuhi pangan setiap orang.
Eduagro Indonesia sebagai penyedia “training and consultant” terbaik se-Indonesia akan menyelenggarakan sebuah training yang siap membimbing dan membuka mata Anda mengenai potensi bisnis peternakan pada:
Hari/tanggal
Sabtu, 2 Desember 2017

Waktu
08.00 – 17.30

Tempat
Saung Domba Edupark, Sasak Panjang, Depok

Berapa biaya investasinya?
HANYA Rp 845.000 !
Kami jamin, biaya investasi yang anda keluarkan akan sebanding dengan ilmu dan manfaat yang anda dapatkan untuk melangkah menjadi peternak yang sukses!

Segera daftarkan diri Anda jangan sampai terlewatkan!

Bagaimana cara daftarnya?
Ketik:
DaftarBOC_Nama Lengkap_Alamat Lengkap_No.HP dan kirim ke 0857-7372-8381

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:
WA/SMS/Telp : 0857-7372-8381 (24 jam)
Instagram : eduagro.id
Facebook : Eduagro Indonesia
Website : www.eduagroindonesia.com

[MEGA SEMINAR PETERNAKAN DI AKHIR TAHUN 2017]

 

 

 

PERTAMA DAN TERAKHIR DI TAHUN 2017 !!!

Satu-satunya seminar ditahun ini yang membahas mengenai Keuangan,Akutansi dan Perpajakan di bidang peternakan ! Seminar yang akan membuat anda memahami jenis-jenis biaya yang diperlukan dalam pengembangan usaha peternakan Anda ! Anda juga akan mengetahui pencatatan keuangan yang baik dalam usaha anda serta aturan perpajakan yang berlaku di bidang peternakan ! Dipandu oleh praktisi yang berkompeten dan telah berpengalaman lebih dari 10 tahun ! Jadi Tunggu apa lagi , Mari Investasikan diri anda pada MEGA SEMINAR KUPAS TUNTAS SAMPAI PUAS!! KEUANGAN, AKUNTANSI DAN PERPAJAKAN DALAM PETERNAKAN
Kapan dan Dimana ? Catat ya tanggal dan tempatnya
Waktu : Sabtu, 25 November 2017
Pukul : 08.00-17.00
Tempat : Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Depok
PESERTA TERBUKA UNTUK UMUM DAN SELURUH KOMODITAS PETERNAKAN!
Investasi
Per Orangan
Rp 1.500.000
Paket Hemat
Paket DUO IRIT (untuk 2 peserta)
Dari Rp 3.000.000 HANYA Rp 2.650.000
Paket AMAN (Asik Limaan)
Dari Rp 7.500.000 HANYA Rp 6.375.000
Paket NGARIUNG (untuk 10 peserta) Dari Rp 15.000.000 HANYA Rp 12.450.000
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!
Daftar Ketik : DaftarEduagro_Nama Lengkap_Alamat Lengkap_No.HP kirim ke 0857-7372-8381 CP : 0857-7372-8381 (Office) / 0822-9853-3300 (Fauzi) / @his3343z (Official Line)

peternak-sukses-kearifan-lokal

YUK BETERNAK KAMBING DI JAKARTA!

Fenomena meledaknya jumlah penduduk di Jakarta memiliki beberapa dampak krusial. Salah satunya adalah persaingan dalam mendapatkan pekerjaan bukan? Menjadi wirausaha di negara agraris, sektor peternakan masih menjanjikan. Sektor peternakan itu sendiri identik dengan pedesaan.  Padahal kebanyakan warga Jakarta yang memiliki karakter hedonisme yang ditandai dengan berjamurnya restauran mewah. Situasi seperti ini menggambarkan bahwa Jakarta merupakan daerah yang memiliki tingkat konsumsi daging lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Beternak di Jakarta masih sangat memungkinkan. Menurut data BPS (22/2) tahun 2014 Jakarta memiliki populasi kambing sebanyak 5.506 ekor,  tahun 2015 sebanyak 5.688 ekor, dan pada tahun 2016 memiliki populasi sebanyak 6.257 ekor. Peningkatan populasi ternak kambing inilah yang menjelaskan letak prospek usaha peternakan di kota. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memulai beternak adalah lahan dan pakan. Lahan yang tersedia harus diatur secara efisien agar ternak yang dipelihara memiliki rumah yang nyaman. Lingkungan warga sekitar peternakan juga harus diatur supaya tenang, diusahakan agar tidak berbau. Bagaimana dengan pakan? Lahan hijauan di Jakarta adalah terbatas. Solusinya adalah melihat peluang pakan daerah sekitar. Selanjutnya kita bisa menggunakan prinsip kearifan lokal agar usaha peternakan dapat dikatakan sebagai usaha yang low cost but high profit. Beternak di Jakarta pasti bisa! Penasaran kan bagaimana serunya memiliki usaha terak kambing di Jakarta? Ikuti saja “Ngariung di Saung” bersama praktisi domba dan kambing pada Sabtu, 4 Maret 2017 di Saung Domba Edupark, Sasak Panjang. Info lebih lanjut : 081395999935 (Alfa).